PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 28 Liburan Di Pantai Kuta


__ADS_3

Bruk.


"Ah!"


Aku nyaris saja terpental tertabrak seorang wanita paruh baya yang berlari sangat cepat seperti sedang mengejar sesuatu.


Untung saja tangan seseorang yang gercep menangkap tubuh mungilku hingga tak jadi terhempas ke lantai keramik depan toilet umum.


"Terima kasih!" ucapku pada pria yang menolongku.


"Sama-sa...ma!"


Kami saling berpandangan. Dan... Seperti ada magnet yang menarik perhatian satu sama lain.


"Louisa!" serunya membuatku bingung.


"Maaf, Anda salah orang!"


"Kamu... Who's your name?"


Aku diam sesaat. Menatapnya lagi dengan pandangan tak mengerti.


"Saya,... Viona Permata! Bukan Louisa!" jawabku baru tersadar.


"Ouh, maaf Nona! Saya salah orang!" ralatnya kemudian seraya mengusap rambutnya.


Tampannya pria ini. Meski... usianya sepertinya sudah kepala empat. Tapi wajahnya mirip aktor film luar negeri. Gumamku dalam hati.


"Saya Jonathan! Maaf... saya tadi..."


"Saya yang harusnya minta maaf, dan terima kasih telah menolong saya tadi! Oiya... maaf, saya terburu-buru ingin ke toilet!"


"Oh iya, silakan, Nona!"


Aku segera masuk pintu toilet setelah berbasa-basi kenalan dengan pria lain di depan sana.

__ADS_1


Aduh! Andaikan mas Delan tahu aku pecicilan kenalan sama pria lain. Hiks... Bahaya juga ini!


Seperempat jam aku habiskan waktu dalam toilet. Dan sangat terkejut sekali ketika mendapati Tuan Jonathan yang masih setia berdiri.


"Maaf, Nona! Saya sengaja menunggu Nona! Boleh kah saya mengenal Nona lebih dalam lagi?"



Aku bingung sendiri. Hanya menelan saliva sambil menunjuk ke arah sang suami menunggu.


"Suami saya sedang menunggu saya, Mas! Maaf!"


"Oh... sudah bersuami rupanya! Maafkan saya, Nona! Permisi..."


Aduh... ini orang! Ganteng-ganteng tapi koq agak menakutkan ya! Keberaniannya lumayan oke lah!


Aku menghela nafas. Menunggu membiarkan Tuan Jonathan pergi berlalu. Baru aku juga meninggalkan toilet kembali pada mas Delan.


"Lama banget!" keluh mas Delan dengan bibir cemberut.


Kuusap peluhnya seraya tersenyum tipis.


"Bagaimana kalau suami cupumu ini mendapat cobaan di rayu para pengepang rambut itu?" katanya dengan bermain peran. Mimik lucunya membuatku tertawa terpingkal-pingkal.


Ternyata ada sisi komedi juga di dirinya mas Delan!


Aku senang sekali. Kembali terlupa pada kejadian tadi di pintu toilet umum dekat pantai.


"Pulang yuk?" ajaknya setelah cukup lama kami bermain-main di pesisir pantai Kuta.


"Ayo!"


Langkah kami terasa begitu ringan setelah hati ini bersatu padu kini.


Mas Delan adalah suamiku. Dan aku telah berjanji dalam hati, akan selalu setia menjaga cinta ini. Selamanya.

__ADS_1


Kuharapkan begitu pula dengan ia. Berjanji seiya sekata. Bahwa hanya aku satu-satunya wanita dalam hatinya setelah sang Mama.


Aku merekatkan kelima jari kananku ke jemari kirinya.


Kamu tersenyum. Sama-sama bahagia.


Semoga cinta ini abadi, selamanya.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Dua hari di Kuta dan delapan hari di Ubud, cukup membuat kami semakin intim sebagai pasangan suami istri.


Rencana kami akan pulang ke Ibukota sekarang.


"Terimakasih atas jamuan bi Kurni, mbak Clon juga Cemen!" ujarku pada para pengurus dengan mengulum senyum.


Mas Delan juga memeluk erat tubuh Cemen. Mengucapkan salam perpisahan yang cukup mengharukan.


"Kapan-kapan main lagi kesini, Tuan!" kata Cemen pada suamiku.


"Ya. Nanti kalau liburan lagi, kami pasti akan ke sini! Terima kasih, bro!"


Aku menggandeng mesra mbak Clon yang seminggu lebih ini mengurus segala keperluan kami bersama bi Kurni.


"Jangan lupakan kami ya, Non?" tutur bi Kurni.


"Tentu tidak, Bi! Vio justru akan selalu mengenang kebaikan kalian yang sangat sabar dan telaten mengurus kami! Hehehe..."


"Terima kasih banyak, sudah mempercayai kami!"


Bertemu dengan orang baru yang menyenangkan tentu saja membuatku bahagia. Tapi ternyata ada pertemuan biasanya juga ada perpisahan.


Dan perpisahan dengan orang-orang baik sangatlah tidak mengenakkan.


"Salam sama om Lordess ya Bi?" pesan mas Herdilan sambil melambaikan tangan. Kami berdua telah masuk mobil jemputan yang akan mengantar ke bandara.

__ADS_1


Sore ini juga kami pulang kembali ke tempat asal.


...❀❀❀BERSAMBUNG❀❀❀...


__ADS_2