SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
144


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Bluebarry cake dan teh hijau hangat sudah terhidang di meja kerja Nia. Sebenarnya air liur Nia sudah meleber ke mana-mana, Nia terlihat bersemangat memotong kecil kue berwarna unggu itu dan memasukkan segera ke dalam mulutnya.


 


“Emmm, enaknya “. Gumam Nia sambil mengunyah pelan untuk mendapatkan lebih banya rasa nikmat dari sendokkan pertamanya.


 


Nia bersiap memasukkan suapan kue yang nampak lumer itu untuk kali kedua, tetapi handphonenya berbunyi. Nama Aisakha terpampang di sana, panggilan masuk dengan menggunakan fasilitas tatap muka.


 


“Suamiku “, suara riang Nia saat mematanya melihat Aisakha tersenyum di negara nun jauh di sana.


 


“Sebegitu senangnya ?” Aisakha tersenyum lucu melihat sikap Nia.


 


“Ya, mau gimana lagi. Aku rindu kamu, jadi ya langsung senang bisa lihat wajah tampan kamu, sayang “. Suara riang Nia masih terdengar jelas.


 


Nia memasukkan suapan keduanya yang sempat tertunda. Wajahnya kembali terlihat senang, lumeran kue itu begitu nikmat.


 


“Apa itu ?” Aisakha memperhatikan dengan seksama.


 


“Ooo, ini sayang “. Nia mengarahkan kamera handphonenya ke kue di atas meja. “Dan ini “. Sekarang kamera handphone sudah ke arah teh hijau hangatnya.


 


“Kue, jam segini ?” Aisakha melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. “Tumben ?”


 


“Emmm “, suara Nia dengan mulut penuh.


“Sayang “. Nia segera menelan kunyahan kuenya. “Pertama, aku merasa sangat kepengen makan kue ini. Kedua, aku sedikit lapar. Tapi aku Cuma mau ngemil saja, bukan makan berat “.


 


“Kepengan ? Lapar ?” Aisakha mengulang jawaban Nia. “Tumben ?” kata yang sama kembali di ulang Aisakha, masih dengan rasa heran yang sama.


 


“Soalnya ini enak sayang “. Nia sudah siapa untuk suapan ketiga.


 


“Termasuk melempar mangga tengah malam ?” Aisakha menaikkan alisnya sebelah.


 


“Ahh, itu..itu “. Nia meletakkan sendok kuenya.


 


“Apakah para pengawal melaporkan perbuatanku ?” suara Nia agak pelan. “Maaf “.


 


“Loh, kok wajahnya di tekuk gituh ?” Aisakha melihat betapa mengemaskan wajah Nia saat ini. Seperti bocah kecil yang tertangkap basah memakan permen manis yang jelas-jelas tidak boleh di makannya.


 


“Nia sayang, Kan sudah aku bilang, selama kamu senang, kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka “. Aisakha membelai wajah cantik Nia di layar handphonenya.


 


“Katakan lagi !” wajah Nia langsung berubah senang.


 


“Apa ?” Aisakha tidak paham.


 

__ADS_1


“Katakan lagi sayang “. Nia bertepuk penuh pengharapan.


 


“Baiklah “. Aisakha mendekatkan bibirnya ke arah layar handphone.


 


“Nia sayang, Nia cintaku, Nia istriku “. Suara Aisakha sangat merdu.


 


“Iya suami aku, sayang “. Ada binar bintang di mata Nia.


 


“Sekarang habiskan kuemu dula ya. Nanti aku telepon lagi “. Aisakha melihat bibir mungil istrinya itu sedang menerima suapan ketiga kuenya.


 


“Tunggu, sebentar sayang “. Nia mengunyah cepat kue di dalam mulutnya. Menelannya dan langsung bersuara.


 


“Sayang, bolehkah aku meminta bantuanmu menyelidiki seseorang ?” tanya Nia perlahan.


 


“Seseorang ? Siapa dan kenapa ?” Aisakha menyimak dengan seksama.


 


“Reski, kekasihnya Resya di Bengkulu. Emm, begini “, Nia menyempatkan diri meminum teh hijaunya terlebih dahulu.


 


“Sepertinya hubungan Resya dan Reski belakangan ada sedikit kendala. Menurut Resya, kekasihnya itu terlalu sibuk sudah satu bulan ini. Bahkan, untuk sekedar menelepon Resya saja dia tidak punya waktu lebih dari 3 menit. Dan kalau Resya yang menghubungi dia, Reski akan berusaha mempersingkat percakapan mereka “. Awal penjelasan Nia.


 


“Apa Resya curiga tentang sesuatu ?”


 


“Aku rasa begitulah perasaannya saat ini. Tapi, dia masih mencoba menangkal dengan berpikir kalau kekasihnya itu sedang sangat sibuk “. Nia mengangkat kedua bahunya.


 


 


“Jangan sedih istriku ! Hey, jangan sedih “. Aisakha mencoba memberikan senyum terbaiknya di wajah tampannya itu.


 


“Masalah kekasih Resya, aku akan suruh Kristo selidiki ! Kamu jangan cemaskan itu ya “. Aisakha masih tersenyum. “Tenang saja, Kristo pasti akan menyelesaikan masalah itu dengan sangat cepat “.


 


“Hanya saja Nia, hidup selalu punya dua sisi. Ada baik ada buruk, ada lelaki jahat dan ada lelaki baik. Andai saja sisi buruk dari kekasih Resya yang akan di temukan Kristo. Maka, Resya harus siap !” Aisakha mencoba memberitahu Nia segala peluang buruk yang mungkin terjadi.


 


“Kamu benar sayang, dan andai itu benar. Akan lebih baik Resya tahu dari awal, agar hatinya tidak semakin sakit untuk sebuah cinta sejati yang terbaik untuknya di luaran sana “. Nia menghela nafas. “Tapi, semoga saja tidak demikian “.


 


“Baiklah, jangan larut dalam hal ini. Anggap saja malam nanti kita sudah dapat hasilnya “. Bujuk Aisakha menenangkan Nia.


 


“Sekarang, bisakah jelaskan padaku apa kegiatanmu sepulang kantor nanti sayang ?” Aisakha mengganti topik pembicaraan.


 


“Aku, rencananya mau ke salon sayang. Aku dan Resya janjian akan ke salon langganan Resya sore nanti. Apa boleh sayang ?”


 


“Tentu saja boleh. Aku malah senang mendengarnya. Berarti aku pulang nanti akan di sambut oleh istriku yang selesai nyalon. Pasti menyenangkan “. Aisakha mengerakkan alisnya naik turun beberapa kali. “Sekalian Nia, aku boleh minta tolong ?”


 


“Iya, apa itu ?”


“Tolong beli beberapa baju tidur seksi ya buat kamu peragakan malam nanti “. Senyum jahil di wajah Aisakha.

__ADS_1


 


“Aisakhaaaaaaa, kamu jangan macam-macam deh “. Nia memegangi pipinya malu.


 


“Ehhh, berani ya panggil aku hanya nama saja ?” Aisakha menyipitkan matanya.


“Kamu tunggulah hukumanmu malam nanti istriku. Bibir yang berani memanggil namaku itu, akan aku buat berteriak dalam malam nanti “. Semua ancaman Aisakha ini semakin membuat Nia malu.


 


“Ba, baiklah “. Suara gagap Nia. “Aku, aku tidak takut. Co, coba saja kalau berani !”


 


“Oooo.....”,


 


“Da suamiku sayang..sampai malam nanti “. Setengah berteriak, Nia memotong pembicaraan Aisakha. Melambaikan tangan ke kamera dan secepat kilat mematikan panggilan masuk Aisakha pada handphonenya.


 


Nia memegang jantungnya yang berdegub kencang. Hawa panas masih terasa di pipinya. Aisakha sukses membuat dirinya sangat malu. Dan parahnya Nia berani menantang suaminya itu. Sedang tidak di tantang saja, Aisakha akan membuat dirinya berteriak dalam sampai badanya sakit semua. Apa lagi ini, semua membayangkan bagaimana nasib Nia saat suaminya itu pulang.


 


Sementara itu.....


 


“Buaaaahahahaha “, tawa Aisakha mengema di setiap sudut ruang kerjanya di Negara Singa putih itu. Membuat Kristo yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya menjadi heran.


 


“Tuan sepertinya sedang senang ?” tanya Kristo dengan wajah herannya itu.


 


“Nia, dia terlihat sangat mengemaskan dengan meronanya “. Jawab Aisakha masih di sela tawanya.


 


“Tuan menjahili nona lagi ?” Kristo berdecak sambil menggelengkan kepala.


 


“Iya, kenapa ? Kau tidak suka ? Pakai berdecak segala ?” Aisakha tidak senang.


 


“Mangkanya cari pacar sana ! Biar kamu mengerti senangnya hidup dengan melihat wajah mengemaskan pasangan kita “. Cerocos Aisakha yang terasa menusuk di hati Kristo.


 


“Aku berani jamin, saat kamu ketemu wanita seperti itu. Kamu pasti sibuk mau nikahi dia “. Masih saja mencerocos membuat Kristo semakin tersudut.


 


Setahu aku hanya tuan yang seberuntung itu, aku mana mungkin bertemu wanita seperti itu tuan. Batin Kristo putus harapan.


“Ah, percuma saja aku jelaskan panjang kali lebar. Kamu terlalu pesimis jadi orang Kris “. Aisakha seakan tahu isi hati Kristo.


 


“Sudahlah...lupakan saja !” Aisakha mengerakkan jarinya agar Kristo mendekat ke arah meja kerjanya.


 


“Aku mau kamu selidiki seseorang !” Perintah Aisakha lengkap dengan semua cerita Nia barusan tentang Resya dan kekasihnya.


 


 


***************


 


Just information buat kaka-kaka readers budiman semua. Kisah cinta Nia dan Aisakha sudah mendekati ending 🤗 Di tunggu ya kak lanjutan kisahnya 🙏


 


Terima kasih kaka-kaka readers budiman dimanapun berada, sehat selalu dan jangan lupa berbahagia 🌹

__ADS_1


 


 


__ADS_2