
🌈🌈🌈🌈🌈
“Tuan “. Mencoba menenangkan diri. “Ada kesalah pahaman di sini “.
“Apa lagi, mau kejadian orang gila seperti Bagas terulang lagi ? Sudah kau pecat dia, jangan beri rekomendasi ! Biarkan dia menjadi gelandangan “. Berusaha terus mempertahankan suara dingin dengan wajah tegas.
“Bayu adalah pengawal yang baik. Saya sebagai jaminannya tuan “. Tidak menemukan cara lain menghentikan keinginan sang tuan. “Tuan jangan pecat dia “.
“Kau ini plin-plan sekali. Tadi bilang tidak baik, sekarang bilang baik. Berani menjamin pula. Sebenarnya kau ini kenapa ?” mengetukkan jari di atas meja.
“Sebagai pengawal, kualitas Bayu tidak perlu di ragukan tuan. Saya berani jamin “. Menjawab sungguh-sungguh.
“Lantas ?” semakin mendesak Kristo.
Ayo ngaku Kris ! Membatin.
“Kalau untuk hubungan sebagai teman, bahkan lebih. Saya tidak punya rekomendasi tuan, saya khawatir Bayu bukan tipe orang yang bisa jadi teman baik “.Menjawab jujur.
“Biarkan saja mereka Kris, mereka sudah dewasa ! Lagi pula, kalau tidak di coba siapa yang tahu. Atau mungkin memang Tuhan mentakdirkan mereka berpasangan “. Mengangguk senang. Sedang Kristo menggelengkan kepala.
“Tuan, kasihan Resya kalau dia terluka lagi. Dan saya juga sudah janji akan menjaga dia, saya enggak mau dia tersakiti lagi “. Bicara pelan.
“Kalau mau menjaga Resya ya sudah, pacari dia ! Kemudian lamar dia ! Nikahi dan jaga dia seumur hidupmu ! Mudahkan ? Tidak perlu melarang dia melakukan ini itu, itu semua hanya akan membuat dia takut padamu “. Aisakha merasakan ekspresi wajah Kristo berubah drastis.
Menakuti dia ? Itu, dia juga bilang seperti itu tadikan ? Apa iya, padahal aku cuma mau menjaga dia, aku mau melindungi dia. Aku suka lihat dia tertawa, aku benci lihat dia bersedih. Semudah itu saja. Membatin dengan hati berpikir keras.
“Sejak kapan ?” Aisakha membuat Kristo kembali ke dunia nyata. “Sejak kapan kau memiliki perasaan pada Resya ?”
“Perasaan ?” Tidak mengerti.
“Sejak kapan kau merasa perlu melindungi Resya, sangat ingin menjaga wanita itu ? Memastikan dia aman dan selalu bahagia ? Takut kalau dia terluka lagi ? Sejak kapan semua itu ?”
“Saya tidak yakin tuan. Hanya saja, saat saya memeluk tubuh lemah dia yang pingsan akibat perbuatan lelaki gila di Mall saat itu. Saya merasa sangat takut, takut itu kali pertama dan terakhir saya memeluk dia “. Mencoba menurut semuanya.
__ADS_1
“Saya tidak pernah ingat persisnya, tetapi saya suka cara dia tertawa bersama nona. Saya suka cara dia berteman dengan nona “.
“Kau jatuh cinta Kristo “. Fix, Aisakha merasa sangat yakin.
“Jatuh cinta ?” mengulang kata yang terasa aneh bagi dirinya sendiri.
“Iya jatuh cinta “. Melihat Kristo yang hanya melonggo.
“Bagaimana bisa tuan ?” Menggeleng untuk menolak. “Saya tidak kenal dia. Kami selama ini hanya berbicara tidak lebih dari atasan dan bawahan. Atau saya sebagai penghubung nona dan dia. Saya tidak kenal dia dan begitupun sebaliknya “.
“Kau pikir cinta semudah itu di pecahkan ? Cinta itu misteri Kris, rahasia Tuhan. Bukan untuk kau tanya asal muasalnya, tetapi cukup kau perjuangkan saat telah sampai di hatimu “. Menasehati dengan serius.
“Tuan pasti salah “. Masih mencoba berkhilah.
“Ya sudah, kalau kau bicara seperti itu. Panggil Bayu kemari !” bicara santai.
“Boleh tahu kenap tuan ?” Bukan mematuhi perintah sang tuan, Kristo malah balik bertanya.
“Buat menyemangati dia, biar usaha dia ngejar Resya lebih kuat lagi. Saya setuju dia sama Resya “. Sengaja mempropokasi Kristo.
“Kau ini sebenarnya maunya apa ?” Kesal. “Aku suruh kejar Resya gak mau, di suruh panggil Bayu jg gak boleh. Maumu apa Kris ? Mau buat aku marah ?”
Kristo, pelaku yang membuat Aisakha marah hanya diam, bingung dengan keinginannya sendiri, tidak bisa menjelaskan apa persisnya isi hatinya.
“JAWAB !” menggebrak meja. Membuat Kristo tersadar dari kediamannya.
“Saya sungguh tidak bisa menjelaskan pada tuan apa yang saya mau “. Menunduk putus asa. “Saya hanya tahu, saya ingin melindungi dia. Saya tidak suka melihat dia bersedih, dan saya suka lihat dia tertawa lepas. Dia cantik tuan dan saya tidak senang kalau dia memikirkan lelaki lain, apa lagi di dekati lelaki lain “. Menghela nafas. “Maafkan saya, tuan “.
“Kenapa harus minta maaf padaku, bodoh “. Menahan tawa dengan kebodohan Kristo.
Itu cinta namanya dodol. Mengumpat dalam hati, menertawakan keluguan Kristo.
“Jadi, kamu tidak mau melihat dia sedih, kamu lebih senang kalau bisa membuat dia selalu tertawa lepas. Emmm “. Berpura-pura berpikir. “Kamu enggak mau dia kenapa-napa, kamu mau selalu lindungi diakan ? Terus, kamu juga tidak senang kalau dia berbicara dengan lelaki lain, kamu mau hanya kamu saja yang mendapat perhatian diakan ?” Kristo mengangguk membenarkan semua penuturan Aisakha.
__ADS_1
“Sejak kapan kamu mengalami gejala itu ?” membesarkan bola mata saat bertanya pada Kristo.
“Saya tidak tahu pasti tuan “. Menghela nafas sambil mengangkat kedua bahu bingung. “Saya sesungguhnya jarang berkomunikasi dengan dia. Pembicaraan kami selama ini hanya sebatas tentang nona, tetapi cara dia memperhatikan nona dan menjaga nona sebagai sehabatnya, saya suka tuan. Dia selalu ada buat nona, persahabatannya tulus. Dan terakhir, saat dia membela nona, dia luar biasa tuan. Dia pemberani, dan saya takjub dengan itu “.
“Buaaaahahahahaha....”, Aisakha tertawa mengakak sambil menggelengkan kepala. “Kau bodoh Kris, hahahaha..bodoh sekali....hahahah. Aku tidak habis pikir ada orang sepertimu di dunia ini. Padahal kau ini orang kepercayaanku, orang hebat yang selalu bisa menyelesaikan masalah besar di perusahaan. Tapi, hahahahahaa “. Gagal melanjutkan berbicara karena tawa yang tidak mau berhenti.
Sedang Kristo memasang wajah kesal, bingung dan tidak terima bercampur satu. Tidak ikhlas atas kebahagiaan sang tuan padanya.
“Ah...aku cakep menertawakanmu “. Menarik nafas dalam kelelahan. “Kau lucu sekali Kris “. Masih tertawa kecil.
“Tuan bahagia sekali ya “. Berbicara tidak senang.
“Ya, mau gimana lagi “. Merasa tidak berdosa sedikitpun. “Siapa suruh otakmu gak sampe untuk sekedar mengartikan semua isi hatimu “.
“Apa maksud tuan ?” Masih pasang wajah tidak senang.
“Pasang telingamu baik-baik ya !”Mulai bersikap serius, menyudahi tawa senangnya pada Kristo.
“Kristo, coba kau ingat. Seperti apa saya semasa saya sibuk mengobrak-abrik segala tempat untuk menemukan Nia. Waktu itu kau bilang aku kenapa ?”
“Saya bilang, kalau tuan sudah jatuh cinta pada sosok wanita yang baru sekali tuan temui “. Berbicara sambil kening berkerut. Sedang berpikir.
“Maksud tuan, saya...saya ini ?” merasa menemukan jawaban.
“Iya “. Tersenyum pada Kristo.
“Walaupun hanya beberapa kali komunikasi ?” Masih tidak percaya. “Dan komunikasi kami tidak pernah intens ?” masih memasang wajah tidak percaya.
“Sekarang kau pikirkan sendiri, aku capek bicara sama kamu yang otaknya sangat dangkal. Terserah kau saja mau menyimpulkan apa ! Tapi, nasehatku padamu hanya satu. Kau kejar dia karena hanya kamulah yang mampu membuat dia bahagia, hanya kau seorang. Atau, kau lepaskan dia karena dia berhak bahagia dan kau bukan orangnya !” memberi ultimatum keras.
“Yang jelas, Nia sayang sahabatnya itu. Kau jangan sampai membuat dia sedih “. Menepuk bahu Kristo saat berdiri.
“Aku istirahat lagi, kau juga istirahat ya. Besok kita ada kegiatan pagi-pagi !”
__ADS_1
“Baik tuan, selamat istirahat “. Mengangguk sopan. Memastikan sang tuan kembali ke kamarnya dengan aman. Kemudian, Kristo kembali memilih duduk di meja makan. Melanjutkan memikirkan apa yang diperintahkan sang tuan padanya tadi.
Saat ini, Kristo bertekad meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk memikirkan masalah Resya di dalam hidupnya.