
"Vi,... kalau kamu merasa terancam tinggal di rumah ayah, kamu nginap di rumahku saja!" celetuk Ira membuatku menggeleng.
"Terima kasih, Ra! Aku paling ngungsi ke rumah tante Widya kalau memang kondisi di rasa sudah aman!"
"Memangnya para wartawan sampai ngejar Viona sampai rumah?" tanya kak Firman.
"Ga sih... baru beberapa hari ini saja aku agak kurang worth it. Secara mereka juga fikir aku pernah jadi bagian dari keluarga Tasya Jessica. Dan mereka minta konfirmasiku lagi, kenapa aku minta cerai. Hhh..."
"Ya juga sih! Orang-orang yang pernah bersinggungan dengan 'target' berita sudah pasti akan terus kami para jurnalis kejar. Apalagi kamu juga cukup lama hidup berumah tangga dengan Herdilan, putra tunggal pemilik PH Pesona Tasya yang sekarang sedang viral di berita gosip! Bahkan...,"
Kak Firman menghentikan penuturannya, membuatku dan Ira menunggu penasaran lanjutan ceritanya.
"Bahkan apa?" tanya kami berbarengan.
"Hehehe... syukurlah kalian tidak menyadarinya!" jawaban yang ambigu dari kak Firman. Aku dan Ira saling bertatapan.
"Apa sih maksud kak Firman?"
"Yang sekarang sedang ramai itu! Masalah laporan kepolisian untuk Tasya Jessica itu!" Masih dengan pernyataan yang membingungkan kami.
"Kak Christian?" tebakku penasaran.
"Istrinya. Hehehe..."
"Istrinya? Kak Melody? Kenapa?" tanyaku kaget.
"Mutia Permata Melody."
"Aih??? Mutia Permata... itu, mantan pacar kak Firman?" Ira lebih dulu spontan berteriak. Ia bisa membuka clue kak Firman.
__ADS_1
"Kak Melody itu kak Mutia Permata? Tunangan kakak yang model itu bukan?"
Kak Firman mengambil dompetnya. Sebuah gambar diri seorang gadis cantik dengan gaya lawasnya.
Ya. Itu kak Melody! Istrinya kak Christian yang dua hari ini jadi perbincangan orang se-Indonesia! Jadi... dia adalah mantan tunangannya kak Firman?
"Ya Tuhan!!! Fotonya pun masih bersemayam di dompet kakak?"
Aku terpana, memandangi wajah kak Firman yang bersemu merah karena malu.
"move on, Kak! Move on! Istri orang sekarang dia ni..." Ira berkata yang membuatku dan kak Firman tertawa.
Mirisnya. Orang yang setia justru sangat susah untuk pindah ke lain hati meski tersakiti. Padahal itu sudah berlangsung sekian bulan bahkan setahun lebih. Tapi kak Firman masih menyimpan foto cantik kak Melody alias Mutia Permata Melody, mantan tunangan yang memutuskannya tiba-tiba. Hhh...
"Jadi... istrinya kak Chris itu mantan tunangan kak Firman? Ya ampun..."
"Hhh..."
"Bingung aku mau komen apa!?!"
Ira hanya bisa menepuk-nepuk bahu kak Firman.
"Itu masa lalu. Memang. Tapi aku susah melupakannya. Hehehe... parah ya?!?"
"Banget!" timpal Ira cuek membuatku mencubit kecil jemarinya.
"Ish... Ira!"
__ADS_1
"Aku sih, sorry sorry to say ya! Ga da tempat buat mantan tunangan yang udah nyakitin hati ini! I am sorry good bye, pokoknya! Ga mau ingat-ingat masa lalu!"
Kak Firman tersenyum menunduk.
"Aku senang, dia bahagia dengan rumah tangganya. Memiliki suami tampan dan kaya, anak kembar yang menggemaskan, setidaknya aku bisa bernafas lega melihat Muti-ku semakin cantik sekarang!"
Ya Tuhan... Cinta kak Firman membuatku ingin menangis berguling-guling. Inikah cinta yang tulus? Cinta yang selalu mendoakan kebaikan meskipun beribu jarum menghujam hati serta jantung. Bahkan meski penghianatan telah menodainya dan membuat hati luka tak berdarah. Hiks... Andaikan orang yang mencintaiku seperti ini hatinya!
Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Ira memukul-mukul meja cafe kesal karena kebucinan kak Firman yang kronis.
"Please, kak! Carilah ganti! Cepat nikah, kau akan segera melupakan perempuan itu! Secara umur kakak sudah 28 tahun khan tahun ini? Sudah dewasa untuk membina rumah tangga."
"Belum ada yang seindah percintaanku dengan Muti, Ra! Ada yang sempat bikin jantung ser-seran, tapi... minder duluan akunya! Hehehe..."
"Kenapa? Kejarlah! Asal dia single, bukan milik orang! Nanti netizen marah, kakak dibully disebut pebinor!"
"Hahaha...! Thanks, Ra untuk supportnya! Kali ini aku akan berusaha!"
"Tapi lupakan 'mantan'! Cewek biasanya illfeel kalo dibanding-bandingkan, kak!"
"Hahaha... iyakah? Terima kasih masukannya, Ira Lupita!"
"Hehehe... sayangnya aku punya pacar, Kak! Kalo engga', sudah kurayu kamu buat mau jadi Papa untuk anak-anakku! Jiaaaah hahaha... Viii... tolong pegangin gue, Viii! Takutnya terbang ke awan, lupa daratan! Hahaha..."
"Hahaha..."
"Sedih ya, ketika yang dua tahun 'kalah telak' dengan yang dua bulan?! Huaaa hik hik hiks... apes, apes! Hahaha..." kata Ira lagi dengan kalimat menyedihkan.
Haish, Ra... Ra! Dasar ya sahabatku yang satu ini. Ira memang sahabat ter-the best. Aku tahu dia suka bercanda. Dan maksud tujuannya berkata itu hanyalah sebagai kata-kata pemacu semangat kak Firman saja. Karena Ira kurang suka pria yang tampan di atas rata-rata. Kak Firman bukan tipenya. Karena dirinya sudah tak lagi suka pria ganteng. Takut sakit hati katanya!
__ADS_1
Kami tertawa-tawa sampai beberapa jam di resto itu. Lumayan baik juga ownernya membiarkan kami nongkrong lama di sana. Tapi memang banyak makanan dan minuman yang kami pesan. Aku sengaja mentraktir mereka berdua, sahabat-sahabat terbaikku.
...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...