SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 85


__ADS_3

Penangkapan Bagas


🌈🌈🌈🌈🌈


 


"The wenner selalu di depan". Ucap Bagas dengan bangganya saat telah berada di parkiran timur Rumah Sakit tempat Bibi Ros tengah menjalankan operasi.


 


"Nia sayang, Mas Bagas datang". Bagas berucap lengkap dengan senyum di kedua sudut wajahnya.


 


**********


 


"Lihat, itu mobil yang ugal-ugalan tadikan?" Tanya seorang petugas patroli pengawal yang di sewa Aisakha, kepada teman yang bertugas sebagai pengemudi mobil.


 


"Iya benar, itu plat mobilnya sama. Lihat, sama persis". Jawab sang teman sambil memperlihatkan catatannya.


 


"Bagus, tidak usah susah-susah mencari. Dia menyerahkan diri sendiri. Kau, segera turun, sampaikan pada tuan Aisakha kalau tugas kita sudah selesai. Sedang aku, aku akan akan segera meringkus dia. Tanganku sudah gatal ingin menangkap orang yang tidak patuh tata tertib berlalu lintas itu". Perintah petugas yang mengemudikan mobil patroli kepada temannya.


 


"Baik, berhati-hatilah. Kalau di lihat dari kelakukaannya sepanjang jalan tadi, aku takut dia di bawah pengaruh obat terlarang". Sang teman menasehati.


 


Akhirnya, para petugas patroli pengawal Aisakha berbagi tugas. Satu berjalan turun dari mobil hendak menemui Aisakha, melaporkan bahwa tugas mereka telah selesai. Dan satu lagi, turun berjalan ke arah mobil Bagas, siap, hendak melakukan pemeriksaan terhadap Bagas atas kesalahaannya, semua kesalahanya di jalan raya tadi


 


"Tuan". Sapa yang petugas kepada Kristo sambil menunduk hormat. "Kami telah selesai melakukan tugas, sekarang kami mohon diri". Pamit sang petugas.

__ADS_1


 


"Iya, terima kasih banyak. Kami sangat menghargai bantuan Bapak-bapak tadi". Kristo turun dari mobil dan menjabat tangan petugas tersebut.


 


"Jangan sungkan tuan". Jawab Bapak petugas patroli pengawal sambil menerima jabat tangan Kristo.


 


"APA, APA KAU PEGANG-PEGANG". Terdengar suara teriakan Bagas di sudut parkir timur Rumah Sakit. "KAU PIKIR SIAPA DIRIMU BERANI, HAAA?" Tantang Bagas pada salah satu petugas patroli pengawal yang di sewa Aisakha tadi.


 


"Ada apa itu?" Tanya Kristo keheranan saat melihat seorang petugas yang patroli berdebat dengan seorang lelaki di ujung parkiran.


 


"Dia adalah pengemudi yang ugal-ugalan di jalan raya tuan. Tadi dia telah di minta agar memberi jalan pada kita, sudah di kode. Tetapi tetap memaksa, ngebut, terobos lampu merah dan membahayakan pengemudi lain. Hingga ada yang tergelincir kendaraannya ke trotoar". Jelas petugas kepada Kristo.


 


 


"Benar tuan". Jawab petugas singkat.


 


"Astaga, nekad sekali ya. Tidak ada takut-takutnya". Ucap Kristo sambil mengelengkan kepala.


 


"Baik tuan, kami permisi dulu". Si petugas memberi hormat pada Kristo dan segera berlalu, mendekati sang teman yang tengah bersitegang dengan Bagas.


 


"Ada apa juga lagi". Terdengar suara Aisakha di dalam mobil.


 

__ADS_1


Cepat Kristo membukakan mobil untuk sang majikan. "Maaf tuan, itu". Sambil menunjuk ke arah Bagas. "Ada pengemudi ugal-ugalan yang tengah diintrogasi.


 


Aisakha turun dari mobilnya, melihat sosok yang di tunjuk oleh Kristo. Dari posisinya berdiri tampak orang yang di maksud Kristo tengah menantang petugas patroli pengawal. Acuh, dirinya tidak mau peduli, sekarang yang penting baginya adalah Nia, hanya Nia. Yang lain bukan urusannya.


 


"Hey, kau mau apa haaaa? Berani sama saya, iya?" Ucap Bagas sambil menepis tangan petugas yang berusaha menenangkannya. "Heyyyy, kampret. Jangan pengan-pegang. Minggir kalian!" Bagas pun mendorong seorang petugas.


 


"Anda sudah kelewat batas Pak. Anda harus kamu tahan". Cepat petugas patroli menangkap dan mengamankan Bagas.


 


"An***g kalian semua\, kurang ajar". Bagas memberontak\, memaki\, mencoba melepaskan diri. Petugas pun langsung bergerak cepat\, meringkus dan memborgol Bagas.


 


Tidak terima, Bagas terus berteriak memaki patugas, walaupun dia telah di bawa ke dalam mobil petugas tetapi suaranya tetap jelas, teriakannya tidak berhenti begitu saja.


 


"AWAS SAJA KAU, AKU TIDAK TERIMA....". Bagas terus berteriak marah.


 


Kelakuan Bagas sukses menjadi tontotan orang-orang diparkiran, Profesor Yandi beserta ketiga sahabat Nia pun terpelongo melihat pemandangan yang disuguhkan oleh Bagas. Tepat di saat Bagas memaki petugas, tepat di saat itu pula mobil mereka sampai.


 


"Syukurin dia, syukurrrr". Ucap Resya penuh kemenangan. "Semoga membusuk ditahanan sana". Resya menyumpahi Bagas saat mobil patroli berlalu dari hadapan mereka.


 


"Hilang sudah pengacau". Wulan bertepuk bahagia.


 

__ADS_1


 


__ADS_2