PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 78 GILA! GILA! GILA!!!


__ADS_3

Pulang ke rumah, kudapati Herdilan sedang duduk berjongkok di depan pintu rumah.


Miris memang, kelihatannya. Tapi mengingat perlakuannya padaku, semua kegilaannya bersama sang Mama. Emosiku kembali meninggi.


Terlebih mengingat cerita kak Jo tadi siang soal Mama serta Papanya yang seolah bersekongkol merencanakan suatu kejahatan yang amat sangat kejam bagiku. Melenyapkan istri pertama suaminya.


Saliva hanya bisa kutelan. Apakah aku juga akan bernasib sama seperti ibu Tania, mamanya Fika? Apakah dikemudian hari nanti Delan bisa saja menginginkan kematianku dan bekerja sama dengan Lady Navisha.


Bahkan urusan jodoh sepupunya yang lain pun, mamanya Delan masih ikut campur juga. Bahkan mengajak kerja sama perempuan lain untuk mengeruk keuntungan di lain sisi.


Ya Tuhan! Ternyata di dunia ini, ada juga manusia-manusia berfikiran picik culas dan kejam seperti mama Tasya yang semula kukira malaikat berwajah cantik. Ternyata...


"Viona!"


Aku menatap wajah tirus yang kemudian berdiri menghampiriku.


"Kenapa masih pulang kesini?"


"Aku akan menceraikan Lady secepatnya. Aku janji, Viona! Sekarang berkas itu sedang di siapkan oleh pengacaraku!"


"Berkas? Berarti kalian nikah resmi? Apa itu sah, tanpa tanda tanganku sebagai istri pertama?"


"Maaf... Maafkan aku juga Mama, Vio!"


Aku tak habis fikir. Pria itu menggenggam jemari kananku.


Dulu aku selalu senang jika pria ini melakukan hal itu. Terlihat manis dan romantis.

__ADS_1


Tapi kini aku muak melihatnya melakukan itu. Jijik dengan sikap sok imut dan berasa manis. Dia pandai bersandiwara. Sama persis seperti kedua orangtuanya yang pandai pula mengambil hati.


"Viona..."


Kutepiskan tangannya sedikit keras. Karena aku bukanlah orang yang pandai menutupi perasaan yang galau.


"Aku ingin cerai!"


"Tidak bisa. Kita tak bisa dan tak mungkin cerai!"


"Kenapa? Apa karena aku sedang hamil?"


"Salah satunya. Dan aku tidak akan pernah menceraikanmu, Viona!"


"Hhh... Kau lupa, itu terjadi karena kesalahan siapa?"


"Huh! Maaf! Keputusanku sudah bulat, Delan! Aku minta cerai! Jika kamu tak segera mengajukannya, aku yang akan melangkah!"


"Viona, tolong beri aku kesempatan! Sumpah demi Tuhan... aku telah bodoh melakukan kesalahan itu! Aku ingin memperbaikinya dan Lady sedang kuurus proses perceraiannya!"


"Sewaktu kau memulai melakukan pengkhianatan dengan si Lady Gagak, apa kau memikirkan bagaimana perasaanku? Tidakkah kau merasa sangat bersalah dengan tindakanmu itu? Tapi kau malah tetap lanjutkan hubungan. Bahkan sampai perempuan itu hamil. Berarti kalian melakukan hubungan intim itu lebih dari sekali, bukan?"


Delan diam tak berani menjawab. Hanya tatapannya yang redup dengan isyarat netra mengiba, meminta belas kasihan dariku yang kadung benci perbuatannya.


Aku tak kan memaafkanmu, Delan! Juga si Lady dan mamamu yang telah membiarkan tingkah laku bejadmu berlangsung terus bahkan dengan tenangnya menghadiri pernikahan keduamu dengan perempuan lain!


"Viona!"

__ADS_1


"Pergilah dari rumah ini! Aku kasih waktu beberapa jam untukmu masuk ke dalam dan mengemasi barang-barangmu! Aku sudah bulatkan tekad, akan bercerai secepatnya denganmu. Rumah ini juga sudah atas namaku. Dan akan jatuh ke tanganku sebagai harta gono-gini dan juga uang dispensasi atas kerugian mental serta moral dan materiil yang sudah menghancurkan hidupku."


Bruk!!!


Kubanting pintu rumah dengan berurai air mata. Kembali teringat akan sakit hati ini yang bahkan nyaris saja menghilangkan nyawa sendiri.


Aku mungkin saja saat ini sudah menjadi hantu gentayangan jika kak Jo tak menolongku saat itu.


Kak Jo! Pria yang awalnya kupikir agak sedikit kurang waras otaknya karena selalu memanggilku 'Louisa'. Siapa sangka ternyata ia adalah sepupunya mama Tasya. Kak Jo adalah om Lordess-nya Herdilan. Dan ternyata kakak dari istri pertama papa Bambang. Hhh...


Dunia ini sungguh aneh! Begitu banyak orang yang tidak memiliki akal sehat hanya untuk mendapatkan sesuatu yang mereka sebut 'kebahagiaan' tanpa banyak fikir panjang.


Seperti mama Tasya. Merebut suami dari sepupunya diam-diam. Kuanggap itu perbuatan 'gila'.


Kini, suamiku sendiri yang memang menikahi aku bukan dengan cintanya sendiri, tapi dari sebuah kesepakatan Ayah dan Papanya. Juga dengan 'gila' menikah lagi di belakangku. Dengan teman dekatku sendiri di masa kuliah dulu. Gila, gila!


Dan aku... mendapatkan mobil baru impianku dari papa Bambang hanya untuk menutup mulutku perihal hubungan rumah tangganya dengan mama Tasya karena aku telah mengetahui 'rahasia besar'nya. Gila!


Aku sendiri... benar-benar nyaris gila kini! Dalam kondisi batin yang hancur berantakan. Hati yang luka berdarah-darah.


Yang kukira rumah tanggaku setahun ini adalah masa terindah dalam hidupku, ternyata kebalikannya.


Ini adalah masa terburukku. Di usiaku yang ke-24 tahun, aku... mengalami semuanya.


Kehilangan suami, kehilangan mertua, bahkan kehilangan kedua orang tua.


Ya Tuhan...!!! Tolonglah hambamu ini!

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2