
MALU
πππππ
γ
"Nona, tuan tadi menelepon saya. Bertanya kabar nona, apakah nona belum menerima telepon tuan pagi ini?" Tanya si sopir pada Nia.
γ
"Begitukah? Emm, mungkin sebentar lagi tuan akan menelepon". Nia tersenyum bahagia saat si sopir menceritakan tentang Aisakha padanya.
γ
Cantik banget, senyumnya juga luar biasa. Pantas tuan besar begitu sayang sama nona ini. Semoga saja mereka bisa bersama sampai akhir masa.
γ
Beberapa saat kemudian.
"Lihat-lihat". Nia memamerkan handphonenya pada si sopir. "Tuan Aisakha menelepon saya". Ucapa Nia dengan girangnya.
γ
Si sopir hanya mengelengkan kepala, takjub sekaligus lucu dengan ulah Nia yang begitu bahagia hanya dengan melihat tampilan nama presdir di panggilan masuk handphonenya.
γ
"Akhirnya yang nona tunggu langsung kontak batin". Puji si sopir.
γ
"Hahahaha". Nia hanya tertawa mendengar komentar si sopir.
γ
"Halloooo". Nia begitu bersemangat menerima telepon dari Aisakha.
γ
"Sudah mulai kangen lagi ya?" Goda Aisakha di ujung telepon saat mendengar suara riang Nia.
γ
"Kalau aku jawab iya, Mas akan bereaksi seperti apa?" Tanya Nia sambil tertawa kecil. Tanpa disadarinya senyum merekah menghiasi wajah cantiknya sedari awal menerima panggilan telepon dari Aisakha.
γ
"Oke, fix. Besok sesampainya aku di Bengkulu, kita langsung nikah ya, aku bakal temui Bibi Ros untuk melamarmu. Setelah itu aku akan segera menikahimu sayang". Jawab Aisakha dengan bersemangat.
__ADS_1
γ
"Aduh, ka-kalau gituh aku belum berani jawan kangen Mas". Jawab Nia gelagapan sambil melambai-lambaikan tangannya ke udara pertanda dia menolak keinginan Aisakha.
γ
Si tuannya cinta banget, si nona malah ragu-ragu. Itu dibecandain apa ya sama tuan, sampe pipi nona jadi memerah?
γ
Melihat kelakuan Nia, si sopir gagal fokus pada setir mobil yang tengah dikemudikannya, mencoba melirik Nia dari kaca kecil yang tepat berada di atas setir, sambil tertawa geli sendiri.
γ
"Dan aku tidak percaya dengan jawaban keduamu". Aisakha sangat senang membuat Nia terpojok.
γ
"Sudah, kenapa pagi ini semua suka sekali mengoda aku?" Nia menepuk-nepuk pelan pipinya, rasanya dia sangat malu.
γ
"Benarkah, apakah Pakde dan Bibi juga memintamu agar segera menikah denganku?" Aisakha seakan tahu siapa pelaku lain yang telah mengoda Nia selain dirinya
γ
"Mas tau, mereka bilang kalau aku galau karena merindukan Mas". Nia membuat pengaduan kepada Aisakha.
γ
γ
"Gak boleh ketawa". Nia menjawab kesal.
γ
"Ya udah kalau gituh biar aku perintahkan Kristo untuk membelikan Pakde dan Bibi hadiah, sebagai ucapan terima kasihku". Ujar Aisakha dengan santainya.
γ
"Sepertinya aku dah deket ke kantor, hapenya aku matikan lagi ya Mas". Nia sudah sangat kesal, bibirnya mencebek, mukanya memerah.
γ
"Iya, iya, jangan marah dong sayang". Aisakha tahu Nia mulai kesal sekarang. Bisa Aisakha bayangkan bagaimana bentuk bibir Nia saat ini,Β Pasti mencebek, hahaha, buat aku tambah kangen aja.
γ
"Apakah tidurmu nyenyak sayang?" Aisakha sudah berhenti mengoda Nia dan menganti topik pembicaraan.
__ADS_1
γ
"Mas, aku mimpi buruk semalam. Rasanya mimpi itu begitu nyata, sangat menakutkan. Aku takut banget, sampe sekarang masih kebayang". Nia memulai ceritanya.
γ
"Apa yang kamu rasakan saat ini Nia?" Aisakha tahu cerita lengkap tentang kejadian mimpi Nia semalam dari laporan Pakde padanya beberapa saat setelah Nia berteriak dan membuat pasangan suami istri yang bekerja dengannya sampai terbangun, karena itu dia sangat ingin tahu kepastian perasaan Nia saat ini.
γ
"Sejujurnya, perasaanku enggak enak Mas. Aku gak ngerti, tapi rasanya ada sesuatu yang tidak beres". Aku Nia jujur.
γ
"Sayang, apa kamu sedang kangen Bibi Ros? Mangkanya sampe ke bawa pikiran?" Tanya Aisakha menyelidiki.
γ
"Iya Mas, aku kanget banget sama Bibi, sama Alex. Kemaren, aku ke Mall itu beliin hadiah buat Alex. Rencananya sore sepulang kantor aku mau ke rumah Bibi". Jelas Nia pada Aisakha.
γ
"Berarti semua itu hanya mimpi, mimpi yang tercipta dari rasa kangenmu pada Bibi Ros. Jangan menjadi pikiran ya, semua hanya bunga tidur saja. Nanti pergilah ke rumah Bibi, salamku pada beliau. Sampaikan salam dari calon menantu idaman". Canda Aisakha pada Nia.
γ
"Hahahaha, setelah itu Bibi akan memarahiku Mas". Tawa Nia mendengar penuturan Aisakha.
γ
"Loh, kenapa?" Aisakha merasa heran.
γ
"Karena belum pernah ketemu kamu, kamunya udah yakin aja bahwa kamu itu menantu idaman bagi Bibi". Nia menjelaskan.
γ
"Tenang cinta, saat Bibi bertemu aku. Aku jamin, dia akan menyukai aku dan pasti setelah itu akan memaksa-maksa aku agar segera menikahimu". Jawab Aisakha dengan ponggahnya.
γ
"Semoga Mas". Pengharapan Nia sepenuh hati.
γ
γ
γ
__ADS_1
γ