PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
SESSION 2 CERITA YANG BERBEDA


__ADS_3

"Hoek, hoek!!!"


Viona Yuliana, sedang mengalami hamil muda. Setelah menggunakan tespek yang ia beli di apotik terdekat setelah dua bulan lebih tak menstruasi, ternyata hasilnya adalah dua garis biru.


Tentu saja Roger sangat bahagia. Rasanya lengkap sudah. Menjadi seorang suami, kini juga akan memiliki bayi dan sempurna statusnya sebagai pria paling bahagia di dunia.


Satu lagi orang yang paling bahagia mendengar Viona berbadan dua. Dzakki Boy Julian.


Bocah imut yang sudah lewat enam tahun itu bersorak kegirangan. Ia membayangkan akan hadir sebentar lagi, bayi mungil yang dipanggilnya 'adik'. Dzakki seperti sudah berespektasi tinggi.


Setiap kali setiap saat, siapapun orang yang dijumpainya, pasti Dzakki ceritakan kalau Maminya sedang mengandung adik untuknya.


Seperti kemarin siang...


"Mamang, mamang! Mami Dzakki sedang hamil dua bulan. Sebentar lagi Dzakki akan punya adik!" celotehnya pada Mang Dasri, tukang sayur keliling yang biasa lewat depan jalan rumahnya.


Tentu saja merona seketika wajah Viona. Bi Tini terpingkal-pingkal melihat tingkah putra asuhnya sedari kecil itu. Dzakki selalu menggemaskan.

__ADS_1


Mang Dasri bahkan menghadiahkan seplastik mangga muda pada Viona lewat Dzakki tentunya.


Alhasil Viona yang malu karena sesumbar Dzakki kepada siapapun perihal kehamilannya mengucapkan kalimat terima kasih pada mang Dasri.


"Semoga lancar kehamilannya ya, Mami Dzakki! Juga lancar persalinannya!" doa mang Dasri.


"Terima kasih, Mang untuk doa serta hadiah mangga mudanya!"


Tini yang tertawa puas ikut senang karena siang ini bisa ikutan ngerujak mangga muda bareng Viona.


....


Setiap pagi Roger bangun lebih awal. Menjerang air, membuatkan sarapan havermut dan air putih hangat agak panas untuk mengurangi morning sick yang dialami Viona.


Mood Viona juga kadang bisa tiba-tiba anjlok. Muntah-muntah, mual, lemas tak berdaya.


Padahal ketika hamil Dzakki ia sama sekali tak merasakan gejala seperti saat ini.

__ADS_1


Bahkan Viona baru terdeteksi hamil setelah mau empat bulan kandungannya oleh dokter Lena.


Bicara soal dokter Lena, sang dokter cantik nan baik hati itu kini pindah ke Gorontalo. Mengikuti bakti sosial di rumah sakit unit darurat selama dua tahun di sana.


Otomatis kini Viona harus mencari dokter kandungan lain yang berpengalaman. Dokter Lena merekomendasikan Dokter Iqbal. Namun Roger langsung menolak karena dokter Iqbal seorang laki-laki.


Tentu saja Roger tak mau ambil resiko memeriksakan kandungan sang istri tercinta pada dokter spesialis kandungan yang berjenis kelamin laki-laki.


"Hahaha... dasar si Roger ya!? Dokter Iqbal itu spesialis berpredikat. Dia juga sudah disumpah profesi pastinya! Ish! Cemburunya berlebihan!" kelakar Dokter Lena via VC ketika Viona memberitahukan penolakan Roger untuk periksa pada dokter yang Lena rekomendasi.


"Itulah mas Roger, Mbak! Malah kalau bisa, dia sendiri yang ingin membantu proses lahiranku seorang diri! Hehehe..."


"Ya ampun! Dosen songong itu sok multitalented banget ya!? Masak mau ambil kerjaan orang juga? Ck... Hahaha! Ya sudah, aku cuma bisa bantu doa dari sini. Terserah kalian mau periksa ke dokter atau bidan yang mana. Yang penting ponakanku lahir sehat, selamat. Oke?"


Viona senang sekali. Dokter Lena sangat memahami sifat dan karakter mereka. Akhirnya Viona bisa bernafas lega karena tidak menuruti anjuran periksa ke dokter Iqbal.


__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2