SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 24


__ADS_3

Sangat Dramatis


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Nia tetap bertahan dalam diamnya, berjalan patuh di belakang Aisakha. Tidak ada keinginan untuk berusaha melepaskan diri dari genggaman Aisakha, menurut dan membiarkan Aiskaha membawanya keluar jauh dari laboratorium.


 


Nia tengalam dalam diam, sedang berusaha keras menyatukan pazzel-pazzel yang terjadi di laboratorium tadi. Banyak hal aneh yang Nia temui, otaknya tiba-tiba merasa buntu. Siapa dia? Siapakah dia? Benarkah kami saling kenal? Kapan? Dimana? Bagaimana bisa? Siapa yang bisa memberi aku petunjuk? tolonglah! Pertanyaan demi pertanyaan mulai membuat Nia merasa pusing. Sulit sekali rasanya mengingat sesuatu yang memang dirasanya tidak pernah terjadi.


 


Tetapi kenapa hatiku suka bersamanya? kenapa hati ini sangat nyaman bersamanya? Kenapa ada kehangatan yang sangat menenangkan? Kenapa aku merasa terlindungi? Ya Tuhan, siapakah anda tuan? Otak dan hati Nia tidak sejalan, seakan otak dan hatinya mempunyai pikiran, keinginan dan rasa masing-masing. Akhirnya Nia semakin bertahan dalam diamnya, larut dalam perrtanyaan demi pertanyaan yang silih berganti menuntut dia agar segera mencari jawaban.


 


Kristo melangkah terlebih dahulu saat sang majikan dan Nia telah berada di depan pintu leaf, dengan sigap Kristo menunggu sampai sang majikan telah aman masuk ke dalam leaf.

__ADS_1


 


Aisakha memperhatikan Nia dari pantulan kaca di dalam leaf, dia melihat Nia dengan seksama. Jangan di tanya bagaimana usaha keras Aisakha untuk tidak memeluk Nia sedari awal tadi. Saat pertama mereka bertemu di laboratorium pun, Aisakha sudah berusaha keras mengontrol gerakannya. Dia benar-benar berusaha meningkatkan pengendalian dirinya agar tidak membuat Nia takut.


 


Padahal, Aisakha sangat menunggu moment pertemuan ini, dia ingin segera melepas rindu yang telah menguasai hatinya selama tiga tahun. Tetapi apa daya, jangankan untuk memeluk Nia untuk membuat Nia mengenalinya saja tidak bisa. Kenapa semudah itu kamu melupakanku, cantik?


 


Pintu leaf telah di buka, Aisakha tetap memegang erat jemari lentik Nia dan membawanya masuk ke dalam ruang kerjanya. Setelah memastikan sang tuan dan Nia telah nyaman di dalam ruangan, Kristo pun keluar tanpa dikomandoi. Biarkanlah tuan membuat nona ingat kembali padanya. Kristo berjalan kembali keruangannya sendiri, masih ada pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan.


 


 


Sampai di sofa yang di tunjuk Aisakha, Nia duduk sambil memperhatikan sekeliling ruangan tempat dia berada sekarang. Ini ruangan siapa ya? Tanya Nia dalam hati sambil terus mencari tahu tentang ruangan tersebut. Tunggu, isi ruangan ini persis sama seperti cerita Wulan, Resya dan Anita tadi. Jangan-jangan benar dugaanku, ini ruang kerja presdir ya, tuan Aisakha Elang Britana? Ya Tuhan, cerita teman-teman memang benar, ruangan ini memang mencerminkan citra pemiliknya yang berkuasa. Semua furniturenya pasti mahal, Nia di buat kagum dengan pemandangan barang-barang mewah di dalam ruangan tersebut.


 

__ADS_1


Selesai memperhatikan semua isi ruangan, sekarang Nia penasaran pada sang punya. Seingatnya tadi di laboratorium dia hanya lebih fokus pada suara Aisakha, suara yang menurut hatinya sangat tenang. Pelan Nia berusaha mengalihkan pandangan matanya dari barang-barang mewah di ruangan, hingga tepat menuju mata biru Aisakha.


 


Mata biru sebiru langit cerah, teduh tetapi menyimpan misteri pagi penikmatnya. Rambut hitam ikal yang tebal, mengoda Nia untuk membelainya, hidung mancung yang seakan meminta di kecup puncaknya dan bibir yang sedikit berisi pada bagian bawahnya sangat pas dengan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di dagu dan rahang tegas si lelaki tersebut. Dari wajahnya, Nia mengalihkan matanya pada tubuh atletis Aisakha, benar-benar mengoda, terlihat jelas tubuh indah itu memiliki masa otot. Nia menikmati setiap inci wajah tampan dan tubuh proposional  yang sepertinya sekarang juga tengah memperhatikannya. Benar kata Anita, tuan Aisakha pasti titisan dewa. Tampan banget, astaga jantungku mulai bermasalah lagi. Ritmenya kembali berdebar cepat.


 


Aisakha hanya diam melihat tingkah Nia, jelas dia sangat tahu kalau sekarang Nia tengah mempelajari setiap inci wajah dan tubuhnya. Dan dia pun mulai mengingat sosok Nia dulu dan sekarang.


 


Ternyata mata yang dulu sembab dan memerah itu berwarna coklat, sangat pas dengan rambut hitamnya. Rupanya pun tetap terjaga, cantik. Kilau rambut indahmu sangat cantik, dan lihat hidung itu, ternyata sangat bagus saat tidak berwarna merah sepertu dulu saat kamu terlalu lama menangis. Dan astaga, bibir tipismu itu serasa memanggilku untuk mencicipinya, seksi sekali walaupun hanya dengan polesan lipstik tipis. JANGAN, kontrol dirimu Sakha, jangan sentuh bibir itu. Kamu tidak maukan membuat dia takut bahkan membencimu? Aisakha menarik nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan. Berusaha memperbaiki pengendalian dirinya yang sempat goyah.


 


Sangat sulit rasanya mengendalikan diri dari wanita cantik yang telah memenuhi hati dan pikirannya selama tiga tahun ini. Wanita yang membuat dia mendamba dan merindu. Dan lihat dia sekarang, dia telah bertransformasi menjadi wanita dewasa, lekuk tubuhnya bisa memberi tahu aku bahwa dia adalah wanita yang seksi. Walaupun tubuhnya mungil, tapi aku yakin tubuh itu akan sangat pas saat berada dalam pelukanku. Ahh, boro-boro memeluk, siapa aku saja dia tidak ingat. Kenapa bisa seperti ini? Setelah tiga tahun mencarinya kemana-mana, aku malah mendapati pertemuan yang sangat dramatis seperti sekarang.


 

__ADS_1


 


__ADS_2