SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 21


__ADS_3

KAMU, TUAN, NONA (1)


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Rasanya Nia baru benar merebahkan diri di ranjang empuknya, bahkan dia pun belum memasuki alam mimpi indahnya. Tiba-tiba Nia mendengar suara pelan perempuan di pintu kamarnya "non, non, nonnya sudah tidur ya?" Suara sayup-sayup sampai Bi Kartik di depan pintu kamar Nia.


γ€€


Nia terjaga, ada rasa kantuk luar biasa. Lambat Nia mengumpulkan nyawanya kembali ke dunia. Tadi itu suara Bi Kartik bukan? Apa aku mimpi ya?Β Nia sedikit ragu dengan pendengarannya.


γ€€


Nia mencoba untuk kembali memejamkan mata, tetapiΒ  sesaat kemudian.


Tok, tok, tok. "Non, non, non sudah tidur? Ini Bibi, non. Maaf menganggu non". Ketukan dan suara Bi kartik terdengar di depan pintu kamar Nia.


γ€€


Lekas Nia melihat jam, ternyata jam dua dini hari. Ada apa ini? Kenapa Bi Kartik membangunkan ku pagi buta begini?Β  Sekarang Nia sangat yakin bahwa dia tidak salah dengar.


γ€€


Segera Nia membuka pintu kamarnya, "ada apa Bi? Apa yang terjadi?" Nia melihat Bi kartik sedang sibuk menautkan jari-jari tangannya.


γ€€


"Maaf ya non membangunkan non dini hari seperti ini. Maaf benar non, Bibi terpaksa non. Itu non, Pakde. Dari jam dua belas tadi diare. Mungkin sudah ada sepuluh kali bolak-balik toilet. Kasihan non, Pakdenya. Dah mulai lemes non". Cerita Bibi sambil memandang sedih pada Nia.


γ€€


"Ya ampun, kok bisa ya Bi? Trus di mana Pakde sekarang Bi?" Tanya Nia khawatir.


γ€€


"Pakde di kamar non?" Jawab Bibi cepat.


γ€€


"Ya udah Bibi tolong siapin Pakde, aku ganti baju sebentar. Kita langsung bawa Pakde ke Klinik dekat sini ya!" Nia pun segera berganti pakaian.


γ€€


Sesaat kemudian, Nia sudah memarkirkan mobilnya di Klinik dokter Ananda yang tidak berapa jauh dari apartemennya. Dengan di bantu oleh Nia dan Bi Kartik, Pakde di bawa ke ruang periksa dokter. Dan syukurlah Pakde segera mendapat pertolongan dari dokter. Kemudian setelah menebus obat di apotik, Pakde pun diperbolehkan pulang. Untuk tiga hari ke depan, dokter melarang Pakde mengkonsumsi makanan mengandung cabe, makanan dengan penyedap rasa, susu sapi dan tentunya Pakde harus istirahat dari rutunitas pekerjaannya. Kemudian Nia pun kembali mengemudikan mobilnya, membawa Pakde dan Bi Kartik pulang ke apartemen.


γ€€


***************


γ€€


Nia berdoa di dalam hatinya di depan stir mobil yang tengah dikemudikannya, semoga pagi ini tidak terlambat. Karena peristiwa Pakde yang mengalami diare dini hari tadi, Nia pagi ini sedikit terlambat berangkat dari rumah. Jujur, rasa kantuk masih jelas terlihat di raut wajahnya. Setelah pulang dari Klinik dokter, Nia baru bisa kembali tertidur jam empat pagi. Dan jam setengah tujuh dia di paksa bangun oleh Bibi. Jadi bagaimana tidak jika dia masih di dera rasa kantuk sekarang.


γ€€

__ADS_1


Delapan kurang dua belas, Nia memperhatikan jarum pendek dan panjang di jam tangannya. Sukur-sukur belum terlambat. Bergegas Nia berjalan menuju gedung yang menjadi ruang kerjanya. Sebenarnya kalau di hitung dari jam masuk kerja, tentu saja Nia belum terlambat. Karena jam masuk adalah jam delapan tepat, tetapi untuk Nia yang sudah tiga tahun terakhir ini sampai di kantor tepat pukul tujuh tiga puluh, tentu saja akan sedikit merasa canggung jika ia sampai di kantor tidak di jam biasanya.


γ€€


Saat membuka pintu ruang kerja para peneliti, Nia dapat mendengar jelas suara rekan-rekan kerja wanitanya yang sedang menyebut nama Aisakha. Wulan sangat semangat memuji ketampanan Aisakha, mungkin sudah ada lima kali Nia mendengar nama presdirnya di sebut-sebut Wulan.


γ€€


"Kalian lagi bahas apa? Suaranya kencang banget loh, sampe kedengaran diparkiran". Canda Nia.


γ€€


Bowo yang tidak dilibatkan dalam cerita rekan-rekan wanitanya langsung berdiri dari kursi kerjanya, mendekati Nia dan memberi penjelasan padanya.


γ€€


"Biasa, emak-emak tuh. Mana bisa lihat pria cakep, macho dan atletis. Langsung deh iler mereka keluar. Hahaha". Jawab Bowo sambil menertawakan rekan-rekan wanitanya.


γ€€


"Hei, hello. Siapa yang nggak bakal ngiler lihat presdir kita, sempurna banget sih dianya. Jauh beda ma kamu Wo, tuan Aisakha itu sudah tampan, tubuhnya atletis baik lagi. Kamu tahu Nia, berkat kesuksesan kamu dengan varietas jagung itu, kemaren kita di undang beliau secara pribadi untuk langsung bertemu di ruang kerjanya". Jelas Wulan.


γ€€


"Gak cuma itu Ya, presdir bahkan memberi kita bonus dua kali gaji atas keberhasilan kamu. Tuh, baik banget yah big boss kita. Kok aku rasanya pengen jatuh cinta ma dia". Anita mulai berkhayal.


γ€€


"Wah, beruntungnya kalian. Aku bahagia banget dengernya, tetapi itu semua berkat kerja sama kita sebagai tim. Tanpa kalian aku mana bisa, kalian memang rekan kerja yang luar biasa". Puji Nia sambil berjalan mendekati Wulan, Resya dan Anita. Sedang Bowo hanya tersenyum mendengar perkataan tulus Nia barusan.


γ€€


γ€€


"Banget Ya, banget. Mungkin tuan Aisakha itu titisan dewa, mangkanya bisa tampan banget". Resya menyimpulkan sendiri. "Kalau kamu gak percaya nanti beliau akan mengunjungi kita di laboratorim. Dia pengen ketemu kamu, Nia. Kemarenkan dia belum ketemu kamu, gituh". Jelas Resya.


γ€€


"Gak usah melebih-lebihkan cerita deh Sya, kamu tuh ketahuan boongnya". Bowo sewot sendiri waktu mendengar Resya melebihkan pujiannya pada sang presdir dengan mengatakan kalau Aisakha adalah titisan dewa.


γ€€


"Kan pendapat aku, Wo. Percaya sukur, gak percaya kebangetan, hahahahah". Jawab santai Resya.


γ€€


Mendengar perkataan Anita kalau sang presdir akan mengunjungi laboratorium untuk bertemu denganya membuat hatinya tiba-tiba menjadi hangat. Ada kehangatan yang menjalar perlahan, membuat rasa kantuknya melayang entah kemana. Nia tidak mengerti kenapa hatinya memberi perlakuan berbeda padanya saat ini, tetapi yang jelas Nia menyukai apa yang dirasakannya. Nia hanya tersenyum kepada teman-temannya dan kemudian mempersiapkan diri untuk segera memulai aktivitas bekerja di laboratorium seperti biasa.


γ€€


***************


γ€€


"Masih adakah file yang harus saya periksa?" Tanya Aisakha pada Kristo sekretarisnya.

__ADS_1


γ€€


"Tidak ada tuan, semua sudah. Selanjutnya tinggal menunggu keputusan tuan saja untuk memilih perusahaan yang menjadi rekan kerja kita kemudian". Kristo menjawab pertanyaan Aisakha dengan penjelasan detai.


γ€€


"Baik, itu bisa menunggu nanti saja. Sekarang kita ke laboratorium dulu". Ajak Aisakha pada Kristo.


γ€€


"Sekarang tuan?". Tanya Kristo sedikit heran. "Apa ini tidak terlalu cepat tuan, bagaimana kalau setelah jam makan siang saja tuan?" Kristo mencoba memberi alternatif lain pada Aisakha.


γ€€


"Sekarang saja, toh kamu sendiri yang bilang semua keputusan bisa menunggu. Lantas kenapa di tunda buat ke laroratorium? Apa kamu tahu, saya sangat penasaran dengan peneliti yang kemaren mendadak izin itu, Syania". Ujar Aisakha.


γ€€


"Baiklah tuan, kalau begituh saya akan memberi tahu Profesor jika tuan akan memgunjungi mereka". Kristo pun hendak melangkahkan kakinya keluar ruang kerja sang presdir.


γ€€


"Tidak perlu, biarkan saja. Mungkin kedatanganku bisa menjadi kejutan buat mereka. Jadi tidak usah kamu beritahu Profesor Yandi". Perintah Aisakha.


γ€€


Kristo menganggukan kepalanya mengiyakan perintah majikannya. Kemudian dia berjalan duluan untuk membukakan pintu bagi sang presdir. Langkah Aisakha diikuti oleh Kristo dan dua orang bodyguard dibelakangnya. Aisakha memang tidak pernah lepas dari kawalan orang-orang kepercayaannya itu.


γ€€


Tidak butuh waktu lama bagi Aisakha untuk sampai di Laboratorium. Walaupun jarak antara gedung utama dan Laboratorium berjarak kira-kira lima belas menit, tetapi Aisakha bisa sampai hanya dengan waktu sepuluh menit. Maklum saja, sebagai presdir Sunjaya Company Aisakha memiliki fasilitas leaf pribadi.


γ€€


Tidak ada yang menyadari Langkah pasti Aisakha menuju pintu laboratorium. Profesor Yandi tengah fokus pada tabung silinder yang didalamnya terdapat larutan air berwarna hijau dan putih susu. Wulan dan Anita tengah memilah bibit bunga sesuai warna seperti permintaan Nia untuk dijadikan sampel uji coba. Bowo tengah menyusun bubuk-bubuk warna dari zat perekat untuk percobaan selanjutnya. Sementara Resya tengah berjalan mendekati Bowo untuk membawa gelas takar. Bagaimana dengan Nia? Nia sendiri tengah menghitung luas volume dari masa tiap-tiap warna bunga yang telah dinyatakan layak menjadi sampel oleh Wulan dan Anita.


γ€€


Nia sangat asyik dengan white board di ujung laboratorium, dia benar-benar tengelam dalam rumus yang sangat dikuasainya. Sesekali Nia menghapus huruf dan angka yang di oret jari lentiknya di papan tulis, dan sasaat kemudian dia memperlihatkan ekspresi serius untuk berpikir sehingga refleks sepidol yang tengah dipakainya untuk menulis malah diselipkan di balik telinganya.


γ€€


Cukup lama suasana mendadak hening, Profesor Yandi memerintahkan Wulan, Bowo, Resya dan Anita untuk berhenti bekerja. Mereka sangat terkejut mendapati sang presdir telah berdiri di depan pintu laboratorim. Sayup, perintah yang sama juga disuarakan Profesor kepada Nia, tetapi Nia diam tak bergeming.


γ€€


Dapat dipastikan Nia terlalu serius sehingga tidak mendengar panggilan si Profesor. Mereka berjalan ke arah pintu masuk dan menundukkan kepala menerima kedatangan sang pemilik Sunjaya Company.Β  Wulan, Resya dan Anita tidak lupa memberi senyum manis mereka saat di minta Profesor untuk memberi hormat pada Aisakha.


γ€€


"Kenapa tuan tidak beri tahu saya kalau akan mengunjungi laboratorium pagi ini? Andai saya tahu, saya akan memerintahkan mereka semua untuk menyambut tuan di ruangan. BukaΒ  di sini, maafkan saya tuan, mungkin tuan merasa kurang nyaman di sini". Profesor berbicara sambil menunjuk para stafnya.


γ€€


"Sudahlah Prof, biasa saja. Jangan sungkan begitu. Saya sengaja tidak meminta Kristo memberi tahu anda dan yang lain. Saya tidak ingin menganggu pekerjaan kalian, lagi pula ada bagusnya saya datang tanpa pemberitahuan. Saya jadi tahu seperti apa giatnya kalian bekerja. Sampai-sampai sedari tadi saya lihat yang berdiri di depan white board itu masih serius dengan tulisannya dan mengacuhkan saya, hahahaha". Terdengar tawa santai Aisakha saat menunjuk ke arah Nia.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2