PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 38 In Frame Pertemuan Rahasia Herdilan Firlando Dengan Lady Navisha


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja?"


Delan segera membuka pintu apartemennya dengan kunci serep yang ia miliki.


Jantungnya berdegub kencang sekali. Khawatir dengan keadaan sang kekasih pujaan hati selingkuhannya saat ini.


Lady langsung menubruk tubuh tegap Delan. Menangis sesegukan di dada pria beristri yang notabene adalah boss nya sendiri.


"Aku hampir ketahuan paman, Mas!" ujar Lady dengan suara seraknya. Sangat menggelitik, menggoda syahw*t Delan seketika.


Pria itu langsung merangsep bibir seksi artis talentnya tanpa izin. Menyusupkan lidah nakalnya ke dalam mulut sang artis yang berbau harum menggoda selera.


"Kamu nakal!" bisik Lady di tengah permainan ci*uman mereka.


"Kamu yang nakal! Selalu bisa menggodaku!" kini Herdilan balik menuduh perempuan itu sembari tersenyum menggoda.


Entah berawal dari mana. Setan-setan laknat itu datang mengerubungi kedua pasangan haram itu hingga tanpa malu dan takut lagi melakukan hubungan yang tidak pada tempatnya itu.


Herdilan Firlando... seorang pria beristri. Bahkan Lady Navisha mengenal sendiri, istri dari produser eksekutif perusahaan tempat dirinya bernaung mencari makan.


Sedangkan Viona Permata adalah teman serta pernah menjadi sahabatnya di masa kuliah dulu. Dan Viona sama sekali tak mengetahui hubungan terlarang mereka.


Sungguh tindakan yang sangat berbahaya bagi Delan dan Lady.


"Aku... tidak bisa hidup tanpamu, Mas!" ucap Lady dengan lirih. Begitu taktik liciknya menarik hati Delan setiap kali mereka bertemu untuk kencan.


Suatu pertemuan yang bukanlah hal baik. Mereka awalnya hanyalah saling dukung pekerjaan satu sama lain yang saling bersangkutan. Tapi lama kelamaan, kedekatan mereka mendapat angin segar para iblis yang memang menunggu sekali semua itu terjadi.


Lady Navisha... Menyerahkan tubuh mulusnya begitu saja, serta kesuciannya yang memang ternyata masih terjaga...pada Herdilan Firlando sang Boss.

__ADS_1


"Kamu... masih virgin?"


"Iya mas! Apa kamu pikir kalau aku sebobrok itu? Tidak. Aku menyerahkan semuanya pada pria yang benar-benar kupilih menjadi 'raja' dihatiku, selamanya!"


Tentu saja Delan bagaikan 'pemenang lotre' yang sangat beruntung. Mencicipi paling pertama Lady Navisha artis talentnya yang cantik jelita dengan tubuh seksi menggoda. Dan Delan tidak ingin Lady terlepas dari genggamannya. Meski ia sadar, ia memiliki Viona.


"Kamu... tahu konsekuensinya bersamaku khan, sayang?"


"Aku tahu, kamu pria beristri! Dan aku tahu, siapa istrimu. Wanita manis namun berhati sombong karena merasa paling suci! Viona terlalu naif memandang hidup. Viona terlalu ingin kesempurnaan dalam hidupnya. Itulah Viona. Dan hidup kalian terlalu perfect menjadi datar selamanya. Berbeda dengan aku, Mas!"


Herdilan termangu mendengar penuturan Lady yang gamblang dan begitu aneh nyeleneh. Tapi semua ucapannya benar.


"Hidupku penuh warna, dan banyak duka. Jika aku ada di kehidupanmu. Kuyakin, langkah hidupmu juga tidak akan flat alias datar-datar saja. Aku... bisa membawamu naik rollercoaster ke langit ke tujuh. Aku... mampu menerbangkanmu dengan sayap hitamku keangkasa biru nan indah! Kamu percaya, Mas?"


Herdilan terpukau.


Kata-kata Lady memang sekilas mirip bualan. Tapi di usianya yang lewat dua puluh lima tahun, itu seperti tantangan keren baginya.


Istri yang cantik, kehidupan layak serta jabatan dan kekayaan yang enak. Apalagi... selain menjalani hidup yang monoton terus. Itu dan itu.


Dan ia tergoda. Terpancing oleh rayuan Lady untuk bermain api. Mencoba melakukan perselingkuhan demi sebuah eksistensi pengakuan yang salah.


Herdilan yang kini menjadi sombong dan bangga. Karena usia muda dan juga merasa dicintai sebegitunya oleh dua wanita hebat di matanya dalam satu waktu bersamaan, membuat Delan lupa cita-cita awalnya. Yakni hidup tenang tanpa ada hambatan dan juga batu terjal menghantamnya.


Hhh...


Delan lupa. Itu semua hanyalah fatamorgana hidup. Yang hanya membuainya hingga lupa diri, lupa daratan. Juga lupa pada masa mudanya yang dulu ideologis. Yang menjunjung tinggi harga diri luhurnya dahulu.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


Aku lagi-lagi termenung sendirian di pukul tujuh malam di hari pertama kepindahanku di rumah baru kami.


Mas Delan belum juga pulang.


Walaupun bibi Farida dan mbak Atun telah datang sedari pukul lima sore menjadi asistenku membantu mengurus rumah baru kami, tapi tetap saja tak membuat hati ini lepas dari rasa sepi.


Aku butuh Mas Delan.


Tapi aku juga harus bisa menekan perasaanku karena kesibukan suamiku itu yang sangat tinggi.


Aku harus jadi istri yang baik. Yang bisa membuat suamiku nyaman tanpa banyak tuntutan. Mencari suami yang baik itu sangat sulit. Terlebih di jaman yang serba gila, sekarang ini.


Aku bertemu Ira di pasar tumpah dekat jalur arah perumahan kami sore tadi.


Tentu saja tak kusia-siakan pertemuan pertama kami setelah sekian lama lost contac.


Ira ternyata sedang sedih. Pernikahannya urung dilaksanakan minggu lalu karena sang mempelai suaminya memutuskannya sepihak tanpa alasan yang jelas.


Ira kuajak main kerumah kami. Meski hanya sebentar, tapi perempuan muda energik itu berjanji akan sering main dan menchatku setelah urusan percintaannya yang gagal kembali move on.


Aku sangat salut pada Ira. Dia tetap legowo menerima kenyataan meski sangat pahit dirasa. Padahal Ira kini begitu cantik dan imut. Rambutnya juga kini panjang tergerai. Bahkan Ira sampai memilih resign dari perusahaan tempatnya bekerja karena malu jadi ghibahan teman sekantornya dan calon suaminya juga.


"Kamu ikut aku aja, Ra! Kita bekerja sama membangun butik warisan Mama Mertuaku! Kamu khan suka mendesain baju! Bisa lah untuk mengobati luka hatimu dengan kesibukan bekerja di butikku!"


Ira senang sekali karena bertemu aku. Dia bilang, aku adalah perempuan paling beruntung. Menikah dengan anak pengusaha dan kini hidup bahagia penuh cinta.


Aku tersenyum. Dalam hati juga mengakui kebenaran ucapannya.


Aku sangat bahagia. Semoga kebahagiaan ini untuk selamanya.

__ADS_1


...❀❀❀BERSAMBUNG❀❀❀...


__ADS_2