
🌈🌈🌈🌈🌈
“Kamu cantik “. Memuji Resya dengan tulus. Resya memang terlihat cantik hari ini. Pilihan baju dengan aksen tali di kedua bahunya yang melekat pada rok selutut sangat pas di tubuh langsingnya. Resya memilih baju kaos lengan panjang warna biru untuk di padukan dengan bagian luar bajunya. Kombinasi bagus yang di tunjang dengan sepatu santai warna biru muda juga.
“Terima kasih Pak “. Tersenyum pada Kristo.
“Sudah siap ?”
“He-eh “.
“Kalau gituh ayo kita jalan ke luar gang ! Kita pake mobil aku saja ya !” Melangkah beriringan bersama resya, yang di sambut anggukan oleh Resya.
Percaya atau tidak, Resya nampak serasi berjalan bersebelahan dengan Kristo. Resya berkulit kuning langsat, sedang Kristo warna kulitnya juga kuning langsat. Resya memiliki rambut hitam sebahu, yang warna hitamnya sama seperti Kristo. Dan Resya hanya setinggi bahu Kristo, nampak sepadan saat bersebelahan bersama Kristo. Sungguh pasangan yang serasi, entah bagaimana caranya, tetapi bagaikan pasangan yang saling melengkapi.
“Non, ternyata si ganteng ini pacarnya ya ?” Suara seorang ibu yang tadi sempat menanyakan arah tujuan Kristo, saat Kristo berjalan ke kontrakan Resya.
“Wah, kalau tahu si ganteng pacarnya non Resya. Ibu gak bakalan godain deh “. Ibu yang lain bicara sambil tertawa menggoda.
“Lain kali, pacarnya di kawal ya non Resya. Takutnya nanti kami semua khilaf nih “. Ibu yang lain ikut bersuara dan juga lengkap dengan derai tawanya.
“Lain kali, kalau Ibu-ibu godain saya. Saya laporin sama Resya “. Kristo menyempatkan diri menjawab semua keisengan para wanita paruh baya itu.
“Eh, ganteng. Gak perlu laporin kita juga kali. Kita damai aja ya “. Setelah si ibu pertama bicara, yang lain tertawa terbahak-bahak.
“Maaf ya ibu-ibu semua, saya permisi dulu “. Resya menarik tangan Kristo dan memaksa Kristo berjalan cepat.
“Non Resya, kami enggak bakalan godain lagi deh yayangnya “. Resya masih bisa mendengar suara teriakan para Ibu-ibu yang sepertinya sedang kurang kerjaan di pagi menjelang siang hari ini.
***************
Sebuah Mall di pusat Kota, tempat janjian awal Resya dan Bayu beberapa hari yang lalu. Bersama Kristo, Resya menuju lantai 3 tempat pusat aneka pakaian pria dan wanita, hingga anak-anak berada.
Kristo memperhatikan sekeliling, mencoba mencari keberadaan Bayu di lantai itu.
“Apa kita kecepetan datangnya Pak ?” Resya juga gagal menemukan Bayu.
“Rasanya sih tidak “. Melihat jam tangannya.
__ADS_1
“lantas, kenapa Bayunya terlambat coba ?” Sekali lagi mencari ke sekeliling.
“Ada kendala mungkin ?” Menjawab dengan perasaan tidak tahu.
“Kita tunggu saja beberapa menit lagi, kalau tidak juga, ya sudah kita saja yang lanjut jalan-jalan “.
“Baiklah “. Setuju dan mencoba bersabar menunggu.
Beberapa menit berlalu, Resya mencoba menghubungi Bayu. Sayang, nomor telepon Bayu sedang tidak aktif.
“Gak ada kabar, di telepon juga gak aktif ?” Gumam Resya pada handphone di tangannya.
“Sebentar ya, coba aku hubungi Dani dulu “. Memberi solusi baru.
Resya mengamati Kristo, lelaki tampan itu sedang berbicara dengan Dani. Tidak butuh waktu lama, handphone di matikan, pembicaraan selesai.
“Jadi ?” Resya langsung bertanya. Terlalu penasaran.
“Bayu beberapa saat yang lalu izin, ada keluarganya yang mengalami kecelakaan “. Informasi singkat.
“Semoga saja gak kenapa-kenapa “.
“Semoga “, Kristo ikut mengaminkan doa Resya.
“Karena kita sudah sampai di sini, ayo kita nikmati hari ini “. Mengulurkan tangannya pada Resya.
“Kita mau ngapain coba ?” Bertanya dengan keraguan, tetapi jemarinya telah terpaut pada Kristo.
“Pertama, ini adalah area baju. Ya, mari belanja “. Mulai mengajak Resya melangkah bersama.
“Kita pilih baju buat kamu !”
“Tapi Pak, aku sedang gak perlu belanja baju “. Menolak halus.
“Aku yang beliin, anggap ini adalah hadiah atas keberanian kamu nolong nona Nia dari si gila Bagas waktu itu “. Mencuil hidung Resya.
“Kalau Bapak maksa, apa boleh buat “. Tersenyum bukan main senang.
__ADS_1
Aku pantang di tawarin ya Pak, jadi maaf aku gak bakalan nolak. Membatin kesenangan. Baju-baju lucuuuuuu, aku datang.
***************
“Capek ?” Kristo memperbaiki rambut Resya kembali ke belakang telinganya. Mereka sedang terduduk di area makan, di lantai 4 Mall. Sedang bersantai dengan jus sirsak segar, serta nuget goreng sebagai cemilan.
“Enggak kok Pak, aku kalau di bawa main seperti ini mana mungkin capek “. Cenggegesan tidak jelas.
“Gaya kamu saja “. Tersenyum melihat kelucuan Resya. “Udah muterin semua lokasi baju-baju, tahunya hanya beli 2 stel baju saja “.
“Soalnya yang lucu Cuma 2 itu Pak “. Membela diri.
“Yang tadi kamu pegang itu bagus kok, kenapa nggak mau ?” Meminta alasan jelas penolakan Resya. Padahal Kristo suka dengan dress selutut dengan corak bunga di bagian bawah dan polos ke atas.
“Baju itu kalah bagus dengan yang Bapak pilihkan buat aku “. Mengerakkan 5 jari kanannya membentuk gerakkan melambai.
“Jadi, pilihan aku bagus, kamu suka, gituh ?” Berbicara sambil menyedot jus di depan bibirnya.
“Iya, lucu-lucu semua “. Bertepuk senang. “Makasih ya Pak “.
“Iya sama-sama “. Tersipu malu.
Cantik banget sih kamu, Sya kalau bertingkah imut seperti itu. Buat aku jadi deg-degan saja. Membatin dengan wajah yang tersipu sendiri.
“Sekarang kita nonton yuk “. Mengajak Resya ke kegiatan berikutnya, Kristo berniat menghabiskan hari sabtu ini bersama Resya. Membuat Resya lebih dekat padanya, lebih mengenal dia. Lebih membentuk pertemanan baik, bukan hubungan atasan dan bawahan.
“Mau banget “. Kegirangan.
“Habiskan minuman dan cemilannya, baru kita pergi !” semakin tersipu melihat sikap Resya yang menurut Kristo sangat imut.
Dan akhirnya, rencana Kristo berhasil. Seharian di sabtu cerah ini, dirinya berhasil membawa Resya pergi bersamanya. Belanja di Mall, nonton berdua film komedi pilihan Resya, makan siang yang sudah lewat dari jamnya. Tetapi, mereka malah terbahak-bahak berdua.
Tidak itu saja, main ke pantai. Sibuk menyusuri pantai dengan sesekali kaki terkena hembasan ombak. Mereka saling bercerita lepas, membahas berbagai topik. Bahkan keluarga masing-masing pun mereka saling ceritakan. Hingga terakhir, makan malam romantis berdua. Resya tidak tahu bagaimana caranya. Tetapi yang jelas, Kristo sudah mempersiapkan tempat makan malam yang luar biasa indah bagi mereka berdua. Sebuah tempat dengan latar bukit yang bertabur gemerlap lampu-lampu kota, lilin indah penerang malam, bunga lili kesukaan Resya sebagai penghias meja, dan tentu saja menu makanan yang semua sesuai selera Resya.
Dua tahun bersama Resky, Resya tidak pernah di manjakan seindah ini, dan beberapa saat berteman bersama Kristo, Resya merasakan sesuatu yang luar biasa bergejolaknya.
Sepasang anak manusia ini sedang tertawa bersama, mereka menikmati suasana malam bersama iringan lagu-lagu romantis dari pianis handal yang sengaja di siapkan Kristo. Lengkap sudah, Kristi sangat ingin Resya bahagia.
__ADS_1