SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
29


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Nia memandang sekitarnya, memperhatikan dengan seksama segala sisi area parkir saat kakinya berjalan lamban mengikuti langkah Bowo. Hanya ada 3 buah mobil terparkir di parkiran yang cukup luas itu dan salah satu mobil tersebut adalah milik Bowo.


γ€€


Koridor depan Rumah Sakit samar-samar terlihat oleh Nia, bahkan dari posisinya saat ini dia juga bisa melihat seorang lelaki dengan jas putih khas seorang dokter sedang berjalan ke arah luar, ke arah Bowo tepatnya. Sepertinya lelaki berjas putih itu memang segaja menunggu kedatangan Bowo.


γ€€


Awalnya Bowo berusaha mengimbangi langkah pelan Nia, meskipun Bowo berjalan di depan Nia tetapi hanya berjarak 2 langkah saja. Bowo masih memasang sikap waspada, berjaga-jaga kalau Nia mungkin saja memiliki rencana untuk melarikan diri darinya. Namun, saat lelaki dengan jas putih khas seorang dokter itu semakin mempercepat langkahnya, Nia malah melihat Bowo setengah berlari menyongsong si lelaki tersebut. Meninggalkan Nia yang mulai ragu begitu saja.


γ€€


Kabur gak ya ?


Apa aku bisa memanfaatkan situasi ini ?


Nia berhenti, meskipun ragu tetapi Nia terlihat berjalan mundur, sangat pelan.


γ€€


Bowo menguncang bahu si lelaki berjas putih, lelaki yang di taksir Nia mungkin sudah masuk usia lima puluhan. Terlihat Bowo semakin menguncang keras bahu lelaki berjas putih, Nia melongo. Bukannya melanjutkan rencana kaburnya, Nia malah diam memperhatikan Bowo.


γ€€


"Tidakkkkkk ". Nia terkejut, suara Bowo terdengar sangat menyayat hati. "Jangan dok ". Nia melihat Bowo mengeleng keras. "Tidak ".


γ€€


Ehhhh...kenapa itu, Bowo kenapa ya ?Β Rasa penasaran membuat Nia menjadi penonton semua gerak-gerik Bowo. Lelaki berjas putih menepuk-nepuk pelan bahu Bowo sambil mengucapkan beberapa kata. Sayang dari posisinya berdiri saat ini Nia tidak bisa mendengar jelas semua percakapan mereka.


γ€€


"Di sana ". Tunjuk Bowo pada Nia. Nia terlonjak kaget saat menyadari arah telunjuk Bowo mengarah padanya.


γ€€


Lelaki berjas putih melihat Nia, matanya melotot besar seakan-akan tidak percaya. Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki berjas putih itu, Nia hanya diam membiarkan lelaki itu berjalan ke arahnya.


γ€€


"Aku selama ini tidak pernah percaya ". Ucap lelaki berjas putih saat telah berdiri di depannya. "Tapi karena anda benar-benar berdiri di depan saya, maka saya bisa percaya. Anda nyata ternyata, hanya saja mata anda dan panjang rambut anda berbeda ". Lelaki berjas putih jelas sedang mengamati Nia dari ujung sepatunya sampai puncak ubun-ubunnya.

__ADS_1


γ€€


"Baiklah..kita harus cepat ". Mendadak lelaki berjas putih mengelengkan kepalanya, seakan tersadar telah membuang waktu berharga dengan terus memandangi Nia. "Ayo !" Ajak lelaki berjas putih.


γ€€


"Maaf saya tidak mengenal anda. Saya permisi dulu ". Nia berbalik badan dan bersiap berlalu. Sekilas Nia melihat kalau Bowo sudah hilang di ujung koridor Rumah Sakit, tepat di saat lelaki berjas putih berjalan kerahnya. Entah dimana Bowo sekarang, yang jelas tadi Bowo begitu tergesa-gesa berjalan menyusuri lorong berlantai putih itu.


γ€€


"Loh.....bukannya anda kesini untuk membantu, kenapa malah pergi ?" Lelaki berjas putih sekarang menjadi bingung. "Tolong seriuslah nona, waktu kita tidak banyak ". Ucap lelaki berjas putih sambil mengerakkan tangan kirinya mengajak Nia agar bergegas.


γ€€


"Saya harus pergi ". Ucap Nia pasti.


γ€€


"Apa anda sama sekali tidak memiliki rasa kasihan ? Tidak sedikitpun anda berempati walaupun anda tahu mungkin anda adalah harapan terakhir ?" Nia mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan lelaki berjas putih.


γ€€


"Tunggu, tungguuuuu. Bowoooo ?" Jari telunjuk lelaki berjas putih terangkat ke arah koridor tempat dirinya bertemu Bowo di awal tadi.


γ€€


γ€€


"Astaga "Β  terlihat otot diagfragma lelaki berbaju putih tertarik kuat. "Kalau begitu ikut saya ! Saya akan ceritakan semua sambil kita jalan. Waktu kita tidak banyak, ayo........!" Sekali lagi lelaki berjas putih mengerakkan tangan kirinya membentuk gerakan mengajak.


γ€€


Nia perlu waktu sepersekian detik untuk berpikir. Di satu sisi, ini adalah kesempatan emas baginya untuk kabur. Bowo sudah hilang di ujung koridor, jelas Bowo sudah tidak memperdulikan dirinya lagi, Nia bisa segera menjauh dari tempat yang cukup membuat dirinya ketakutan karena terlalu awam terhadap dunia yang satu ini. Namun, di sisi lain, sikap Bowo yang berubah drastis ini membuat tanda tanya di hatinya. Bukankah Bowo sendiri yang bilang tidak akan melepaskan Nia apapun yang terjadi sampai semua selesai. Tidak hanya itu, sikap lelaki berjas putih ini juga aneh, kenapa dia begitu tidak percaya saat memandangi sosok Nia tadi berdiri di depannya, dan kenapa dia sibuk meminta Nia agar cepat, seakan dia di kejar-kejar oleh sesuatu saja ?


γ€€


Ada apa sebenarnya ?


γ€€


"Nonaaaa, ayo !" Ternyata lelaki berjas putih sudah jauh berjalan di depan Nia.


γ€€


Nia melihat ke arah belakang pungungnya, tinggal beberapa langkah saja lagi. Andai dia berlari sekuat tenaga, Nia pasti bisa sampai di gerbang masuk Rumah Sakit itu dalam sekejab.

__ADS_1


γ€€


"Nonaaaaaa ". Lelaki berjas putih bersorak keras sambil menepuk tangannya beberapa kali, dia masih sibuk memanggilΒ  Nia. "Cepatlah !"


γ€€


***************


γ€€


Aisakha sedang mengamati dengan serius rekaman cctv yang telah di kirim Satriyo ke handphonenya. Dia bisa melihat bagaimana Bowo berjalan tenang saat menempelkan tulisan rusak di depan pintu toilet khusus wanita di ruang kerja ke kasihnya.


γ€€


Aisakha juga sedang memperhatikan Bowo berjalan cepat menjauh dari ruang kerjanya bersama Nia dan seluruh rekan-rekannya menuju ujung koridor selatan gedung. Hingga selang beberapa detik kemudian kamera cctv susah, tidak bisa menjangkau keberadaan Bowo lagi.


γ€€


Apa Nia baik-baik saja ? Ya Tuhan, apa Nia sedang menangis ketakutankah sekarang ?


Aisakha mengepalkan tangan kanannya sambil memandang penuh kekhawatiran keluar jendela pesawat pribadinya, amarah masih terpancar jelas di mata biru itu, seakan-akan siap menengelamkan siapa saja ke dalam pusat amarahnya karena kehilangan sosok wanita yang di cintainya.


γ€€


Nia.....sayang, bersabarlah. Aku akan datang sayang....aku janji, apapun yang terjadi aku pasti akan menemukanmu, bagaimanapun caranya.


γ€€


***************


γ€€


"Nonaaa, kalau anda terus berdiam diri di situ, anda akan menyesal ". Setengah berteriak, lelaki berjas putih mulai berkacak pingang.


γ€€


"Cepatlah ! Toh anda susah di sini, tolonglah lakukan semampu anda, mungkin akan ada mukjizat walaupun hanya sebentuk harapan kecil !" Nia mulai melangkahkan kakinya berjalan mendekat ke arah lelaki berjas putih.


γ€€


Semoga aku tidak akan pernah menyesali keputusanku ini.


Nia berjalan menyeimbangkan langkah lelaki berjas putih yang terus mengajaknya semakin masuk kedalam membelah lorong-lorong berlantai putih yang sangat sepi itu.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2