PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 16 Fitting Baju Pengantin Bersama Mamanya Delan


__ADS_3

Wisuda akhirnya di depan mata. Aku kini resmi menyandang gelar sarjana begitu juga Herdilan Firlando.


Setelah empat tahun lamanya menuntut ilmu mengejar nilai dan berkutat dengan tugas-tugas kampus yang membuat kami para mahasiswa sibuk, akhirnya buah manis itu bisa kami tuai.


Keluarga besar Aku dan Delan malamnya langsung mengadakan pertemuan.


Mereka sepakat menikahkan kami satu bulan ke depan. Persiapan demi persiapan telah mereka rangkai ternyata.


Bahkan Mamanya Delan melarang Ibuku untuk bersibuk ria karena ada WO yang akan mengurusnya.


Terang saja, mereka keluarga konglomerat ternyata. Uang tak masalah pastinya bagi mereka. Yang penting bisa menutupi semua rumor dan gosip diluaran sana!


Mama Delan, Tasya Jessica namanya... di masa muda ternyata pernah menjadi artis ibukota. Walaupun hanya cameo beberapa film saja, katanya. Tapi ternyata kehandalan tangan dinginnya justru lebih terkenal di bidang usaha periklanan.


Ternyata beliau adalah queen of iklan. Produser yang banyak memboomingkan iklan-iklan di televisi. Hingga para produsen makanan ringan yang iklannya laris wara-wiri dilayar televisi kita adalah hasil production house mamanya Delan.


Beliau juga memiliki brand butik ternama di negeri ini. Bahkan cukup terkenal di beberapa negara Asia dan Eropa.


Mmm... Pantas saja duitnya bergelimangan dari mana-mana.


Belum lagi Papanya Delan. Meskipun kabarnya memiliki tiga istri termasuk mamanya Delan, tapi beliau adalah keturunan keluarga kaya raya. Belum lagi perusahaan yang beliau dirikan sendiri di bidang properti.

__ADS_1


Belum lagi saham-sahamnya juga tersebar di pabrik semen nusantara. Benar-benar luar biasa.


Kami di bawa mama Tasya ke butik salah seorang perancang mode ternama, untuk fitting baju pengantin katanya.


Jujur aku grogi. Ini pertama kalinya kami jalan bersama. Aku, Delan juga Mama Tasya.


Kadang aku bingung sendiri. Memikirkan kisah kehidupan keluarga mereka. Menikah diam-diam selama puluhan tahun, bahkan memiliki satu anak tanpa diketahui keluarga sepertinya itu nonsens.


Apalagi keduanya adalah orang sohor. Dan pasti banyak mata-mata serta wartawan paparazi yang setiap saat mengintai mereka.


Apa itu penyebabnya sifat Delan begitu dingin dan tertutup? Karena hubungan kedua orang tuanya yang aneh?


Dimana para orangtua lain menikah dan tinggal bersama saling dukung saling support bahkan saling bersatu mengurus buah hati. Sedangkan mama Tasya dan Papa Bambang, aku kadang bingung... kapan mereka ketemuan.


Bagaimana mungkin mereka bebas mengekspresikan kasih sayang mereka jika hubungan mereka saja terjalin diam-diam tanpa ada orang tahu?


Lalu... bagaimana jika sang istri pertama tahu? Apa yang akan terjadi pada mama Tasya dan juga Delan? Sedangkan posisi pernikahan mereka sudah sangat lama... 23 tahun. Seiring dengan usia Delan yang kini 22 tahun.


Mengapa Mama Tasya yang cantik jelita juga kaya raya begitu enjoynya bertahan sebagai istri siri yang banyak orang lebih suka menyebutnya pelakor?


Mengapa tak mencari pria lain yang lajang dan tak akan menimbulkan resiko apalagi kegaduhan dikemudian hari?

__ADS_1


Hhh...


Kupijat pelipisku yang terasa pening.


Jalan hidup orang berbeda-beda. Nasib juga garis tangan serta kisahnya... semua tiada sama.


Juga jalan fikir dan sudut pandang setiap orang juga. Semua tak bisa dipukul rata.


Seperti kini aku yang seperti cinderella yang dinikahi pangeran dingin demi menjaga nama baik Ayahku serta Papanya. Apakah itu masuk akal?


Apa tidak ada keinginanku untuk berontak? Mengapa juga Delan yang sejatinya seorang pria yang harusnya lebih tegas dalam menentukan sikap juga ikut-ikutan letoy tak melawan keadaan?


Apa memang ini takdir kami? Yang telah Tuhan gariskan berjodoh satu sama lain karena jalan ke arah itu begitu mudahnya?


Entah...


Aku hanya bisa mengikuti arusnya saja. Sampai mana semua ini akan terus berlanjut. Dan Tuhanlah Yang Maha Menentukan.


Delan sendiri seolah tak mempermasalahkan pernikahan ini. Meski kami sama-sama sepakat untuk tidak mengundang satu pun teman kampus kecuali Ira seorang saja.


Setidaknya, kami tidak akan jadi bahan tawaan serta lelucon teman kampus. Tamu undangan pun keseluruhan berasal dari kerabat dan juga rekan bisnis mama Tasya serta teman juga saudara Ayah dan Ibuku.

__ADS_1


Hari itu, kami hanyalah boneka hidup para kedua orangtua.


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2