
πππππ
γ
Nia masih duduk di ruang kerjanya, meskipun jam pulang kantor telah lewat beberapa menit yang lalu. Sayangnya Nia tidak bisa bergerak. Padahal tas kerjanya sudah di sandangnya sedari tadi, bahkan Damar pengawalnya pun sudah 2 kali berdiri ingin mendekati Nia. Sepertinya Damar ingin menyelamatkan Nia dari para sahabat wanitanya itu. Wulan, Resya dan Anita duduk mengelilingi Nia, membuat ruang gerak Nia terjebak. Mereka sibuk mengajukan banyak pertanyaan pada Nia. Hingga akhirnya Nia memilih duduk kembali walaupun jam kerja telah lewat.
γ
Nia menatap Damar, Damar menunduk patuh padanya. Sepertinya Damar mengerti arti tatapan Nia padanya barusan. Damar kembali berdiri, menunggu sang nona sampai selesai di wawancarai para wanita yang mengelilinginya, terlihat jelas mereka sangat penasaran pada Nia.
γ
Damar mengalihakan pandangannya dari Nia, mencari keberadaan Bowo. Tumben Bowo seharian ini tidak menempel pada Nia. Begitu kira-kira pikir Damar.
γ
Wallaaaaa, ternyata di saat mata Damar menemukan keberadaan Bowo, tepat di saat itu juga mata Bowo terlihat tengah memandangi Damar.
γ
Heh, gara-gara keberadaanmu, aku belum bisa membawa Nia. Kau sungguh menyulitkanku.Β Bowo.
γ
Niat busuk apa yang ada di kepalamu, ha? Kau pikir aku akan lengah dan membiarkan kau mendekati nona ? Jangan harap.Β Damar.
γ
"Ayolah cerita sama kami ". Suara rengekan Resya membuat Damar kembali memperhatikan Nia. Sekarang Resya sedang mengoyang-goyangkan lengan Nia.
γ
"Yah apa lagi yang harus aku ceritakan ?" Nia terlihat bingung dengan tatapan para sahabatnya itu.
γ
"Lantas, cincin indah ini kapan di kasihnya ?" Resya menunjuk cincin emas bermata putih bening dengan kilau indah di jari manis Nia.
γ
Nia menarik tangannya pelan dari atas meja kerjanya, menarik turun menuju pangkuannya. Dia terlihat malu dan ingin menyembunyikan jari manisnya dari tatapan penasaran Wulan, Resya dan Anita
γ
"Kok gituh sama sahabat sendiri sih Nia ? Pake acara rahasia segala ". Wulan bersidekap di depan Nia.
γ
Nia menghela nafas panjang. "Ya sudah, aku ceritakan deh sama kalian semua ". Nia meletakkan tas kerjanya kembali di atas mejanya.
"Rencananya malam minggu kemaren aku sama Presdir mau kencan. Itu adalah kencan pertama kami ". Nia tertunduk malu, sesaat mengigit bibir bawahnya dan mencoba melanjutkan ceritanya lagi.
γ
"Tapi, di luar dugaanku. Tiba-tiba semua keluarga Bibiku datang, bahkan Mama Presdirpun ada ". Nia memandang satu persatu raut wajah para sahabatnya itu. Mereka terlihat mulai mengangga.
γ
"Kemudian Presdir bersimpu di hadapanku, mengeluarkan sebuah kotak kecil. Dia membukanya ". Nia merasa wajahnya mulai sedikit panas. Bisa di bayangkan, Nia terlihat sangat malu.
γ
"Terussssss ?" Anita tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Nia.
γ
"Iya, terus gimana Ya ?" Sekarang Resya yang malah ribut pada Nia.
γ
"Dia melamarku dan mengikatku dengan cincin ini ". Nia mengangkat tangannya memperlihatkan cincin yang tadi sempat di tunjuk para sahabatnya itu.
γ
"Hah, melamar ?" Wulan menutup mulutnya.
__ADS_1
γ
"So sweet Nia ". Resya mengengam jemari Nia.
γ
"Aku jadi terharu ". Anita tersenyum pada Nia.
γ
Dan Bowo ? Jangan lupakan Bowo. Meskipun dia duduk sedikit jauh dari Nia dan sahabat wanitanya itu. Namun dari posisi dia sekarang, dia bisa mendengar dan melihat jelas apa yang tengah dilakukan dan dibicarakan antara Nia, Wulan, Resya dan Anita. Bowo tersenyum, segurat tarikan senang terbentuk di ujung bibirnya.
γ
"Presdir berani banget ya, melamar kamu live di depan keluargamu dan Mamanya ?" Resya masih memandangi cincin di jari manis Nia.
γ
"Aku sendiri gak pernah terpikir akan mendapat perlakuan semanis itu darinya ". Nia terlihat sangat terharu.
γ
"Selamat ya Nia, kamu memang pantas diperlakukan seperti itu. Kamu itu orang baik soalnya ". Wulan berdiri dan merangkul Nia.
γ
"Makasih ya Lan ". Nia mengusap-usap lengan Wulan.
γ
"Selamat ya sob, aku senang banget lihat kamu bahagia " Anita berdiri dan ikut merangkul Nia.
γ
"Semoga, kamu dan Presdir langgeng selamanya, bahagia hingga akhir masa dan punya banyak keturunan ". Resya tidak mau kalah, dia pun ikut berdiri dan merangkul Nia.
γ
Aamiin, semoga kamu selalu bahagia Nia. Selamanya bersama lelaki yang kamu cintai. Bowo tersenyum dan berdoa tulus di dalam hatinya untuk Nia.
γ
γ
"Maksudnya ?" Resya dan yang lainnya melepas rangkulan mereka dari Nia.
γ
"Iya, aku enggak ngerti deh ?" Anita ikut berbicara.
γ
Bowo terlihat melebarkan telinganya.Β Pergi, kamu mau pergi kemana Nia ?
γ
"Setelah menikah aku akan menetap di Jakarta. Aku akan ikut suamiku, teman-teman ". Jawab Nia yakin.
γ
"Dan kamu akan meninggalkan pekerjaanmu ?" Wulan memandang Nia.
γ
"Bisa iya bisa tidak ". Nia tersenyum.
γ
"Artinya ?" Anita tidak mengerti.
γ
"Presdir berjanji akan membiarkan aku tetap bekerja, selama itu yang aku sukai. Dia membiarkan aku menjalani pilihan apa yang paling aku sukai. Menurutnya, asal aku bahagia ". Nia ingat setiap penuturan kekasihnya itu saat mereka bicara 4 mata beberapa hari yang lalu.
γ
__ADS_1
"Tapi, kamu akan menetap di Jakartakan ? Masa iya kamu bolak balik Jakarta-Bengkulu hanya demi pekerjaanmu ?" Kening Resya sedikit mengkerut, dia tengah berpikir.
γ
"Hahaha ". Nia tertawa pelan. "Ya enggaklah Sya. Masa iya aku segitu nekatnya bolak balik Jakarta-Bengkulu, tiap hari ? Enggaklah ". Nia mengibaskan tangannya sebagai wujud penyataan kata tidaknya tadi.
γ
"Jadi ?" Wulan sekarang yang di buat bingung oleh Nia.
γ
"Jadi, Presdir akan membuatkan laboratorium baru di Jakarta, di belakang Kantor pusatnya ". Senyum cerah mengembang di wajah Nia.
γ
"Whattttt ?" Anita setengah berteriak. "Beruntungnya kamu Nia".
γ
"Presdir sampai melakukan semua itu khusus untuk kamu. Nia, Presdir sangat mencintai kamu ya ". Wulan ikut tersenyum melihat Nia. "Aku senang atas ide hebat Presdir itu. Memang jenius dia ".
γ
"Makasih ya semuanya ". Ucap Nia tulus.
γ
"Bagaimana kalau kita jalan bareng malam ini, ya...hitung-hitung kita selamatan atas lamaran kamu ?" Ajak Resya pada Nia dan lainnya
γ
"Boleh, tapi jangan malam ini ya. Aku sudah janji sama Mama mau kerumahnya ".
γ
"Mama ? Mama mertuamu, Ibunya Presdir ?" Tanya Anita cepat.
γ
"Iya". Nia menganguk pelan.
γ
"Ya Tuhan, beruntungnya kamu, Nia. Anak lelakinya tergila-gila padamu. Dan Mamanya, Mamanya menyayangimu ". Anita mencubit gemes pipi Nia.
γ
"Aduh, sakit Nit ". Nia menjauhkan wajahnya dari tangan Anita.
γ
"Maaf, aku gemes banget sama kamu soalnya, hehehe ". Anita terkekeh senang.
γ
"Awasnya, kalau kalian berani jahil sama aku. Aku laporin Presdir kalian semua ". Dengan wajah di buat seserius mungkin. Nia berpura-pura mengancam para sahabatnya itu.
γ
"Kamu ". Wulan berjalan kearah Nia. "Ayo cepat pegang tangannya. Kita ngelitikin Nia sampe minta ampun. Dia sudah berani mengancam kita sekarang ". Resya dan Anita pun berjalan kearah Nia.
γ
"Jangan, jangan..aku enggak mau ! Ampun ". Belum lagi Wulan, Resya dan Anita sampai ke tempat duduk Nia. Nia sudah tertawa geli duluan membayangkan dirinya digelitikin. "Hahahahaha".
γ
Wulan, Resya dan Anita ikut tertawa terbahak-bahak bersama Nia. Mereka tertawa lepas saling berpandangan satu sama lain. Sepertinya hari ini akan menjadi kenangan indah buat para wanita yang bersahabat sangat dekat ini.
γ
Tanpa ada yang menyadari, saat Nia dan yang lainnya tertawa bahagia. Bowo berjalan perlahan meninggalkan ruang kerja mereka. Dia hanya menatap sesaat kearah Damar, sebelum benar-benar pergi meninggalkan ruang kerjanya. Meninggalkan Nia yang masih tertawa lepas bersama Wulan, Resya dan Anita.
γ
__ADS_1
γ