PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 236 IN FRAME "CURAHAN HATI CHRISTIAN"


__ADS_3

Christian kini sudah ada di depan pusara Firman Setiawan. Ia menaruh buket bunga dan menaburkan sebungkus kelopak mawar merah di atas makam mantan kekasih istrinya itu setelah mencabut beberapa rumput liar yang tumbuh mengganggu.


Matanya fokus ke atas pusara.


Doa-doa ia panjatkan untuk almarhum Firman Setiawan Bin Suhada Bangsa.


"Firman...! Maafkan aku yang telah mengambil Lody dari sisimu! Maaf...! Aku tak bisa menjaga diriku dari hasr*t birah*ku saat itu untuk tidak menyentuh Lody. Hhh... Maafkan aku ya, Firman!"


"Aku selalu berusaha membahagiakan Lody dan kedua putra kami. Aku ingin sekali melihat Lody selalu tersenyum tertawa. Lody adalah belahan jiwaku. Tempatku berbagi cerita dan keluh kesah! Lody adalah segalanya bagiku! Tanpa Lody... aku tidak tahu, bagaimana hidupku! Hanya Tuhan yang Maha Tahu isi hatiku ini. Aku... sebagai seorang manusia yang berlumur dosa, hanya ingin meminta maaf darimu tulus. Meski sudah sangat terlambat, karena kau sudah bahagia disisi Allah Ta'ala. Tapi aku... ingin meminta maaf secara pribadi, atas kesalahanku dimasa lampau kepadamu!"


Chris kembali menengadahkan kedua tangannya. Berdoa dengan sungguh-sungguh lalu menyiramkan air bunga mawar ke atas pusara Firman Setiawan.


Ternyata ada seseorang yang sedang bersembunyi di balik pohon besar.


Airmatanya berlinang. Tapi bibirnya membisu tak terdengar isak tangis.


Dia adalah Mutia Permata Melody. Istri dari Christian sendiri.


Mutia memang setiap tiga bulan sekali menyambangi makam Firman setelah makam Bapaknya. Sudah seperti ritual khusus baginya setiap tiga bulan sekali.


Memberi sedekah atas nama almarhum serta membayar uang bulanan kepada pengurus makam agar tempat peristirahatan terakhir keduanya selalu dalam kondisi terurus dan bersih.


Mutia baru pertama kali ini mendengar curahan hati Christian.


Meski telah menikah selama enam tahun lebih, ia tak pernah tahu isi hati sang suami.


Christian yang ia kenal adalah pribadi yang sangat dewasa. Yang selalu memiliki ide-ide dan jawaban fantastis dari setiap pertanyaan orang disekitarnya.


Tak pernah terlihat gundah gulana, kecuali kediamannya yang misterius. Dan jawaban 'minta doanya' yang familiar di telinga Mutia.


Mendengar pengakuan sang suami, Mutia pun akhirnya menghampiri.


Chris kaget setengah mati mendapati sentuhan tangan di bahu kanannya.


"Astaghfirullahal'adzim!" pekiknya.


"Ini aku, Mas!"


"Lody? Kamu... bikin Mas terkejut! Hehehe..."


"Aku dari makam Bapak, karena letaknya masih satu blok dengan makam Firman...jadi aku juga suka menyambanginya. Maaf ya, Mas! Aku gak pernah ceritakan hal ini pada Mas!"


Christian bangkit. Tanpa bersuara ia hanya memeluk tubuh sang istri.


Hatinya tidak pernah merasa kecewa pada apa yang Mutia lakukan walaupun tanpa izinnya.


Ia hanya selalu berdoa pada Allah, hati Mutia hanya akan tertuju padanya. Sampai nafas yang dikandung badan, harus kembali pulang kePangkuan Sang Pemilik.

__ADS_1


Mutia merasakan hatinya damai dalam pelukan Chris. Ia merasa sangat malu dan juga sedih.


Selama ini ia masih memiliki ganjalan dalam hidupnya meski hanya sedikit.


Mutia masih menyimpan kata, seandainya ini... seandainya itu...


Ia masih meragukan Christian walau hanya 35 persen saja. Tapi ia masih menyembunyikan rasa kecewa itu. Dan belum sepenuh hati menerima Chris sebagai suaminya.


Tiba-tiba seperti sebuah film yang Tuhan putarkan di otaknya.


Film tentang semua pengorbanan Christian yang selalu menjaganya sejak mula pertama mereka menikah.


Christian yang tak pernah menyakiti raga juga hatinya, meski hari demi hari yang mereka lalui dipenuhi dengan caci maki Mutia.


Meski di luaran orang melihat mereka adalah pasangan sempurna. Cantik dan tampan, namun di rumah besar Chris... Mutia-lah sang penguasa.


Ia selalu merutuk dan menyumpahi sang suami dengan kata-kata kasar juga pedas.


Tak jarang justru dialah yang selalu melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada Christian.


Hingga si kembar lahir.


Chris sama berjuangnya hidup dan mati seperti halnya Mutia melahirkan.


Mutia yang memiliki riwayat penyakit kekentalan darah, nyaris saja get out dari dunia jika tanpa ketelatenan Christian dalam merawatnya.


Belum lagi masa-masa baby blues-nya yang cukup menyiksa batin Mutia.


Ibunya... seperti amnesia. Melupakan Bapaknya serta dirinya dan kedua adiknya.


Mutia benar-benar sangat ingin pergi dari dunia saat itu. Tapi mengingat Bapaknya yang sakit-sakitan, dan kedua adiknya yang juga membutuhkan dirinya. Mutia berusaha tegar. Tentunya dengan bantuan Christian, sang suami siaga yang luar biasa.


Makanya Mutia sangat mengerti perasaan Viona yang nyaris sama seperti nasibnya.


Bedanya Viona lebih miris. Sang suami justru pergi meninggalkan dan memilih wanita lain yang juga dalam kondisi hamil.


Sedangkan Christian justru mensupportnya sampai detik ini. Hingga kini Mutia merasa dunia ada digenggamannya. Harta, tahta,... apalagi yang kini ia inginkan. Semua telah ia dapatkan.


Lalu ia teringat... ketika beberapa rekan bisnis Christian yang seorang perempuan muda, cantik, tajir dan kaya raya. Juga mengejar Chris dan sangat bernafsu ingin memiliki suaminya itu.


Barulah kini Mutia tersadar, bagaimana jika Christian tiba-tiba tergoda. Lalu menerima cinta perempuan itu yang kelasnya jauh lebih tinggi dari dirinya... Bagaimana dengan hidupnya nanti?


Terisak Mutia dipelukan Christian.


Malu dan rasa sangat takut kehilangan kini ia rasakan.


Manusia tempatnya salah. Betul.

__ADS_1


Manusia seringkali lupa pada masa-masa lalunya hingga kadang juga jadi lupa caranya bersyukur.


Seketika Mutia teringat Herdilan. Hancur hidupnya karena lupa mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beri untuknya.


Hancur semua masa jayanya.


Hanya karena langkah salah yang diambilnya justru menjerumuskannya.


"Mutia! Aku ingin kemakam Bapak!" ujar Christian lembut.


Mutia berjalan dengan digandeng mesra Christian. Mulai detik ini..., ia berjanji. Akan sepenuh hati dan seluruh jiwa raga mencintai Christian luar dalamnya.


Christian Suherman. Pria yang telah enam tahun lebih menjadi pasangan hidupnya. Yang selalu setia menemaninya. Dikala hatinya gundah, disaat jiwanya resah. Christian selalu ada untuk mengusapkan telapak tangannya yang lembut di punggung Mutia.


"Mas..."


"Hm? Iya, Sayang?"


"I love you!"


Christian terperanjat. Mutia mengatakan kalimat cinta di daerah pemakaman. Membuat hati Chris menghangat dan menghadiahkan satu kecupan lembut di kening sang istri.


"I love you too, Lody!"


Tiba-tiba mata Christian tertegun. Rantai kecil yang tadi masih membelenggu lehernya kini telah sirna.


Juga rantai kecil yang menjerat Mutia Permata Melody. Kini hilang.


Membuat Chris meraba-raba lehernya serta leher sang istri.


"Terima kasih ya Allah! Terima kasih atas karunia-Mu Yang Maha Besar!" gumam Christian pelan, namun terdengar juga di telinga Mutia.


Christian tersenyum bahagia.


Pancaran warna aura istrinya sangatlah indah. Seperti membentuk gambar hati, menembus auranya juga yang perlahan kuning terang bersinar.


Cinta 'kan membawamu


Kembali di sini


Menuai rindu, membasuh perih


Bawa serta dirimu


Dirimu yang dulu


Mencintaiku, apa adanya

__ADS_1



...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2