
...POV Herdilan Firlando...
Hhh... Viona, maafkan aku istriku tercinta.
Aku... telah mengkhianatimu. Aku... telah mengingkari janji suci yang telah kuikrarkan di depan penghulu setahun yang lalu.
Sungguh kumohon maafkan aku!
Bahkan kini aku menjadi pecundang dengan mengirimmu liburan ke Lombok sedangkan aku justru melangsungkan ijab kabulku bersama Lady Navisha.
Hhh...
Sungguh aku tak pernah menyangka, jikalau diriku sebiadab ini padamu.
Ini gila! Ini benar-benar membuatku gila!
Lady hamil. Lady mengandung anakku. Darah dagingku yang tertanam setelah dua bulan lalu kubuahi rahim gadis penggoda itu.
Aku... diluar kendali sendiri saat itu.
Tubuh indah Lady, gemulai lekukannya... membuatku gelap mata. Berawal dari rasa ibaku dan ingin sekali melindungi Lady dari kekejaman penyiksaan pamannya.
Aku... justru melakukan hubungan badan yang diharamkan Tuhan lewat perbuatan dosa.
Kami bercinta, atas dasar suka sama suka. Tanpa paksaan apalagi dibawah tekanan.
Lady Navisha, gadis itu menyerah pasrah dalam pelukan tubuhku yang basah bermandikan keringat.
Kami benar-benar saling memberi dan menerima di malam penuh dosa-dosa dikelilingi para setan yang bersorak sorai bahagia.
Aku... benar-benar lupa ingatan, hingga lupa kalau diri ini telah memiliki seorang istri yang selalu setia menunggu kepulanganku setiap harinya.
Pesona Lady membutakan mata dan hati ini. Kecantikan semunya menghipnotis kesadaranku yang biasanya selalu waspada pada cinta sesat yang biasa numpang lewat.
Lady menjeratku. Dan kini... ia menyimpan benih milikku di rahimnya.
Mama Tasya pun tak berkutik mendengar pengakuan Lady yang sudah sebulan ini tidak menstruasi.
Akhirnya... aku, terpaksa menikahi teman akrabmu, Viona!
Maafkan aku, wahai istriku!
Untuk saat ini, aku... akan berusaha menjaga keharmonisan rumah tangga kita agar kamu tak mencium gelagat aneh yang kini kutimbulkan.
...πππππππ...
...Liburan Viona...
Viona dan Ira benar-benar memanfaatkan momen liburan mereka berdua. Selfie dan kulineran keliling Mataram serta menikmati pantai Pink yang indah menakjubkan adalah tujuan utama keduanya.
__ADS_1
"Keren posemu, Vi!"
"Hehehe... Oke khan?"
"Oke banget, meski... Eh Vi, kamu koq keliatan agak kurusan ya?"
"Masa' sih?"
"Beneran deh! Tuh tulang selangkamu terlihat jelas menonjol, Vi!"
Viona memegang sebelah dada atasnya. Benar. Tulang yang kata orang adalah penentu seseorang itu kurus dan berisi.
"Kamu ga lagi sakit khan?" tanya Ira terdengar cemas.
Viona tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Engga' koq! Aku sehat!"
"Viona? Ira??"
Kedua wanita berumur 26 tahun itu spontan menoleh berbarengan ke arah sang pemilik suara.
Wajah tampan dihadapannya tertawa manis sekali.
"Apa kabar kak?" tanya Ira begitu sumringah. Begitu juga Viona. Matanya berbinar indah. Seperti mimpi ia bertemu teman masa kuliahnya yang dulu sempat Viona puja dalam hati.
"Baik. Sedang apa kalian di pantai Pink ini, Ira, Viona?"
"Ya ampun... kukira kak Firman sudah lupa namaku!" tukas Viona kegirangan. Rasa menyenangkan namanya dipanggil kakak tingkatnya itu.
"Kami sedang liburan, Kak! Kakak sendiri sedang apa? Liburan juga ya? Apa... jangan-jangan lagi bulan madu nih!?"
"Hahaha... nyindir kena mental nih!" jawab Firman membuat Ira tersipu.
"Ira... Kita ini senasib sepenanggungan dalam percintaan!" tutur kak Firman pada Ira. Tentu saja membuat ketiganya tertawa.
"Masa' sih, cowok setampan kak Firman bisa gagal dalam percintaan?" Viona mempertanyakan agar dapat kejelasan soal status Firman yang masih sangat ingin ia ketahui.
"Hehehe... Iya Viona! Begitulah. Kamu sendiri gimana? Dengar-dengar kabar kamu sudah menikah?"
Viona tersipu malu. Ira merangkulnya kasar.
"Ini nih, cewek paling beruntung di abad ini, Kak! Suaminya tajir melintir dia!"
__ADS_1
"Hush... sama aja ah! Ga begitu-begitu bangetlah!" ralat Viona merasa tak enak hati.
"Suami Viona, pejabat kah?" tanya Firman pada Viona.
"Suaminya Viona itu si Herdilan Kak! Kakak masih ingat dia khan?"
"Herdilan? Herdilan Firlando?... Masa'? Bukannya Herdilan pacaran sama Lady Navisha ya? Yang beda kelas dengan kalian? Tapi temannya Viona juga itu?"
"Hah? Lady Navisha?... Hahaha... Kakak salah dengar mungkin ya! Bukanlah. Viona sudah setahun nikah sama Delan?"
"Hah? Lalu... sebulan yang lalu aku... hm..!"
"Kenapa, Kak?"
"Ah... Mungkin aku ya yang salah lihat, Ra!"
Viona hanya tersenyum. Tapi tidak dengan Ira. Gadis yang masih melajang itu cukup mengenal Firman karena mereka pernah dekat sesama pengurus HIMA jaman kuliah.
"Kak Firman menginap di mana?" tanya Ira sebelum mereka berpamitan pisah tujuan.
"Aku akan pulang sore ini, Ra! Tugasku meliput selesai hari ini. Harus segera balik ke ibukota! Kenapa, Ra?"
"Boleh ga aku minta nomor kontak kakak?"
"Hehehe... sini ku scan QR!"
Ira tersenyum puas. Ia mengucapkan kata terima kasih seraya melambaikan tangan. Berjanji suatu saat nanti akan mengajaknya kumpul ketemuan di Ibukota.
"Kamu nih... Dasar deh, Ra! Bisa-bisanya minta nomornya kak Firman segala!"
"Duh kamu, sok-sokan! Padahal kalau saja belum menikah, pasti kamu juga akan senang dan berlaku yang sama kayak aku!"
"Hehehe... Iya mungkin ya!?"
Ira memicingkan matanya. Diam sesaat.
"Aku bingung. Kenapa kak Firman bisa-bisanya bilang Delan pacaran sama Lady?"
"Hm... aku tahu, Ra! Mungkin karena Lady itu adalah artis talentnya PH Mama Tasya. Jadi keduanya pernah terlihat bersama, dan kak Firman fikir... mereka berdua dekat, gitu."
"Bisa jadi sih ya!?"
"Lagipula suamiku juga bukan orang yang cepat akrab dengan siapapun apalagi dengan perempuan! Terlebih Lady. Khan kita juga tahu, mas Delan dulu gimana memandang Lady! Mereka bersama itu hanyalah suatu kebetulan. Hanya untuk urusan pekerjaan, Ra!"
"Hehehe... Iya ya! Iya juga."
Keduanya kembali melanjutkan liburan panjang mereka di pantai Pink. Menikmati keindahan panorama laut Mataram yang masih belum terjamah banyak orang.
...β€β€β€BERSAMBUNGβ€β€β€...
__ADS_1