SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 70


__ADS_3

Berita Duka (1)


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Acara makan siang kali ini terasa berbeda, Nia lebih banyak diam, hatinya sedang gelisah. Entah kenapa, hati Nia merasa ada yang salah, tetapi otaknya tidak menemukan jawaban atas rasa salah yang sedari tadi membuat dirinya tidak tenang.


 


"Sudahlah Nia, gelas yang jatuh tadikan sudah dimaafkan sama pemilik Lesehan ini. Jangan dipikirkan lagi ah, gak penting juga kali". Bujuk Resya yang heran melihat Nia lebih senang berdiam diri dari pada berinteraksi dengan mereka.


 


"Tapi beneranloh Sya, perasaan aku tuh enggak enak". Jawab Nia menyakinkan.


 


"Iya, tapi pemilik Lesehankan sudah memaafkanmu. Jadi kenapa masih enggak enak". Resya tidak mengerti dengan jalan pikiran Nia.


 


Ah, bagaimana cara menceritakannya ya? Nia merasa frustasi sendiri.


 


---------------


 


Menu makanan sudah dihidangkan, pesanan minuman mereka pun datang. Pelayan Lesehan menata satu persatu gelas minuman sesuai dengan permintaan pelanggan di meja makan Nia dan teman-temannya. Siang ini mereka memilih menikmati menu Lesehan Jaya, Rumah Makan sederhana dengan konsep serba olahan ikan asin, yang tidak berapa jauh dari kantor mereka.


 

__ADS_1


Semua asyik bercerita sambil menunggu hidangan selesai di tata. Hingga tanpa sengaja Nia menjatuhkan gelas berisi jeruk panas miliknya. Nia terkejut, semua terkejut, bahkan pemilik Lesehan pun datang menghampiri mereka saking terkejutnya. Nia tidak tahu pasti apa yang terjadi, entah si pelayan yang tidak baik meletakkan gelas tersebut, atau memang Nia yang tidak benar memegangnya. Hingga akhirnya gelas tersebut berakhir berkeping-keping terpecah dalam bentuk serpihan yang tidak jelas.


 


Nia meminta maaf atas apa yang terjadi dan berjanji akan menganti kerugian pemilik Lesehan atas gelas yang pecah tersebut. Tentu saja pemilik restoran menolak, pecahnya gelas bukan perkara penting baginya. Wajar saja, barang pecah belah, kalau sudah jatuh ya terpecah belah. Satu gelas bukanlah urusan penting, apa lagi semua terjadi tanpa sengaja.


 


"Nona tidak perlu mengantinya, hanya sebuah gelas tidak penting, jangan dimasukkan kehati. Anggap saja umur gelas telah sampai, sudah-sudah jangan di ganti dan jangan dipikirkannya". Ucap pemilik Lesehan sambil tersenyum pada Nia.


 


Hanya saja bagi Nia, bukan masalah menganti gelas yang membuat dia tidak enak, tetapi ada hal lain. Sesuatu yang tidak dia mengerti, tetapi dapat dia rasakan. Dan acara makan siang pun berlangsung dalam kediaman Nia, rekan-rekannya hanya menggeleng tidak paham dengan sikap Nia dan memilih membiarkan Nia bertahan dalam diam.


 


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Bowo saat mendapat kesempatan berdua saja dengan Nia di dalam ruang kerja mereka.


 


 


"Hemmm". Bowo tidak bisa menebak arah perasaan Nia. "Hanya perasaan, nanti juga biasa lagi". Bowo berusaha membuat Nia percaya.


 


"Semoga". Jawab Nia ragu.


 


"Di sini kamu rupannya, Profesor cari tuh". Terlihat ekspresi cemas di wajah Wulan, dengan setengah berlari wulan menghampiri Nia ke ruang kerja mereka.


 

__ADS_1


"Ada apa memangnya? Kenapa kamu pake lari segala?" Tanya Nia heran.


 


"Emm, emmm, ku-kurang tau. Tanya profesor aja ya". Wulan sedikit ragu menjawab pertanyaan Nia.


 


"Wulan..ada apa?". Desak Nia.


 


"Wo, bawa Nia temui Profesor deh. Nanti aku sama yang lain nyusul!" Perintah Wulan pada Bowo.


 


Tanpa memberi kesempatan pada Nia untuk kembali mendesak Wulan, Bowo segera menarik tangan Nia, membawanya menemui Profesor Yandi.


 


Ya Tuhan ada apa ini?.......


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2