PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 12 Permintaan Ayah


__ADS_3

"Vi...! Duduklah!"


Aku yang baru pulang kuliah dipukul tiga sore mengikuti perintah Ayah yang sedikit lunak intonasinya.


"Vi...! Ada yang mau ayah ibu bicarakan sama kamu! Tapi nanti malam pukul delapan. Tolong siapkan diri ya!?!"


Aku terkesima. Kata-kata Ayah terdengar begitu ambigu ditelingaku. Terkesan, misterius nada bicara Ayah.


Kulirik wajah Ibu. Hanya senyum kecilnya yang tersungging. Membuatku makin bingung dengan semua ini.


Pukul delapan malam. Benar-benar kusiapkan mental serta pendengaran.


Karena tak biasanya Ayah Ibu mengajakku diskusi seserius ini.


Biasanya mereka hanya berbincang berdua jika tengah ada dalam satu posisi apapun dan mencari jalan keluarnya tanpa melibatkanku.


Kali ini, tentu saja aku merasa sangat gugup. Menerka-nerka apa yang akan Ayah Ibu katakan nanti.


"Vi! Umurmu sudah dua puluh satu tahun sebentar lagi. Kuliah juga sudah mendekati semester enam. Berarti setahun lagi prediksi Ayah, kamu akan lulus dan wisuda!"


Aku mengangguk. Menunduk mengaminkan dalam hati ucapan Ayah.


Setahun lagi. Setahun lagi aku lulus dan jadi sarjana. Pengorbanan masa mudaku tak akan sia-sia. Karena Ayah Ibu pastinya akan bangga.


"Ayah ingin kamu menerima tunangan Delan!"


Deg.


Jantungku berdegub kencang.


Ayah... membicarakan sesuatu yang tak pernah terlintas difikiranku.

__ADS_1


Apa-apaan sih, Ayah? Tunangan dengan si Herdilan Firlando itu? Si cupu dengan rambutnya yang keriting klimis itu? Yang seangkatan denganku bahkan mungkin hanya beberapa bulan saja usianya lebih tua dariku?


Aku menatap kedua bola mata Ayah. Ada keyakinan yang sangat besar terlihat diriaknya. Dan pada akhirnya, aku sendiri yang kalah oleh tatapan Ayah.


"Kenapa Delan, Ayah?"


"Delan terbaik dimata Ayah!"


"Iya kah? Tapi Viona ga suka Delan, Ayah!"


"Kenapa? Karena tampilannya?"


"Keseluruhannya."


"Kenapa? Karena Herdilan Firlando itu tidak setampan pria idaman kriteria kamu?"


Hhh...


Tapi untuk kali ini, aku ingin sekali mendebatnya.


"Delan memang baik. Tapi Vio ngerasa ga cocok sama Delan, Yah!"


"Kenapa? Kenapa bisa bilang ga cocok sedangkan kamu tak pernah membuka diri untuk kenal lebih dekat dengan Delan?"


Aku terdiam. Ucapan Ayah ada benarnya. Aku memang tak pernah berniat berteman akrab apalagi mendekat pada Delan.


Bahkan pribadi serta kehidupan Delan sendiri tak pernah kuketahui. Bagaimana mungkin aku bisa suka dan kini harus menerima tunangan Delan.


"Delan sendiri yang memintanya sama Ayah kah? Tapi dia ga pernah tuh, sekalipun memberi kode atau langsung nembak Viona!"


"Karena kamunya yang pasang wajah jutek terus! Tapi Papanya Delan sendiri yang kemarin siang mendatangi Ayah di kantor."

__ADS_1


"Papa Delan? Ke kantor Ayah?"


"Ya."


Aku terpaku. Tak lagi bisa berkata-kata. Jika orangtua dengan orangtua sendiri yang sudah saling bicara,... ini sudah seperti cerita-cerita novel tempo dulu. Yang kesannya seperti anaknya sendiri 'tak laku'.


"Delan sendiri?"


"Sejujurnya obrolan kami sudah hampir sebulan ini. Delan sendiri yang meminta kamu sama Ayah!"


"Meminta Vio? Sama Ayah? Terus... Ayah langsung setuju?"


"Kenapa? Apa Ayah salah menilai?"


Ibu memegang lengan Ayah. Berusaha mengingatkannya agar tidak mendebatku dengan nada tinggi.


"Ayah sudah kenal Delan sekitar tiga tahunan kurang. Dan Ayah rasa cukup buat Ayah menilai kepribadiannya yang low profil. Kamu tahu, Vi? Siapa itu Delan? Dia adalah salah satu anak tokoh ternama, Vi!"


Aku bengong. Kali ini benar-benar melongo.


Sungguh tak kumengerti pembicaraan Ayah.


Delan, Herdilan Firlando yang dandanan pakaiannya sederhana bahkan cenderung cuek nyaris dekil adalah anak tokoh ternama?


Anak siapa? Tokoh Apa? Tokoh kartun anime?


Aku menoleh ke Ibu. Berusaha mencari jawaban yang tak kudapatkan diwajah Ayah.


"Delan anak pejabat Bambang Suherman!" kata Ibu setengah berbisik.


Hah??? Anak Bambang Suherman? Yang... anggota DPR komisi 3 yang tugasnya mengurusi pasal hukum, HAM dan keamanan negara?

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2