SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 115


__ADS_3

Kesal


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Nia terlihat nyaman duduk di kursi belakang sambil bersandar di lengan kekar Aisakha. Mungkin karena suasana hatinya mamang sedang bahagia, jadi perasaannya saat ini benar-benar tenang. Aisakha masih mengengam jemari Nia dan meletakkan di atas pahanya, mereka tengah berbicara satu sama lain.


γ€€


"Mas, Mas anak tunggal ya?" Nialah yang mulai mengajukan pertanyaan.


γ€€


"Iya, sama kayak kamukan?" Aisakha manepuk-nepuk lembut punggung tangan Nia yang ada di gengamannya.


γ€€


"Eh, kok Mas tau? Padahal aku belum ceritaloh". Nia malah terheran-heran sendiri.


γ€€


"Masmu ini, apa yang enggak tau tentang kamu". Jawab Aisakha bangga.


γ€€


"Serius Mas...", Nia masih meragukan jawaban Aisakha.


γ€€


"Enggak percaya?" Aisakha mengangkat dagu Nia agak menatap ke arahnya.


γ€€


"He-eh, enggak percaya". Jawab Nia sambil nganguk-nganguk.


γ€€


"Umur lima tahun lebih". Aisakha menatap lurus ke depan. "kamu jatuh saat belajar main sepeda. Lututmu luka, karena enggak berani bilang sama Ibu dan nenek kamu menutupi luka itu. Hingga tiga hari kemudian, kamu demam karena luka di lutut infeksi. Kamu sampe di rawat dua hari". Selesai memberitahu Nia apa yang diketahuinya, Aisakha menatap Nia.


γ€€


Hah, kok bisa tau?


γ€€


Nia terlihat tidak lagi bersandar di lengan Aisakha, dia langsung bergeser dan duduk tegap bersandar ke sandaran kursi. Nia sedikit heran, kagum dan tidak percaya. Bagaimana bisa Aisakha tahu hal itu, bisa di bilang apa yang diceritakan Aisakha tadi adalah rahasia kecilnya di masa kanak-kanak. Bahkan Paman dan Bibi saja tidak tahu, tetapi Aisakha kok bisa tahu. Begitu kira-kira arti tatapan tidak percaya Nia sekarang.


γ€€


"Mas benarkan?" Tebak Aisakha saat tahu reaksi tidak percaya Nia.


γ€€


"Kok Mas bisa tau, padahal itu rahasia akuloh. Hanya Ibu dan nenek yang tau, yang lain enggka ada yang tau Mas. Soalnya terlalu memalukan". Nia menutup mukanya.


γ€€


"Ada lagi". Aisakha merapikan rambut Nia kebelakang telinganya. Serta merta Nia melepaskan tanga yang menutup wajahnya.


γ€€


"Benarkah?" Nia terlihat serius.


γ€€


"Waktu kamu SMP, kamu pernah marahan sama seorang guru". Aisakha terlihat sedang berpikir, mengingat siapakan sosok guru yang pernah membut Nia marah. "Sama guru biologi". Aisakha langsung ingat. "Kamu marah karena nilai ulangan kamu sama dengan teman sebangkumu. Padahal dia nyontek jawabanmu dan nilai kalian sama". Aisakha tersenyum lucu. Dia tengah membayangkan Nia pada masa itu, pasti sangat mengemaskan.


γ€€


"Trus, kamu yang enggak terima melaporkan kejadian itu sama guru BK. Kamu nangis dan bilang kalau kamu marah sama guru tersebut karena udah enggak adil". Aisakha tertawa kecil.


γ€€


"Hah?" Nia menutup mulutnya, dia benar-benar tidak percaya. Kalau di awal sebuah rahasia dirinya berhasil di ceritakan Aisakha, padahal hanya Ibu dan nenek yang tahu dan mereka pun telah tiada. Jadi siapa yang cerita pada Nia? Sekarang yang lebih membuat dirinya tidak percaya adalah, cerita semasa SMPnya itu hanya dia dan guru BK saja yang tahu.


γ€€

__ADS_1


Saat itu, Setelah dia menangis meluapkan kemarahan pada guru BK, sang guru pun menasehati Nia. Mengajaknya bicara panjang kali lebar, hingga akhirnya perasaan marah itu menguap dengan sendirinya. Semua hanyalah kemarahan sesaat dan esok paginya Nia sudah lupa.


γ€€


Jadi, setelah puluhan tahun berlalu, Aisakha mengungkit kisah lucu di masa sekolahnya itu. Tentu saja Nia heran.Β Kok bisa tau?


γ€€


"Ba-bagaimana Mas bisa tau? Padahal itu hanya cerita antara aku dan Pak Iwan guru BKku?" Nia menguncang lengan Aisakha.


γ€€


Hahahahaha, Kristo tertawa lucu di dalam hatinya mendengar nada tidak percaya Nia barusan.


γ€€


"Kan sudah Mas bilang, Mas tau semua tentang kamu. Malah nggak percaya". Aisakha mencuil hidung Nia.


γ€€


"Iya, iya aku percaya. Tapi kok bisa tau?" Nia masih sibuk mengunjang lengan Aisakha.


γ€€


"Kalau Mas cerita dari mana tahunya, Mas dapat apa?" Aisakha memandang jahil pada Nia.


γ€€


"A-apa aja deh". Jawab Nia ragu.


γ€€


"Beneranloh ya.....?" Aisakha menantang keseriusan Nia.


γ€€


"Tapi, enggak boleh yang aneh-aneh". Nia mengajukan permintaan dengan suara pelan.


γ€€


"Siip". Aisakha setuju dengan persyaratan Nia.


γ€€


γ€€


"Oke, aku jujur. Sebenarnya waktu kamu lahir aku gak sengaja lihat kamu di box bayi ruang anak di Rumah Sakit Permata Mama". Aisakha memandang sesaat ke arah Nia, Nia terlihat tidak percaya. "Yah, aku langsung jatuh cinta sama kamu". Jawab Aisakha serius. "Trus karena begitu besarnya rasa cintaku, aku pun memutuskan mengikuti kamu. Dimana pun kemana pun, aku selalu tau setiap gerak-gerikmu". Aisakha mengakhiri ceritanya dengan wajah menahan tawa.


γ€€


Nia diam, masa iya? Boongkan? Nia menghembus nafas panjang, sedang mencerna baik-baik cerita Aisakha tadi.


γ€€


Sementara kristo mencuri pandang ke arah sang tuan dari kaca kecil di atas stir mobil yang tengah dikemudikannya. Aisakha tahu itu, dengan mata berkedip sebelah dia memberi tanda pada Kristo untuk diam saja. Apalagi terlihat jelas kalau saat ini Kristo sedang berusaha menahan tawanya. Kristo pun hanya bisa mengeleng pelan melihat kejahilan tuannya itu.Β Tuan, tuan...iseng banget ya.


γ€€


Boong..pasti boong. Aku dikerjain. Akhirnya Nia bisa menarik kesimpulan atas cerita Aisakha tadi.


γ€€


"Mas boong". Nia langsung mencebek. Mengeser duduknya hingga mentok di pintu mobil. "Mas cuma kerjain aku, boong". Nia masih mencebek.


γ€€


"Loh, loh". Aisakha hampir kelepasan tertawa.


γ€€


"Enggak mau temenan sama Mas". Nia merajuk.


γ€€


Kristo khilaf, tawanya pecah. "Hahahahaha".


γ€€

__ADS_1


"Kok kamu ketawa Kristo?" Nia merasa aneh dengan sikap Kristo. "Apa yang lucu?"


γ€€


Aisakha kesal, spontan menendang bagian belakang kursi yang di duduki oleh Kristo. "Kau ini".


γ€€


"Maaf tuan, saya khilaf". Cepat Kristo menutup mulutnya, menyudahi tawa lucunya melihat kekesalan Nia yang telah diisengin sang tuan.


γ€€


Jangan-jangan....Nia.


γ€€


"Kristo, kamu juga tau kalau saya lagi diusilin sama tuanmu ini?" Nia auto kesal terhadapa Kristo. "Iya?" Ada nada serius dalam pertanyaan Nia.


γ€€


"Maaf nona, saya enggak ikut-ikutan, saya cuma nyetir mobil saja". Jawab Kristo tanpa dosa.


γ€€


"Ya udah". Jawab Nia kesal.


γ€€


"Sayang", Aisakh mulai mengeser duduknya sedikit demi sedikit kearah Nia. Dan Nia hanya diam sibuk memandang kearah luar jendela.


γ€€


"Sayang", Aisakha sudah duduk persis disebelah Nia, dengan kepala disandarkan pada bahu Nia, sekali lagi dia memanggil Nia. Tetapi Nia tetap diam, rupanya Nia benar-benar kesal.


γ€€


Di tanya serius, jawabnya becanda. Ihhhhhhhhhhhhhh...Mas jelek. Rutuk Nia dalam hati.


γ€€


"Kok diam cintaku". Aisakha masih bersandar di bahu Nia. "Nia?" Panggil Aisakha pelan.


γ€€


Mas ngeseliiiiiinnnn. Nia bertahan dalam kesalnya.


γ€€


"Marah ya?" Aisakha sibuk berbicara sendiri. Sedang Nia masih bertahan dalam diam. "Ya udah, diamnya jangan lama-lama ya. Nanti Mas bisa mati perlahan kalau enggak dengar suaramu".


γ€€


Beberapa menit berlalu, Nia masih setia menatap kearah luar jendela. Entah apa yang sedang dipandanginya, yang jelas dia saat ini dia sedang ingin melihat kekuar saja, tidak kearah Aisakha.


γ€€


Sedang Aisakha sudah beberapa menit yang lalu juga ikut terdiam di bahu Nia, tidak ada lagi suara berat khas dirinya yang terdengar memanggil Nia.


γ€€


Kok diam? Penasaran Nia melihat wajah lelaki yang sedang bersandar di bahunya. "Loh, tidur rupanya". Guman Nia pelan.


γ€€


Perlahan Nia mengangkat kepala Aisakha dan membawanya kepangkuannya, meletakkan dengan sangat hati-hati seakan apa yang dipegangnya itu adalah benda yang gampang pecah.


γ€€


Tampan banget kamu Mas, Puji Nia di dalam hatinya. Pelan, Nia mulai menggunakan ibu jarinya membelai rahang tegas sang kekasih. Wajah Aisakha sangat teduh, nafasnya berhembus teratur. Sepertinya dia memang tengah tertidur.


γ€€


"Gimana Mas bisa tau semua tentang kehidupan pribadi aku?" Tanya Nia pelan sambil memainkan rambut Aisakha.


γ€€


Sepertinya Nia masih memiliki rasa penasaran di dalam hatinya karena seorang Aisakha bisa tahu dua rahasia dimasa kecilnya. Kalau hal sesimpel itu saja Mas bisa tahu, apa lagi hal lainnyakan?

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2