
Mawar Putih
πππππ
γ
Seperti biasa, tepat pukul 07.30 Wib Nia sudah berada di ruangannya. Ruangan yang menjadi tempatnya menghabiskan hari saat tidak berkutat di laboratorium. Setelah menyapa Profesor Yandi, Nia pun berjalan ke arah meja kerjanya. Langkah Nia terhenti saat mendekati meja kerjanya, matanya tertuju pada benda yang terletak cantik di atas mejanya. eh, ini punya siapa ya? Kok ada di atas mejaku? Ada yang salah tarok mungkin ya?Β Ada rasa penasaran di dalam hatinya, apa mungkin ada yang salah meletakkan benda tersebut di mejanya. Nia melihat ke kanan dan ke kiri, mencari sosok manusia lain yang bisa untuk di tanyai tentang asal usul benda tersebut. Nihil hasil pencariannya, tidak ada siapa pun di ruangan tersebut kecuali dirinya. Akhirnya Nia duduk di meja kerjanya memegang benda tersebut, menatap lekat untuk menyelidiki.
γ
Diangkatnya benda itu mendekati hidung mancungnya, dihirupnya dalam aroma wangi yang disuguhkan dari benda tersebut. Wangi sekali, Nia sangat menyukainya. Kemudian untuk ke dua kalinya Nia kembali mengulang menikmati aroma wangi dari benda tersebut. Hatinya bisa merasakan aroma wangi benda itu menyebar hingga ke dalam sukmanya. Hingga akhirnya Nia kembali menatap benda itu, benda yang sangat disukainya. Benda itu adalah sepuluh tangkai bunga mawar putih yang tertata rapi menjadi buket bunga nan cantik.Β Ini gak salah kirimkan? Kok bisa si pengirim tahu kalau aku sangat menyukai mawar putih?Β Penuh tanda tanya di dalam hatinya. Tidak bisa di pungkiri kenyataan bahwa bunga mawar putih memang adalah bunga favoritnya. Jangan di tanya bagaimana sukanya Nia pada bunga mawar putih.
γ
Nia kembali memperhatikan buket bunga itu dengan baik, ternyata ada kertas kecil di bagian bawah buket. Kertas kecil yang terlipat dua, sepertinya kertas itu adalah kartu ucapan dari si pengirim.Β Nia melepaskan kertas tersebut dari buket bunga dan membacanya.
γ
AKU TAHU KAMU SANGGAT MENYUKAI MAWAR PUTIH
KARENA ITU AKU SENGAJA MENGIRIMKAN MAWAR PUTIH CANTIK INI UNTUK GADIS CANTIK YANG SANGAT AKU SUKAI
AKU BERHARAP TIDAK LAMA LAGI KAMU PUN AKAN MENYUKAI KU
SEPERTI AKU YANG SANGAT JATUH HATI PADAMU
__ADS_1
β€BAGASβ€
γ
Nia terdiam, mengulang kata demi kata yang di tertulis rapi pada kartu ucapan itu. Rasa tak percaya dalam hatinya, seorang Bagaslah yang mengirimkan bunga kesukaannya pagi ini. Nia tidak habis pikir kenapa Bagas tetap tidak bisa berhenti mendekatinya. Sebenarnya sejak tiga bulan lalu Bagas memang secara terang-terangan berusaha mendekatinya, tetapi Nia sudah berusahan menolaknya secara halus. Sayangnya bukan Bagas namanya kalau mau menerima penolakan dari wanita yang tengah diincarnya. Dan ternyata sekarang Bagas mulai berani menaikkan level usaha pendekatannya kepada Nia dengan mengiriminya bunga mawar putih.
γ
Karena sedang tengelam dalam pikirannya sendiri sehingga Nia tidak menyadari kedatangan rekan-rekan seprofesinya yang sudah berjalan mendekatinya. Wulan, Bowo, Resya dan Anita heran melihat Nia yang tengah asyik dengan lamunannya sendiri.
γ
"Wah.. ada yang dapat bunga favoritnya nih, sampe-sampe orang sekampung sudah mengelilinginya, eh cuma dicuekin". Goda Anita.
γ
γ
"Siapa pengirim si putih cantik ini Nia? Kok bisa tahu tuh orang kalau kamu pecinta mawar puth?" Resya lebih penasaran tentang siapa pengirim bunga itu.
γ
Bowo yang sedari tadi memperhatikan teman-temannya mengoda Nia pun merasa heran, dia heran kenapa Nia hanya diam saja saat dibecandain teman-temannya. Dan kenapa Nia tidak menunjukkan rasa antusiasnya saat di tanya siapa pengirim bunga tersebut. Secara mawar putihkan memang bunga favoritnya seorang Nia, tapi kenapa ekspresi Nia biasa saja terhadap bunga mawar itu. Perasaan Bowo mengatakan ada yang salah dengan si pengirim bunga.
γ
__ADS_1
"Nia kenapa? Boleh tau ada apa? Kok diam aja ya, Nia kalau ada masalah cerita sama kita-kita. Itu loh gunannya teman. Gak boleh disimpan sendiri". Bowo akhiknya bertanya.
γ
Pertanyaan Bowo tadi sukses membuat teman-teman Nia fokus menatap wajahnya, akhirnya mereka menyadari kalau Nia tidak memiliki rasa antusias terhadap bunga tersebut, eh tunggu terhadap bunganya atau pengirimnya. Mereka pun ragu.
γ
Nia menyerahkan kertas kecil yang sedari tadi ada dalam genggaman tangannya kepada Bowo. Laki-laki itu mengambilnya dan membaca kertas itu dengan suara yang sedikit dikeraskan dengan tujuan supaya tiga temannya yang lain juga sama-sama mendengar. Selesai membacakan untuk teman-temannya, Bowo pun menatap Nia tetapi Nia hanya tertunduk menatap meja kerjanya. Tiba-tiba suasanan menjadi sunyi, sepertinya semua orang yang mendengar suara Bowo tadi sedang larut dalam pikiran masing-masnig.
γ
"Kenapa ya Pak Bagas itu tidak berhenti juga mengejarmu Nia, sudah di tolak tetap saja usaha. Sekarang pake kirim bunga segala". Wulan orang pertaman yang memecah kesunyian diantara mereka.
γ
"Trus kalau sudah gini harus gimana lagi coba, ini jelas-jelas si Pak Bagas mulai mencari tahu lebih banyak tentang kamu Nia. Buktinya dia bisa tahu bunga kesukaan kamukan dan mengirimnya untuk mu". Lanjut Wulan.
γ
"Aku bingung teman-teman, aku harus gimana coba nolaknya. Aku memang gak suka sama Pak Bagas, gak ada rasa. Aku juga gak tau kenapa, tapi aku hanya anggap dia sebagai salah satu atasan di perusahaan tempat kita bekerja. Aku cuma menaruh hormat sebagai atasan, gak lebih". Nia memang tidak bisa menjelaskan apa yang menjadi penyebab dia tidak menyukai Bagas, Nia sendiri tidak bisa mencari tahu apa yang salah pada diri laki-laki itu sehingga hatinya tidak bisa memilih Bagas. Apakah itu terjadi karena Nia sudah tahu traidrecord seorang Bagas yang terkenal sebagai Playboy atau karena hal lain yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Entahlah, Nia tidak tahu itu. Yang jelas Nia memang tidak memiliki rasa apapun terhadap Bagas.
γ
γ
__ADS_1
γ
γ