
Hari itu... ketika hujan turun dengan sangat derasnya. Aku kembali menangis tanpa air mata, melihat tingkah Tasya tanpa sengaja yang sedang asyik berghibah di sebuah restoran mewah menggosipkan keponakanku Christian yang baru saja melakukan akekah putra kembarnya.
Wanita itu benar-benar tak tahu malu.
Mencuri milik sepupunya, namun tetap tanpa muka membicarakan kelemahan (aib) putra madunya yang memang memiliki anak sebelum enam bulan pernikahannya.
Sungguh wanita bermuka dua.
Aku malas bertemu dia. Membuat tubuh ini segera melipir segera sebelum Tasya melihat wajahku.
Kenken menancap gas pergi membawa mobil meninggalkan resto menuju ke rumah rahasiaku.
Hujan benar-benar sangat deras, membuat mobil yang dikendarai hanya bisa merayap pelan. Kabut juga turun membuat Kenken lebih berhati-hati melewati jembatan kota yang sepi. Tak seperti cuaca cerah, terkadang di jembatan ini lalu lintas padat cenderung merayap.
"Hei!!"
"Kenapa, Ken?"
"Ada perempuan yang menjatuhkan diri lompat pagar jembatan, Boss!"
"Cepat, keluar! Tolong dia!"
Kami berhenti tepat di pinggir jembatan besi. Nampak seorang perempuan sedang bertarung melawan arus sungai yang begitu deras.
__ADS_1
Byuurr
Kenken meloncat terjun ke arah hulu sungai. Menarik tubuh seorang perempuan yang terlihat sudah tak sadarkan diri akibat meminum air sungai.
"Boss!"
"Hhh... Apa... masih bisa di selamatkan?" tanyaku setelah Kenken keluar dari sungai dan aku membantunya menggotong tubuh mungil perempuan yang masih muda itu. Wajahnya tertutup rambut hitam panjang yang tersurai.
"Istrinya Delan, Boss!"
Aku pucat pasi.
Louisa!!!
Tubuh kurusnya membuatku merasa iba.
Kenapa istri si Herdilan ini melompat ke air sungai yang sedang banjir karena hujan lebat? Terpeleset kah? Atau... memang sengaja ingin bunuh diri?
Kupanggil dokter Lena. Sahabat dari psikiater-ku yang sesama dokter tapi beda spesialisasinya.
Ternyata, perempuan ini sedang mengandung. Begitu hasil pemeriksaan dokter Lena.
Kucoba menelpon orang kepercayaanku untuk menyelidiki lagi si Tasya serta si Delan, putranya.
__ADS_1
Hm... Tak butuh lama, semua kejahatan ibu dan anak itu kembali menambah daftar hitam kebencianku pada mereka.
Ternyata putra kesayangannya itu memiliki istri lain yang tinggal bersama si Tasya di rumah besarnya. Dan selingkuhan anaknya itu adalah artis talent yang bergabung di perusahaan mereka.
Hhh... Kasihan sekali perempuan ini!
Mataku tak bisa lepas begitu saja dari wajahnya. Louisa benar-benar seperti hidup kembali di wajah perempuan muda ini. Membuatku enggan berkedip dan memalingkan wajah darinya yang tertidur pulang dari ketidaksadarannya tadi.
Nasibnya ternyata tak lebih baik dari aku. Bahkan kedua orangtuanya baru saja meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Sungguh mengenaskan.
Kini ia mengetahui kebenaran yang pastinya sangat menyakitkan. Suaminya ternyata kini benar-benar menjadi kloningan sang Papa Mertua. Mengikuti jejak rekam buruknya dalam hal membagi percintaan. Hhh...
Apakah bisa aku mengajaknya bekerja sama dalam membuka kedok dan menghancurkan klan Bambang Suherman-Tasya Jessica?
Apa mau, perempuan muda ini menerima uluran tanganku untuk berjabat tangan melakukan persekongkolan membuat Bambang-Tasya-Delan mengakui dosa-dosa yang telah mereka perbuat?
Aku hanya mencoba mencari akal dan cara yang tepat. Agar Viona Yuliana mau mengikuti saran serta ajakanku berkongsi.
Perempuan ini sedang berada dalam titik nadir terendahnya. Hingga ia ingin bunuh diri mengakhiri hidupnya. Seperti benar-benar merasa sangat hancur hidupnya saat ini.
Meski cukup sulit untukku mendekatinya, tapi aku yakin... kebenciannya pada keluarga Herdilan akan mendekatkanku segera pada kehancuran hidup sepupuku yang jahat itu.
...In frame "JONATHAN LORDESS" is over...
__ADS_1
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...