
🌈🌈🌈🌈🌈
“Terima kasih Bayu, sudah anteri aku pulang “. Ucap Resya sebelum turun dari mobil yang telah di bukakan pintunya oleh Bayu. Acara di rumah Nia selesai, Bayu pun di minta Nia untuk mengantarkan Resya pulang. Sebenarnya, Resya ingin pulang sendiri, sejujurnya dirinya tidak ingin merepotkan Bayu. Toh aplikasi untuk armada online ada di handphonenya. Tinggal pilih, mau mobil atau motor, tetapi Nia melarang, dengan alasan sudah hampir jam 9 malam. Akan lebih baik kalau Bayu yang mengantarkan Resya, toh Nia juga sedang tidak membutuhkan jasa Bayu.
Alhasil, sampailah Resya di depan kontrakannya yang ternyata cukup jauh dari istana megah milik Aisakha. Tetapi entah kenapa, sepanjang jalan 2 anak manusia ini bisa berbicara panjang lebar. Membahas berbagai hal yang membuat mereka selalu nyambung, terlibat akrab, hingga tidak sadar sudah sampai di tujuan saja.
“Sama-sama nona Resya “. Dengan gaya sopannya, Bayu memberikan Resya jalan untuk turun.
“Maaf ya, aku gak bisa tawarin kamu buat masuk “. Berdiri di depan pintu rumah.
“Enggak masalah nona, saya juga harus segera pulang ke rumah tuan Aisakha. Saya nggak boleh tinggalin nona muda kami lama-lama “. Bayu menyakinkan Resya.
“Kalau gituh, makasih sekali lagi Bayu “. Terseyum.
“Sama-sama nona “. Menundukkan kepala hormat. “Kalau begitu nona silahkan masuk lagi, saya pun mau permisi dulu nona “.
“Baiklah, sampai jumpa lagi Bayu “. Melambaikan tangan pada Bayu, kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
Hari yang menyenangkan bagi Resya, keceriaan masih menghiasi wajahnya saat melangkah langsung ke dalam kamar, karena gerah, Resya memilih mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
***************
“Sudah malam, apa kamu mau nginap di sini saja ?” Aisakha berhenti sesaat, bertanya pada Kristo, hingga membuat dirinya batal menaiki tangga istana megahnya untuk naik ke kamarnya di lantai 2
“Boleh tuan, apa lagi besok kita harus berangkat pagi “. Kebetulan ada pertemuan dengan seorang pengusaha dari negara lain besok pagi.
“Ya sudah, kamu istirahatlah. Aku juga mau istirahat “. Menaiki lantai 2 dan meninggalkan Kristo yang tidak lama setelah sang tuan menghilang di ujung tangga lantai 2, juga ikut pergi menuju kamar tidurnya. Kamar yang memang di milikinya di dalam istana sang tuan.
Perasaan lelah dengan aktivitas hari ini membuat Kristo sangat ingin menikmati segelas kopi hitam sebelum dirinya tidur. Jadilah, langkah kaki Kristo sedikit melenceng. Bukan ke kamar tidurnya, tetapi langsung ke dapur. Menyeduh kopi panas, menikmati aroma segarnya.
“Malam Pak “. Bayu menyapa Kristo. Ternyata Bayu baru saja sampai, setelah mengantarkan Resya beberapa waktu tadi.
Bayu meletakkan kembali kunci mobil yang biasa di pakai oleh nona muda mereka ke tempatnya, di tepi meja tempat Kristo menyeduh kopi tadi.
“Dari mana dengan kunci mobil nona ?” Kristo berbalik badan, mengenali benda kecil di atas meja.
“Saya tadi mendapat perintah dari nona untuk mengantar nona Resya pulang Pak “. Menjawab cepat.
“Apa ?” Nyaris teriak.
__ADS_1
“Maaf Pak, saya sudah bilang pada nona agar memakai mobil kami para pengawal saja. Tetapi, nona memaksa Pak “. Merasa sumber kemarahan Kristo tentang mobil milik Nia.
“Kemana kau antarkan Resya ?” Geram menahan marah.
“Ke rumah nona Resya, Pak. Ke kontrakannya “. Tidak mengerti penyebab Kristo nampak marah padanya.
“Bersama siapa ?” bertanya masih dengan geramnya.
“Hanya kami saja Pak, saya dan nona Resya “. Semakin tidak mengerti apa yang salah.
“Lain kali jangan !” Memberi perintah pasti.
“Tapi Pak, itu perintah langsung nona. Saya tidak berani menolak “. Mencoba menjelaskan penyebab dirinya memakai mobil milik nona mudanya.
“Kalau begitu kabari saya dulu !” Memberi perintah baru.
“Dan nona, bagaimana saya jelaskan ke nona, Pak ?” semakin bingung terhadap perintah-perintah Kristo yang terasa aneh.
“Itu bukan urusan kamu “. Berjalan pergi setelah sadar betapa bingungnya ekspresi Bayu menatap dirinya.
Kristo melangkah pasti ke arah kamar tidurnya. Kamar yang sedari sang tuan belum menikah telah menjadi kamar pribadi yang di khususkan untuk dirinya. Meninggalkan seorang Bayu yang terdiam tanpa bisa mengerti ada apa dengan lelaki kepercayaan tuan mereka. Membuat begitu banyak pertanyaan yang menghiasi isi kepala Bayu sambil menatap punggung Kristo menjauh.
__ADS_1
Sebenarnya ada apa ini, Pak Kristo sangat aneh ? Terkesan sangat sensitif jika itu berhubungan dengan nona Resya. Membuat aku merasa, kalau Pak Kristo tidak suka dengan keakraban aku bersama nona Resya. Apa yang terjadi di antara mereka ? Kenapa terkadang Pak Kristo memasang sikap benci padaku ya ? Batin Bayu sambil mengerakkan tangan kirinya di dagu.