PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 97 AMARAH HERDILAN FIRLANDO


__ADS_3

Herdilan pulang ke Ibukota pagi harinya. Setelah menangis semalaman di kamar villa tempatnya bercinta dulu dengan Viona.


Saat itu juga jiwanya serasa terhempas dari raga. Melayang tak tentu arah tak tahu tujuan.


Delan benar-benar kecewa dan marah besar. Marah pada Sang Mama juga Sang Papa.


Hidupnya kini tak lagi punya arah tujuan. Membukakan mata serta hatinya pada sikap serta sifat jumawanya.


Wajah-wajah orang yang disayanginya satu persatu terbayang.


Mama... Papa... Viona bahkan Lady Navisha.


Semua bagaikan slide film yang diputar mundur ulang.


Semuanya. Hidupnya. Dan kejadian-kejadian yang silih berganti menghiasi hari di kehidupannya.


Seperti sebuah diagfrahma. Yang berfungsi dengan benar membawa udara segar masuk kedalam tubuh lalu menghembuskan nafas guna mengeluarkan zat yang bernama karbon dioksida serta gas lain dari paru-paru.


Semua tertata rapi. Slice demi slice. Lembar demi lembar kisah hidupnya yang manis walau dalam hati kecil ada ganjalan dan kekurangan.


Herdilan selalu mensyukurinya.


Hanya saja di usia belia ia sempat berbesar kepala dan sifat sombongnya entah diturunkan dari siapa, membuatnya mengalami kejadian memilukan.


Wajahnya hancur hingga harus merubah semua struktur menjadi seperti sekarang ini.


Sejak itu Delan berusaha berhati-hati dalam berkawan.


Tak ingin mendapatkan lagi bulian serta ketidaksukaan dari teman membuat sifatnya lebih tertutup.


Entah mengapa setelah tamat kuliah, menikah dengan Viona... ia seperti melupakan sejarah masa lalunya yang kelam.


Terlebih ketika Mamanya memberinya jabatan luhur, harta kekayaan serta kehidupan yang menyilaukan. Lalu... tiba-tiba Lady Navisha datang. Dan semua satu persatu menjadi hancur berantakan.


Hidupnya kini bagaikan bidak catur yang berhamburan di lantai. Tak lagi tahu fungsinya. Tak lagi faham manfaat hidupnya. Delan seperti serpihan debu yang tak bernilai.


Terlebih setelah melihat tayangan televisi, yang menampilkan kakak tirinya membuka aib kejahatan serta kedok sang mama. Hancur sudah jiwa raganya.


Tujuan utamanya kembali pulang ke istana Sang Mama adalah menanyakan kisah hidupnya.


Apa benar kalau memang Mamanya adalah madu dari tante Tania Camila? Apa benar selama ini sang Mama sirik ingin merebut suami hingga harta tante Tania dan kini bahkan nyawanya juga.

__ADS_1


Pukul tiga sore, Herdilan telah tiba di rumah besar sang Mama.


Ia melihat kondisi rumah yang sepi. Pertanda mama Tasya dan Lady istrinya belum pulang dari kerja.


Delan akhirnya memutuskan untuk masuk kamar, rebahan sebentar di atas ranjangnya yang mirip ranjang para raja.



Ranjang pesanan Lady untuk mereka bercinta, melampiaskan semua nafsu di sana.


Baru saja tubuhnya merebah. Tiba-tiba hapenya berbunyi.


Hhh... Dengan enggan dan ogah-ogahan, Herdilan berusaha mengambil ponsel dari saku celananya yang sedikit sesak.


Bruk.


Hapenya terlempar ke bawah. Membuatnya mendengus kesal.


Delan bangun dengan tangan meraih kembali ponsel di lantai. Tetapi matanya melihat sesuatu...


Sebuah kotak kecil di kolong ranjang!


Apa itu?? gumamnya dalam hati.


"Apa ini?"


Matanya melotot kaget ketika membuka kotak kecil dan ada banyak foto-foto Lady Navisha berpose mesum dengan berbeda pria.


Ia memang tahu kalau istrinya itu adalah seorang model majalah dewasa. Ia juga tahu bagaimana pekerjaan Lady di luaran sana.


Bahkan Lady sempat menjadi brand ambasador dari sebuah merk lingerie terkenal.


Otomatis memamerkan aurat dan berpose nakal bukanlah hal yang aneh bagi istri keduanya itu.


Tapi foto-foto ini... membuat bulu kuduk Herdilan meremang dan tubuhnya menggigil menahan amarah.


Foto-foto ini menguakkan kisah hidup Jelita Lara alias Lady Navisha tentang sepak terjangnya selama ini.


"Gila!!! Apa lagi ini?? Edaaaan!!!"


Herdilan berteriak kesal. Amarahnya benar-benar ada diubun-ubun siap untuk di unboxing.

__ADS_1


Hancur lebur perasaannya. Bersama dengan hancur pula seluruh isi kamarnya. Berserakan di mana-mana, setelah ia melempar menghempaskan semua yang ada. Termasuk pigura besar foto pernikahannya dengan Lady Navisha.


"Anj*ng!!!! Perempuan sundal!! Penipu!!! Rupanya dia menipuku dengan semua cerita hidup dan kepolosannya! Bangs*t!!!"


Herdilan merasa malu, karena ditipu oleh Lady Navisha. Yang mengaku masih perawan belum pernah bercinta dengan pria lain selain dirinya.


Lady mengatakan meski ia terlihat nakal dengan pose-pose menantangnya, namun dirinya masih suci belum pernah ternoda.


Tapi nyatanya, semua hanya palsu belaka.


Ada banyak pria yang pernah menjadi suami kontraknya. Total sekitar sembilan orang dan mereka bukan pria sembarangan pula.


Bahkan ada beberapa pria seusia papanya di lihat dari foto-foto itu. Juga ada selembar kertas pernyataan kalau Lady telah melakukan operasi sel selaput dara. Demi untuk mengelabui dirinya. Dan menikahinya tanpa peduli kalau Delan adalah suami sahabat masa sekolah.


Parahnya perempuan nista ini!


"Sayang? Sayang sudah pulang???"


Ini dia perempuan jahanam itu! Benar-benar membuatku seperti kerbau bodoh yang dicocok hidungnya! Sialan!!!


Plak!


Plak! Plak Plak! Plak


Desig!! Buk!


"Aaaahhhh..."


Teriakan demi teriakan Lady Navisha mengguncang seluruh penghuni rumah besar sang Mama. Hingga satu persatu ART nya berdatangan bahkan ada beberapa yang berusaha melerai namun malah ikut mendapat kekerasan dari Herdilan Firlando.


Hingga tiba-tiba...


"Herdilan!! Lepaskan!!"


Desig!


Gubrak!


Sang Mama jatuh terkapar, kena hajar kepalan tinju putra kesayangan yang sedang membabi buta melampiaskan amarahnya pada istri keduanya.


"Ma! Mama!! Maaa...!!!"

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2