
🌈🌈🌈🌈🌈
Nia dan Aisakha berjalan di atas pasir putih, menyisi keindahan alam di pagi hari sambil bergandengan tangan.
Mereka sedang asyik bercerita, di temani pemandangan alam hutan nan asri di seberang Pulau cinta. Hati pasangan suami istri ini penuh cinta, saling pandang, saling rangkul, saling memperlihatkan besaran sayang di relung jiwa terdalam.
“Istriku, kamu suka dengan bulan madu kita ini ?” Aisakha mengangkat tangan Nia yang di genggamnya ke arah dada.
“Sangat, ini indah sayang dan ini luar biasa “. Senyum secerah mentari menghiasi wajah Nia.
“Jadi, sebelum kita pulang kamu mau kita ngapain dulu ?” Tanya Aisakha kemudian.
“Boleh kita beli oleh-oleh dulu sayang, untuk Mama dan untuk para staf aku ?” Nia sangat berharap.
__ADS_1
“Tentu saja, persiapkan dirimu untuk ngeborong nanti ya ?” Aisakha mencuil ujung hidung mancung Nia. “Beli semua yang kamu suka !”
“Sayang “. Nia menghentikan langkah kakinya, spontan membuat Aisakha juga berhenti.
“Kenapa Nia ?”
“Apa boleh nanti kita jalan-jalan sebentar di Gorontalo ? Aku, aku belum pernah ke Kota Gorontalo soalnya “. Suara Nia ragu.
“Tidak “, jawab Aisakha cepat.
“Baiklah “. Nia tertunduk lesu.
“Selama yang kamu mau, jangan pernah ragu meminta apapun padaku ! Ingat sayangku, jangan pernah ragu meminta apapun padaku. Kalau itu masuk akan, aku akan memberikan padamu lebih dari satu dan andai itu tidak akan masuk akal, aku akan tetap mengusahakannya. Aku sanggup menjadi lelaki paling tidak logis, asal istriku bahagia “.
Wajah cantik Nia merona, Aisakha sangat tahu mencintainya. Hatinya bersorak senang, dan pagi itu mereka sangat bahagia. Nia dan Aisakha sangat bahagia dalam cinta suci mereka.
__ADS_1
Dan setelah puas bermain di Pulau Cinta, sesuai janjinya, Aisakha membawa Nia ke kota Gorontalo. Membawa istrinya itu mengelilingi destinasi wisata di sana. Mengajak Nia berbelanja segala macam barang yang membuat Nia histeris sendiri. Terlalu banyak, terlalu mahal. Nia sibuk menolak dan Aisakha sibuk memborong semuanya.
Lucu sekali pasangan ini, aura bahagia mereka terpancar ke segala penjuru. Membuat suasana hati yang melihat gemas dan hanyut bersama tawa serta suara mereka. Bahkan seorang Kristo pun bisa tersenyum simpul melihat ulah sang tuan dan nyonya muda yang sedang terbuai alam kasih sayang menggelora.
***************
“Semakin dekat harinya “. Suara bangga seakan telah memenangkan sebuah pertempuran di medan peran. Sosok Lelaki muda di sebuah anak perusahaan milik Aisakha di Kota Lampung selatan ini, terlihat menikmati putaran waktu di sekitarnya. Sibuk memberi tanda silang pada angka di lembar kalender meja, yang tertata rapi di atas meja kerjanya.
“Tik tok, tik tok “. Suara senangnya sambil mengerakkan jari di atas meja, membuat suara ketukan untuk mengiringi suara bibirnya. “Aku sudah tidak sabar Nia, aku ingin segera bersamamu. Selamanya dan hanya kita Niaku tersayang “.
Senyum culas penuh susunan rencana matang, wajah lelaki muda ini sangat percaya diri. Keyakinan kalau dirinya bakal bisa memiliki Nia sudah membuat dirinya terlihat seperti kurang waras saja. Sebuah obsesi yang salah, yang tidak seharusnya diwujudkan dalam realita.
“Nia, aku akan membebaskanmu dari Aisakha “, sebuah janji gila yang terucap sepenuh jiwa.
Sekali lagi, senyum culas terkembang di wajah lelaki muda itu.
__ADS_1