SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 128


__ADS_3

Tersadar Dari Lamunan


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Kalau di rasa-rasa, sepertinya sudah lebih dari lima menit Aisakha tengelam dalam lamunannya. Bahkan Kristo yang sibuk berdiri sambil memperhatikan dirinya, sama sekali tidak di gubrisnya.


 


Awal sebelum masuk kedalam ruang kerja sang tuan, Kristo sempat mengetuk pintu. Beberapa detik menunggu, Kristo hanya mendapat kesunyian. Penasaran, Kristo pun nekat masuk. Dan inilah yang di saksikannya, sang tuan hanya diam menatap kosong ke satu titik. Terlihat serius dengan alam pikirannya sendiri, tidak menyadari apa lagi mendengar suara Kristo si sekretaris memanggilnya.


 


"Tuan". Untuk kali kesekian Kristo mencoba memanggil Aisakha.


 


"Aggghhhhh". Aisakha mengusap kesal wajahnya. Suara keras Kristo sukses menyadarkanya dari lamunan tentang kenangan pertemuannya bersama Julia dua tahun yang lalu. Pertemuan yang di atur oleh sang Mama, ya...Mama adalah tokoh utama dalam pertemuan tersebut, Mama yang memaksanya untuk berkenalan dengan wanita aneh yang terlihat sangat terobsesi untuk mengodanya. Cih, menjijikan sekali.


 


"Setelah dua tahun berlalu, kenapa Julia muncul lagi?" Aisakha berdiri, berjalan kearah jendela besar di belakang meja kerjanya.


 


"Kau tahu Kris, saya tidak mengenal wanita itu. Saya hanya berbicara dengannya kurang dari satu jam dan itu pun dua tahun yang lalu.  Kalau di ingat bagimana pertemuan yang di atur oleh Mama untuk saya dulu, dulu sekali Kris, membuat saya sangat muak pada Julia. Dia berusaha keras mengoda saya, dia terobsesi untuk menaklukan saya". Suara keras Aisakha membuat Kristo menjadi tahu apa yang tengah dipikirkan sang tuan dalam lamunannya tadi.


 

__ADS_1


Jadi tuan teringat kembali perkenalannya dengan wanita itu, Julia. Yang dulu di atur oleh Ibunya tuan. Ah...bagimana ya caranya sekarang. Siapa menyangka setelah dua tahun berlalu, setelah tuan menolak wanita itu. Bahkan setelah tuan sedang bahagia-bahagiannya telah berhasil menemukan nona Nia, hingga cinta tuan di balas oleh nona. Kenapa dia justru kembali lagi mencoba masuk dalam hidup tuan? Buat keributan lagi di cabang Bandung. Menyusahkan saja wanita itu.


 


"Tuan, apa yang tuan ingin saya lakukan". Kristo menunggu perintah dari Aisakha.


 


"Apa saja !" Sinar kebencian jelas terlihat di mata birunya. "Saya sangat ingin menyingkirkan Julia. Berani benar dia mengaku sebagai Nia dan berteriak histeris mencari saya di cabang Bandung". Aisakha sangat geram. "Wanita brengsek".


 


"Sungguh saya tidak pernah menyangka tuan, dia benar-benar terobsesi pada tuan. Sampai-sampai dia sanggup merubah penampilannya sedemikian rupa dan mengaku sebagai nona Nia". Kristo hanya bisa mengeleng tidak habis pikir di dunia ini ada wanita yang terobsesi sebegitu luar biasanya pada sang tuan. Mau melakukan apa saja, bahkan terkesan gila.


 


"Singkirkan dia, Kris ! Saya tidak ingin berurusan dengan wanita itu. Dia bukan siapa-siapa dalam hidup saya, tidak dulu tidak sekarang. Kau harus memastikan ini adalah kali terakhir saya mendengar tentang dia. Saya sangat jijik kalau harus mengingat perkenalan kami yang di atur oleh Mama. Ah, andai saja Mama tidak pernah memiliki ide konyol itu". Aisakha terlihat memijat keningnya.


 


 


Jelas Aisakha sangat marah saat ini. Wanita yang dua tahun lalu, di atur oleh sang Mama agar bisa berkenalannya dengannya, yang sudah di tolaknya secara terang-terangan. Siapa yang menyangka sekarang berani menunjukkan batang hidungnya kembali di cabang perusahaan Aisakha di Kota Bandung. Julia sengaja membuat sensasi dengan berteriak histeris memanggil-manggil Aisakha, mengaku sebagai Nia kekasih Aiskaha, memohon agar Aisakha kembali padanya. Julia sukses membuat gempar seluruh manusia diperusahaannya itu.


 


Jadi wajar saja bukan, kalau Aisakha terpancing amarahnya sekarang. Rasanya bukanlah suatu hal yang aneh kalau dirinya teramat sangat ingin menghajar wanita bernama Julia itu, walaupun hati kecilnya berusaha menasehati Aisakha kalau tidak sepantasnya seorang lelaki bercita-cita menghajar seorang wanita. Tetapi tidak demikian dengan sisi kesabarannya yang telah sampai pada limit akhir. Dia benar-benar serius ingin memberi pelajaran pada wanita yang pernah memaksa dirinya agar mau menerimanya.


 

__ADS_1


"Baik tuan". Kristo mengangguk paham. "Saya berjanji akan menyelesaikan masalah ini. Setelah hari ini, saya pastikan wanita bernama Julia itu tidak akan muncul lagi dalam hidup tuan". Kristo terlihat bersungguh-sungguh.


 


"Nia tidak boleh tahu tentang Julia, aku tidak ingin membuat Nia meragukan aku, Kris. Apa lagi aku memang tidak pernah mengenal wanita itu dan menjalin hubungan dengannya. Bereskan keributan yang di buatnya, jangan sampai bocor keluar, lebih-lebih ke media !".


 


*************


 


Handphone Nia berbunyi, sedari tadi benda itu beryanyi tidak kenal lelah demi membuat yang punya mengetahui ada panggilan masuk di sana. Nia terperanjat, sepertinya dia sedang tidak fokus pada sekelilingnya. Pikiran Nia sedang melayang kepada sang kekasih, lelaki tampan yang tadi pamit ingin kembali ke kantor dengan alasan ada urusan pekerjaan yang sangat mendesak.


 


"Mama". Tertulis kata itu di layar handphonenya.


 


"Syania, apa Mama menganggu? Kamu sibuk?" Suara Mama terdengar sedikit ragu di ujung telepon. Mungkin karena Nia terlalu lama membiarkan panggilan darinya terabaikan, hingga membuat si penelepon sempat tidak yakin, kalau Nia berkenan mengangkat panggilannya.


 


"Maaf Ma, saya terlambat mengangkat. Kebetulan saya sedang di Rumah Sakit". Nia terlihat menatap kearah Bibi yang sedang terlelap. Takut kalau-kalau suaranya membuat bibi terganggu.


 


"Rumah  Sakit?" Suara Mama berubah cemas. Kamu sakit nak? Di Rumah Sakit mana? Mama kesitu ya?" Dan Nia pun bingung harus memulai menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2