SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 123


__ADS_3

Bertemu Bibi Ros


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Pernyataan cinta satu sama lain telah berbalas, permintaan Nia agar Aisakha berjanji tidak akan pernah meninggalkannya pun telah berbalas. Walaupun Nia tidak percaya, tetapi jelas kalimat itu pula yang diucapkan Aisakha padanya. Aisakha memohon pada Nia, untuk jangan pernah meninggalkannya.


γ€€


Sebenarnya entah cinta siapa yang paling besar diantara sepasang kekasih ini, sepertinya mereka sedang tidak ingin mencari tahu tentang itu. Yang penting bagi Aisakha dan Nia, mereka punya janji yang di balut dalam kesucian cinta yang sama. Dan terlihat jelas, itu semua lebih dari cukup.


γ€€


Tangan Nia masih dalam genggam Aisakha, bahkan tidak hanya itu. Jemari Nia masih berada persis di bibir tegas sang kekasih hatinya itu. Aisakha masih menikmati kegiatan barunya ini, ternyata selain menikmati aroma wangi rambut Nia, Aisakha juga menyukai saat bibirnya bisa berlama-lama mengecup jemari wanita cantik yang sangat ingin di nikahinya dalam waktu dekat.


γ€€


Itu sajakah? Tentu saja tidak, kalau boleh jujur Aisakha masih berharap bisa mencicipi manisnya madu dari bibir tipis Nia, lagi dan lagi. Tetapi apalah daya, dirinya harus menahan diri. Karena semua ini masih sangat baru bagi mereka, bahkan untuk urusan penyatuan bibir pun Nia masih sangat amatiran. Jadi Aisakha tidak mau egois, dirinya ingin memastikan Nia punya pengalaman indah tentang apapun itu saat bersamanya. Termasuk untuk urusan saat bibir mereka bersatu.


γ€€


Tok, tok, tok......


"Tuan". Panggil Kristo dari bagian luar pintu ruang periksa Nia.


γ€€


Ahh, menganggu saja. Aisakha.


γ€€


"Ya". Jawab Aisakha singkat. Terpaksa, dengan berat hati dia harus menurunkan jemari Nia yang sebelumnya menempel pada bibirnya.


γ€€


"Tuan, saya sekarang bersama rombongan tim dokter bibi nona Nia. Bibi nona sudah dipindahkan ke ruang rawatan".


γ€€


"Mas, Bibi". Nia menatap Aisakha senang.


γ€€


"Baik". Jawab Aisakha pada Kristo.


γ€€


"Kamu senang?" Aisakha melihat ada pancaran bahagia di mata Nia.


γ€€


"Iya". Nia bersorak semangat. "Kita lihat Bibi yuk". Ajak Nia pada Aisakha.


γ€€


"Tentu saja, tapi apa kamu sudah tidak apa-apa lagi?"


γ€€


"Tenang sayang". Nia meletakkan ke dua tangannya di bahu Aisakha. "Aku sudah sangat sehat, pusingnya juga sudah hilang sayang".


γ€€


Ehhhh, kok aku jadi deg-degan inih. Tumben berani bilang sayang, pake berani meletakkan tangan di bahuku lagi. Lama-lama goyah juga pertahanan diriku, bisa-bisa bentar lagi bibirku akan sangat sibuk bergeriliya nih di bibir manisnya. Aisakha.


γ€€


"Nona Syania, apakah anda berniat mengoda saya?" Aisakha menatap wajah Nia.


γ€€

__ADS_1


"Wah, ternyata Presir sangat peka ya. Bisa tahu hal itu". Nia tersenyum jahil. "Tapi boleh aku tahu, kenapa telinga Presdir merah, hehehehehe?" Nia sedang menertawai Aisakha. Aku ini kok mendadak seberani ini sih?


γ€€


"Nona Syania, jangan berani-berani mengoda saya. Nanti kekasih saya bisa cemburu!" Aisakha bersikap serius, bahkan pakai adegan melipat kedua tangannya di depan dada segala. "Anda belum kenal siapa dia, kekasih saya itu kalau sedang cemburu bisaaaa? beggggh.......ganas banget".


γ€€


"Enak saja". Nia tidak terima, Nia langsung berubah sikap menjadi kesal. "Kamu tuh yah Mas". Mulai deh pindah mode ke mencebek, khas seorang Nia dengan bibir maju beberapa milimeter ke depan. Pertanda dirinya sedang kesal.


γ€€


Nah loh, dia yang godain aku. Dia juga yang marah ma aku. Duh, duh, kalau seperti ini apa bisa kuat aku nahan diri lama-lama menunggu untuk mempersuntingnya. Ah, bibi..bantu aku agar cepat bisa memiliki keponakan cantikmu ini seutuhnya.


γ€€


"Awas, aku mau lihat bibi". Nia berniat turun dari tempat tidur periksa yang sedari tadi di pakainya.


γ€€


"Gambek?" Aisakha menahan tubuh Nia agar tidak turun.


γ€€


"Calon isteri tuan Aisakha, apakah anda sedang merajuk?" Tanya Aisakha sambil tersenyum lucu melihat bibir Nia.


γ€€


"Enggaaaaak".


γ€€


"Mau aku rayu". Aisakha terlihat berusaha mendekatkan wajahnya ke arah Nia.


γ€€


"Enggak Mas, enggak usah rayu. Sumpah aku gak merajuk lagi". Nia terlihat malu.


γ€€


γ€€


Ya taulah. Pasti kamu mau cium bibir akukan. Nia begitu percaya diri.


γ€€


"Heh". Aisakha berbisik di telinga Nia. "Nona Syania, anda lagi mikir jorok ya?"


γ€€


"Hah". Nia membesarkan bola matanya ke arah Aisakha.


γ€€


"Sudah, aku enggak mau dibecandaain lagi ! Aku mau lihat bibi". Nia terlihat tengah berusaha mengeser tubuh atletis Aisakha.


γ€€


"Ya ampun Mas, badan kamu kok keras amat, kayak manusia batu". Nia ternyata gagal mengeser tubuh kekasihnya itu barang sesenti saja.


γ€€


"Kamu bilang apa?" Aisakha merasa salah dengar.


γ€€


"Badan kamu kok keras amat Mas? Kayak manusia batu". Tanpa berdosa Nia mengulangi kalimatnya.


γ€€


"Wah, udah berani ya". Aisakha berusaha memegang kedua tangan Nia.

__ADS_1


γ€€


"MAS". Nia setengah berteriak. "Kami mau ngapain".


γ€€


"Aku mau bales kamu". Aisakha terlihat bersiap ingin mengelitiki Nia.


γ€€


"Jangan, jangan. Aku pengeli loh orangnya". Nia berusaha menghentikan tangan Aisakha.


γ€€


Sayangnya Aisakha tidak berniat mendengar permintaan Nia, dia tetap bertahan pada keinginannya untuk mengerjai Nia.


γ€€


"Hahahahahahahahaha". Tawa Nia pecah begitu kerasnya. "Mas, sudah. Sudah, hahahahahahahaha. Berhenti ngelitikin aku. Su, hahahahaha. Sudah Mas".


γ€€


"Bilang ampun dulu".


γ€€


"Iya, iya..ampun, hahahahahahahahahahahaha".


γ€€


"Ampun apa?"


γ€€


"Ampun kekasihku, sayangku, cin...hahahahahahahahaha, cintaku. Udah, ampun. Perutku sakit, hahahahahahaha, sudah, ampun".


γ€€


Aisakha tersenyum puas, walaupun hanya berniat membalas keusilan Nia, tetapi dirinya sangat puas mendengar semua penuturan Nia tadi. "Gadis pintar". Aisakha menyudahi keusialannya pada Nia.


γ€€


Sementara itu,


"Mohon maaf para dokter dan tim medis semua. Sepertinya kita harus menunggu sebentar lagi". Kristo menunduk memberi hormat pada tim dokter dan para perawat bibi Ros, sebagai wujud penyesalannya karena semua orang di luar pintu sepertinya harus menunggu sang tuan dan Nia yang sedang tertawa bahagia di dalam ruangan tersebut.


γ€€


Ahhhh, ada-ada saja. Kenapa juga di saat mereka rame berdiri di sini, tuan sama nona malah main gelitik-gelitikan di dalam. Tuan, tuan....bagaimana mungkin anda bisa sekonyol ini saat bersama nona.


γ€€


Hembusan nafas dalam pun keluar dari paru-paru Kristo.


γ€€


γ€€


γ€€


***************


γ€€


Hai....hallo kaka-kaka readers budiman.


Mohon maaf. Hari ini updatenya cuma satu, maaf ya kak.


Happy reading kak, sehat selalu.


Dan jangan lupa berbahagiaπŸ™

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2