SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
72


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Ceritakan semua pada Papa !" Pinta Papa dengan penuh sabar.


γ€€


"Semua ini kami buat untuk membahagiakan kamu dan isterimu, nak. Pesta ini, kamar ini. Khusus untuk kamu. Tapi kenapa malah seperti ini ?" Papa hanya mendapat sikap diam Edo untuk semua pertanyaannya.


γ€€


"Kamu konyol sekali, sangat ngegabah dengan membuat keributan tadi ". Geleng Papa kecewa.


γ€€


Dan kemudian anak dan ayah ini saling diam, tertunduk dalam perasaan masing-masing. Satu sama lain saling melayang entah kemana.


γ€€


"Aku mau ke kantor Pa !" Mendadak Edo berdiri, bermaksud meninggalkan sang Papa tanpa penjelasan apapun.


γ€€


"Melarikan diri dari masalah hanya akan membuat kamu semakin terpuruk Do, itu bukan jiwa lelaki sejati ". Nasehat sang Papa tepat di saat Edo akan memegang gagang pintu kamar.


γ€€


"Maafkan aku Pa, aku hanya menyusahkan Papa saja. Aku menyesal sudah gagal menjadi anak yang membanggakan buatΒ  Papa ". Ucap Edo sebelum berlalu dari hadapan sang Papa. Meninggalkan tetesan air mata sedih terdalam yang sedari tadi selalu di tahan oleh Papa selama acara sakral sang anak berlangsung.


γ€€


γ€€


***************

__ADS_1


γ€€


"Suka ?" Tanya Aisakha saat memperhatikan Nia sibuk berjalan kesana kemari di dalam bangunan baru yang beberapa minggu kedepan akan menjadi ruang kerja bagi calon isterinya itu


γ€€


"Sangat... ", ucap Nia senang sambil berjalan ke arah Aisakha. "Besar banget sayang ". Nia terlihat mengerakkan kedua tangannya sebagai ucapan kekagumannya terhadap besarnya ukuran laboratorium barunya nanti.


γ€€


"Rencana aku malah mau lebih besar dari ini, tapi Kristo melarangku ". Telunjuk Aisakha bergerak ke arah Kristo. Spontan saja Kristo tersenyum kaku, wujud rasa tidak terimanya atas tuduhan sang tuan.


γ€€


Akukan cuma usul saja tuan, takutnya kalau ukuran gedung laboratorium nona terlalu besar nanti saat nona hamilkan kasihan nonanya harus jalan mutar sana mutar sini untuk bekerja. Lagian kemaren aku di puji, si bilang ideku brilian. Sekarang kok aku kayak sudah melakukan dosa besar aja. Hahhh, begini amat nasibku yang belum punya ini. Nelangsa banget ya...


Renggek Kristo di dalam hatinya.


γ€€


γ€€


"Apapun buat kamu Nia, selama itu di dalam duniaku pasti akan aku berikan. Akukan sudah janji ". Aisakha tersenyum lembut menatap kedua bola mata Nia.


γ€€


γ€€


**************


γ€€


γ€€


"Mana Edo, Pa. Mana anak itu ?" Tanya Mama sambil berjalan beriringan bersama Kemala ke dalam kamar yang awalnya akan dijadikan sebagai kamar anak dan menantunya itu, di hotel berbintang 5 malam ini.

__ADS_1


γ€€


"Dia pergi ke kantor ". Jawab Papa datar.


γ€€


"Apa ? Apa-apaan anak manja itu. Apa maksud dia melakukan semua ini ? Pesta baru mulai dia sudah buat keributan dan sekarang, sekarang malah pergi ". Mama terlihat emosi.


γ€€


"Kemala, Papa gak tahu harus bilang apa sama kamu. Tapi Papa sungguh-sungguh minta maaf. Seharusnya kamu tidak pernah ada dalam situasi ini ". Suara Papa terdengar putus asa.


γ€€


"Aku akan bawa anak itu kembali ". Suara keras Mama membuat sang suami naik darah.


γ€€


"Jangan coba-coba kau cari Edo, Sandara. Kalau kau berani mencarinya dan membawa dia kembali ke sini. Maka aku akan menceraikanmu detik itu juga !" Ancam Papa dengan mata yang membesar. Kali ini puncak kemarahan Papa sudah diluar kendalinya lagi. Papa benar-benar marah.


γ€€


Mama terdiam, jiwa ingin membantah dan jiwa ketakutannya bersatu. Entah mana yang akan dipilihnya, tetapi Mama sangat tahu seberapa serius suaminya ini dengan semua ucapannya. Jadilah, untuk kali ini Mama memilih diam.


γ€€


Sedang Kemala, isteri sah Edo yang belum genap setengah hari menyandang status barunya, juga terlihat kaget. Sampai-sampai Kemala menutup mulutnya dengan kedua tangan. Kemala terlihat tidak percaya dengan suguhan pemandangan perang dari keluarga suaminya itu. Papa marah, Mama keras hati dengan keinginannya dan dirinya. Kemala malah harus memulai rasa hampa pernikahannya itu di detik pertama Edo resmi menikahinya.


γ€€


Rasanya Kemala sangat ingin berteriak saat ini, ternyata tidak di anggap dan di tinggalkan dalam perta pernikahan sendiri itu sangatlah menyakitkan.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2