PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)

PEMBALASAN DENDAM ISTRI PERTAMA (I Don'T Love You Anymore)
BAB 123 In Frame "KEJADIAN BURUK TERUS TERJADI"


__ADS_3

Tania Camila, istri pertama Bambang Suherman meninggal dunia setelah satu bulan Tasya masuk penjara. Bahkan proses penyidikan kasus istri mudanya itu masih sedang berlangsung.


Viona untuk beberapa hari tinggal di rumah Jonathan atas permintaan sang pemilik rumah. Otomatis rumah kontrakannya ditinggalkan sementara waktu dan usaha berjualannya di liburkan dulu.


Tiba-tiba Ira menchatnya,


menyuruhnya untuk segera menyalakan televisi.


Wow... ratu drama sedang ada di layar kaca! Bikin berita heboh apa dia?


Ternyata Lady Navisha membawa kabar tentang KDRT yang ia alami dari Herdilan Firlando.


Foto-foto kekerasan yang diterimanya dari Delan memenuhi acara hot gossip.


Ia melaporkan mantan suami Viona itu ke kantor polisi terdekat dengan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga.


Tak tanggung-tanggung pula biaya denda atau konpensasi yang Lady inginkan. Dua miliar rupiah.


Keren, keren! Benar-benar pelakor tak tahu diri perempuan ini! Setelah dia masuk menggoda Herdilan, kini dia akting melaporkan sang suami yang konon katanya melakukan kekerasan. Ck ck ck... Kasihan kau Delan! Inikah perempuan yang kau idamkan selama ini? Perempuan cantik, molek, semok dan berdedikasi dalam memberimu kenikmatan sesaat yang kau kira indah untuk selamanya? Mangga' mamam, Herdilan Firlando!


Begitulah isi hati Viona akan Lady dan Delan.


Semua perbuatan, pasti akan ada balasan. Dan kini perbuatan buruk dan jahat Herdilan serta Tasya Jessica selama ini telah tiba waktunya menuai hasil.


Tapi Viona masih geram, karena Lady hanya mendapatkan kekerasan saja dari suaminya. Sedangkan perempuan culas itu justru akan menangkup untung besar dari biaya konpensasi kerugian yang katanya dia alami moril dan materiil.


Viona berharap, Lady juga mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya itu. Dan perempuan itu kapok untuk tidak lagi menyukai barang orang serta memilikinya sembarang.


"Mereka sepertinya bakalan bercerai, Vi!" kata Ira di sore harinya. Teman rasa saudara Viona itu mampir sebentar sepulang kerja di butik kepunyaan Viona dahulu. Untuk bergosip ria tentang kehidupan bajingan dan bangsat itu. Julukan Herdilan-Lady.


Untungnya Viona sudah pulang ke rumah kontrakannya lagi di siang hari.


"Sukurin! Itulah kalau membangun rumah tangga di atas puing-puing yang tak kokoh pondasinya!" kata Viona puas.


Ira masih mengeluarkan sumpah serapahnya. Berharap Lady akan lebih na'as lagi. Belum cukup karma yang perempuan penghamba uang itu dapatkan menurut Ira.


Apalagi kini dia menuntut Herdilan dua miliar.

__ADS_1


"Beneran jadi crazy rich dadakan dia, kalo sampe menang di pengadilan melawan si Delan!" rutuk Ira mencibir Lady.


Viona hanya bisa tersenyum kecut. Fikirannya jadi membayangkan kesombongan Lady akan meningkat berkali-kali lipat kalau sampai perempuan itu bisa memenangkan kasus pelaporan KDRT dan perceraian dengan mantan suaminya.


Treet... treet... treet


Treet... treet... treet


Namun tiba-tiba, kak Jo menelpon Viona.


"Hallo, ya Kak?"


...[Viona! Bisakah kamu ke rumahku sekarang?]...


"Ada apa Kak? Di rumah Vi ada Ira, sahabat Vi, Kak! Viona baru pulang dari rumah kakak tadi siang! Kakak sudah pulang dari Singapura? Bagaimana semuanya? Fika, kak Chris juga kak Melody?"


...[Aku masih di Singapura, Vi! Lusa baru pulang bersama Christian dan keluarga kecilnya. Fika dan Roger akan stay di sana! Ada berita baru, Vi! Lihat televisi segera!]...


"Ya, Kak! Herdilan digugat cerat JeLa!


...[Bukan yang itu! Ini berita baru, tentang mas Bams! Khawatir kamu kembali terseret dan dikejar-kejar para wartawan!]...


Diambilnya remote televisi LED yang dipegang Ira.


"Pindahin dulu, Ra!" pintanya mencari-cari berita terbaru.


Dan...


Matanya juga mata Ira terbelalak membulat. Kabar terbaru yang benar-benar menghentakkan jiwa.


"Selamat siang pemirsa, berita terkini dari Comel Gossip... Seorang anggota Dewan Komisi tiga berinisial BS, pukul dua siang tertangkap tangan melakukan tindak korupsi senilai 10 miliar di sebuah kantor pengacara ternama inisial NH. SH. Keduanya disinyalir melakukan korupsi dan pencucian uang atas pembelian alutsista atau Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia sekitar tiga tahun yang lalu. Tersangka BS sendiri mengakui semua kejahatannya dihadapan penyidik. Saat ini tersangka yang juga suami dari artis, pengusaha dan selebgram senior pemilik Production House Pesona Tasya sudah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sekian Berita terkini, Comel Gossip,... selamat siang pemirsa! Selamat beraktivitas kembali!"


Papa Bambang!!!


Papa Bambang ditangkap Polisi karena kasus korupsi dan pencucian uang!


Dan kasusnya adalah kasus pembelian alutsista? Apakah ini kasus almarhum Ayah Viona dahulu? Karena itu terjadi katanya sekitar tiga tahun lalu, dimana pada akhirnya sang Ayah menjodohkan Viona dengan Herdilan demi menutupi skandal?

__ADS_1


Viona kembali teringat pada ucapan kak Jo, perihal ia harus menjual rumah sang Ayah demi kebaikannya di masa mendatang. Masa inikah maksud kak Jo?


Untungnya saat itu ia menganti nama kepemilikan rumah sang Ayah ke nama Om Tama, adik kandung Ibunya.


Viona menelpon kak Jo balik. Kepanikan mulai menguasai dirinya.


"Kakak! Kakak!!! Aku harus apa? Harus bagaimana?" tanya Viona histeris.


Ira yang berada di samping sang sahabat itu jadi bingung sendiri melihat Viona yang seperti orang yang kalut.


...[Pergilah ke rumahku! Tenangkan diri di sana! Jangan dulu keluar rumah. Biarkan semua aman. Suasana kondusif, baru kamu bisa aktivitas kembali! Dan pastinya cepat atau lambat pihak kepolisian akan meminta keterangan darimu, Viona! Tenangkan diri. Yakin semua akan bisa terlewati. Dan yang melakukan kesalahan akan mendapat ganjaran!]...


Viona terisak. Ia mengangguk-angguk menyetujui perkataan Jonathan Lordess.


"Vi! Ada apa? Kenapa kamu keliatan tertekan atas penangkapan papanya Delan? ...Apa..., kamu takut kembali dicari para wartawan? Dan siapa itu yang menelponmu?"


"Itu...kak Jonathan Lordess, Ra! Kak Jo adalah kakaknya Tania Camila, ibunya kak Christian suaminya kak Melody. Aku... aku harus pergi ke rumahnya segera, Ra!"


"Vi? Kamu jangan panik. Jangan seperti ini! Tenangkan diri dulu sebelum berangkat. Apa sebaiknya kamu ikut ke rumahku saja?"


"Makasih, Ra! Aku mau ke rumah kak Jo aja! Di sana ada bi Tini meskipun kak Jo sedang mengurus pemakaman kak Tania di Singapura!"


Ira mengangguk meski hati kecilnya kurang mengerti dengan perkataan Viona.


Ya. Viona memang belum menceritakan tentang kedekatannya dengan kak Jonathan, om-nya Herdilan.


Ia masih memendam rahasia itu sendiri. Dan suatu saat pasti akan Viona ceritakan pada Ira. Setelah semua keadaan dirasa tenang dan aman bagi Viona.


"Kamu mau berangkat sekarang?" tanya Ira ikut cemas melihat Viona mengeluarkan air mata.


"Aku mau ke depan jalan dulu, lalu pesan grab car. Kamu mau pulang bareng? Tapi aku ke arah yang berbeda, Ra! Daerah Selatan Ibukota!"


"Ya udah, jangan khawatirkan aku. Aku bisa naik ojek koq dari sini, Vi! Kamu hati-hati ya di jalan?"


"Iya, Ra! Terima kasih, ya... untuk pengertianmu! Nanti pasti aku akan ceritakan semuanya. Jika semuanya sudah baik-baik saja!"


Viona dan Ira berpisah ke arah yang berbeda setelah saling cipika cipiki dan saling support satu sama lain.

__ADS_1


...❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤...


__ADS_2