SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 53


__ADS_3

Membeli Apa ?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Nia sangat menikmati acara makannya bersama Ibu, sepertinya dia mulai merasakan kebahagiaan hanya dengan makan bersama wanita paruh baya yang sekarang duduk didepannya. Mungkin karena terlalu lama hidup berkesendirian, tanpa limpahan kasih sayang dari orang tua, sehingga hanya dengan makan bersama si Ibu, walaupun Nia baru mengenalnya. Tetapi rasanya susah sangat dekat, sangat menyenangkan.


γ€€


"Syania, apa tujuanmu tadi ke Mall ini nak?" Tanya si Ibu di sela-sela kunyahan nasinya.


γ€€


"Saya mau membeli hadiah Ma". Jawab Nia jujur.


γ€€


Hadiah ? Buat siapa ya ?


γ€€


"Oya..buat siapakah, kalau Mama boleh tahu?" Ibu sedikit berusaha mencari mencari agar tahu.


γ€€


"Buat seseorang Ma". Jawab Nia sambil tersenyum membayangkan pipi ngembul Alex, ponakan kesayangannya itu.


γ€€


Kok terlihat bahagia? Buat pacar atau buat suami ya?.


γ€€


"Sepertinya spesial?" Tanya Ibu penuh selidik.


γ€€


"Benar Ma, sangat spesial". Jawab Nia bersemangat.


γ€€


Benar dugaanku, dia sudah ada yang punya. Entah pacar atau suami.


γ€€


"Sudah berjumpa apa yang ingin kamu jadikan sebagai hadiahnya?" Terlihat Ibu masih antusias membahas tentang hadiah yang ingin di beli Nia


γ€€


"Belum Ma, nanti saja". Jawab Nia cepat.

__ADS_1


γ€€


"Maaf ya, karena membantu Mama, tujuan utamamu jadi tertunda". Ibu merasa bersalah pada Nia.


γ€€


"Mama tidak perlu risau, saya masih memiliki banyak waktu. Andai saya pun tidak menemukan hadiah tersebut, dia tetap akan sayang pada saya". Jawab Nia dengan penuh keyakinan.


γ€€


Ahh, ternyata sudah berpunya dan sepertinya di sangat menyayangi lelaki tersebut. Lihat saja, mata indahnya berbinar dengan jelas. Padahal tadinya aku masih berharap, tetapi sekarang...


γ€€


"Semoga kamu menemukan apa yang kamu ingin hadiahkan untuk dia". Jawab Ibu yang terlihat tidak seantusia seperti awal pertemuannya dengan Nia.


γ€€


"Eeeemmm". Jawab Nia bersemangat sambil menganggukan kepalanya.


γ€€


Sesaat kedua wanita ini saling terdiam, entah sedang menata hati masing-masing atau memang sedang kehabisan topik. Hingga kemudian, "Syania, setelah ini apakah Mama masih boleh bertemu denganmu lagi nak?" Tanya Ibu penuh harap.


γ€€


"Tentu Mama tentu saja. Tetapi sebelum kita berjumpa, Mama tolong hubungi saya dulu. Bukan apa-apa Ma, karena dari pagi sampe sore saya bekerja. Takutnya Mama lama menunggu saya nantinya"


γ€€


γ€€


"Di lembaga penelitian Ma, pada sebuah perusahaan". Jelas Nia singkat.


γ€€


"Maksudnya kamu adalah seorang peneliti? Begitukah Syania?" Tanya Ibu tidak percaya.


γ€€


"Benar Ma, saya adalah seorang peneliti di bidang pertanian. Jadi perusahaan tempat saya bekerja ini bergerakΒ  di segala bidang usaha Ma, salah satunya di bidang pertanian. Jadi saya dan empat rekan sejawat di pimpin oleh seorang Profesor bertugas mengembangan inovasi baru di bidang pertanian untuk perusahaan. Begitu Ma". Nia menjelaskan apakah pekerjaannya yang sebenarnya.


γ€€


"Saat awal bertemu tadi, Mama pikir kamu seorang model nak". Ucap Mama sambil mengengelengkan kepalanya rasa tidak percaya. "Kamu ini sangat cantik sayang, dan ternyata kamu adalah seorang peneliti. Syania, kamu sukses membuat Mama terheran-heran, kamu benar-benar gadis cantik yang luar biasa". Puji Ibu pada Syania.


γ€€


"Mama terlalu berlebihan, saya hanya gadis biasa Ma". Ujar Nia merendah.


γ€€

__ADS_1


"Apakah kamu sudah berkeluarga nak?" Tanya Ibu dengan berani, rasa penasaran membuat Ibu memiliki keberanian untuk bertanya pada Nia.


γ€€


"Belum Ma", jawab Nia singkat.


γ€€


Sukur-sukur, akhirnya masih boleh berharap..


γ€€


"Kekasih?" Ibu kembali melancarkan pertanyaannya pada Nia.


γ€€


Uhuk, uhuk, uhukkkk... mendadak Nia tersedak. Entah karena dia terlalu cepat mengunyah, sehingga tengorokannya di paksa menelan makanan yang belum halus benar. Ataukah karena pertanyaan si Ibu yang sangat pas, tepat sasaran dan membuat Nia terjebak sendiri. Yang jelas, sekarang tengorokannya terasa pedih karena batuknya barusan.


γ€€


"Ya ampun Syania, makan pelan-pelan nak". Ucap Ibu sambil mengelus punggung Nia.


γ€€


"Ehemm". Nia berdehem pelan. "Enggak papah Ma, enggak papah. Mama makan aja lagi".


γ€€


"Benar sudah tidak apa-apa?" Tanya Ibu khawatir.


γ€€


"Iya", jawab Nia sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


γ€€


"Jadi?". Tanya Ibu yang masih penasaran dengan jawaban Nia.


γ€€


"Saya sedang dekat dengan seseorang Ma". Jawab Nia sebelum meneguk habis air mineral botol yang tengah di pegangnya.


γ€€


Sayang sekali.....semua pupus.


γ€€


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2