SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 150


__ADS_3

Kencan Pertama (1)


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Nia terlihat ragu untuk memulai rutinas mandi paginya, sepertinya dari mulai matanya terbuka tadi hingga saat ini, dia hanya sibuk mengajak dirinya berdiskusi. Mungkin Nia sedikit khawatir, atau mungkin malah grogi. Yang jelas Nia terkadang terlihat bersemangat dan terkadang memasang rawut wajah cemas. Sejujurnya tingkah Nia ini sangat mengemaskan, seperti anak remaja yang di landa kecemasan tingkat dewa untuk menjalani kencan pertama mereka. Nia sangat malu.


 


Sepertinya acara ke salon dan berbelanja itu terlalu berlebihan deh ?


Enggak kok, kan wajar kalau seorang wanita memanjakan dirinya ke salon serta berbelanja.


Tapi apa perlu sebegitunya juga ? Inikan cuma kencan saja.


Memang kamu gak pengen gituh tampil mempesona dan cantik luar biasa malam nanti.


Yaaa..pengen sih.


Nah, kamu sendiri pengen. Jadi wajarkan ? Lagi pula kamu itu bakalan jadi isterinya besok. Yah, dari sekarang kamu harus rajin perawatan. Aisakha itu tampan banget loh, pasti banyak wanita-wanita di luar sana yang berusaha mendekatinya. Kamu harus melebihi wanita di luaran sana, ingat pelakor itu kejam.


Loh..kok malah nakutin aku sih ?


Habisss, kamu juga sih. Timbang cuma ke salon dan berbelanja baju serta sepatu baru aja berat benar.


Itukan karena aku merasa apa ini benar ?


Niaaaa, buat membahagiakan pasangan sendiri tentu saja benar. Kamu lupa apa yang telah dilakukannya padamu untuk memperlihatkan sedalam apa cintanya padamu ?


Iya sih...


Itu kamu ingat. Jadi gak salahkan kalau kamu tampil sangat cantik malam ini untuk dia ?


Iya deh, aku setuju. Kamu benar, aku juga pengen banget buat dia senang.


Gitu dong, itu baru Syania namanya.


 


Dan perdebatan panjang itu berakhir dengan Nia melangkahkan kaki menuju kamar mandinya, dia harus segera bersiap sebab acara ke salonnya pagi ini akan segera di mulai. Mungkin Alika juga sedang bersiap-siap menunggu Nia menjemput untuk menemaninya.


 


 


***************


 

__ADS_1


"Nah, gituh dong non. Sesekali keluar untuk melakukan rutinitas seorang wanita. Bibikan jadi senang ". Bi Kartik menyiapkan menu sarapan pagi Nia di atas meja lengkap dengan segelas jus jeruk segar seperti permintaan Nia.


 


"Bi..ini cuma kesalon doang kok ". Nia memilih meneguk jus jeruknya sambil menjawab perkataan Bibi tadi.


 


"Iya, Bibi tahu. Cuma kesalon doang kok. Dan Bibi juga tahu kesalon doang itu belum pernah si non kerjakan selama ini ". Bi Kartik, asisten rumah tangga Nia itu berdiri di dekatnya.


 


"Sudah non sarapan aja sekarang. Nanti non Alika malah kelamaan nunggu non ". Bibi melihat sepertinya Nia sudah berencana membuka mulutnya untuk menjawabnya. "Pokoknya harus bersenang-senang, karena ini perdana buat non !" Bibi berjalan kembali ke dapur meninggalkan Nia yang mulai mengigit roti bakar sebagai menu sarapan paginya hari ini.


 


Bibi tenang aja, aku pasti bersenang-senang kok.


 


Cepat Nia menghabiskan sarapan paginya, terlihat kalau sekarang Nia sudah sangat bersemangat untuk segera berangkat menjemput Alika sepupunya. Sepertinya acara nyalon hari ini akan berjalan baik, Nia sedikit penasaran.


 


 


***************


 


 


"Percaya deh sama aku ". Alika sempat menyakinkan Nia sesaat sebelum gadis cantik itu mengikuti langkah petugas wanita yang akan bertugas melayani Nia hari ini.


 


Perawan di mulai, Nia telah berganti kostum yang disiapkan pihak salon. Sedikit risih sih awalnya, saat petugas wanita memulai rangkaian perawatannya pada Nia. Tapi perlahan, Nia mulai menikmati semuanya. Hingga saat pelayan wanita yang baru masuk dan memperkenalkan diri sebagai petugas Spa datang, Nia sangat ingin mengucapkan terima kasih pada Bibi Ros yang kemaren sempat memaksa dirinya agar melakukan semua ini saat kencan pertamanya akan berlangsung. Ternyata sangat menyenangkan sekali, sensasi pijatan demi pijatan di kepala, wajah dan terakhir tubuhnya, dengan baluran aroma terapi wangi lavender, sukses membuat Nia sangat rileks. Sepertinya tubuhnya lebih tenang dalam menghadapi kencan pertamanya malam nanti bersama Aisakha.


 


"Bagaimana nona, anda suka dengan pilihan saya ?" Alika sengaja mengajukan pertanyaan tersebut saat mendapati suasana hati Nia sudah berubah lebih tenang saat melakukan pembayaran di kasir.


 


"Ternyata nyalon itu menyenangkan Ka. Kalau seperti ini, kayaknya aku bakal ketagihan deh". Nia terkekeh pada Alika.


 


"Apaku bilang tadi, percayakan semua sama aku. Akutuh langganan di sini, pokoknya di sini tu the bestlah. Camkohaa ". Alika mengangkat jempolnya tinggi.

__ADS_1


 


"Hahaha, iya aku percaya. Camkohaa ". Nia pun mengangkat jempolnya tinggi. Kedua saudara sepupu ini pun tertawa bahagia sambil meninggalkan salon.


 


"Kemana lagi non sekarang ?" Pakde sudah siap mengarahkan mobil yang di kemudikannya menuju tempat pilihan Nia selanjutnya.


 


"Butik di jalan Sentot ya Pakde !" Nia memandang Alika dan Alika menganguk pada Nia. Benar, butik yang akan mereka tuju ini pun adalah butik rekomendasi Alika pada Nia. Sepertinya Alika punya banyak pengetahuan tentang dunia wanita, sebuah dunia yang sebenarnya sangat jauh dari keseharian Nia.


 


 


***************


 


Waktu berjalan sangat cepat bagi Nia, rasanya dia baru saja merasakan kebahagiaan menikmati dunia wanita bersama Alika. Ke salon dengan melakukan perawatan pada sekujur tubuhnya hingga melengang berbelanja baju dan sepatu baru ke sebuah butik terkenal di Kota Bengkulu. Bahkan tadi siang dia masih menyempatkan diri adu argument dengan Alika tentang baju yang akan di belinya, dan sekarang, malam ini telah berdandan sebaik mungkin, secantik mungkin dengan memakai baju baru pilihan Alika yang telah di cuci dan di seterika rapi oleh Bi Kartik.


 


Sekali lagi Nia mematut dirinya di depan cermin, memperhatikan polesan makeup di wajahnya, memastikan lipstik pilihannya tidak ketebalan, melihat sisi kanan dan kiri baju barunya hingga memakai sepatu tinggi yang warnanya senada dengan bajunya.


 


"Baiklah, semua sudah siap". Guman Nia pelan atas hasil akhir dandanannya.


 


Nia berjalan keluar kamar, melangkah anggun menuruni anak tangga satu persatu. Dia berusaha tenang, menarik nafas panjang beberapa kali dan menghembuskannya perlahan. Sepertinya usahanya ini cukup bagus, sekarang ritme jantungnya mulai berdegub lebih tenang, lebih santai. Tenang Nia, semua pasti baik-baik saja. Kamu jangan khawatir ya. Semua pasti berjalan lancar. 


 


 


*******


 


Hai...hallo kaka-kaka readers yang budiman dimanapun berada.


Sedikit informasi, satu episode lagi maka novel Senja Baru Untuk Syania akan berakhir.


Jadi selamat membaca ya kaka, sehat selalu dan jangan lupa berbahagia 🙏


 

__ADS_1


 


__ADS_2