SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
78


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Plaaaaakkkkk...


Satu pukulan mendarat sempurna di kepala Kristo, meskipun terasa sakit Kristo hanya bisa mengelus pelan puncak kepalanya tanpa berani protes pada si punya tangan yang tega melakukan itu padanya.


 


"Berhenti memasang wajah lucu itu !" Ternyata Aisakhalah yang dengan santainya telah memukul kepala Kristo tadi. Jelas kejadian salah paham teraneh di dunia versi Aisakha yang telah berlalu beberapa jam tadi, menjadi penyebab kemarahannya pada Kristo. Bagaimana tidak, kalau Kristo mengingat ke absuran sang tuan, spontan saja tawa lucunya berderai senang akan lepas begitu saja dari mulutnya. Dan Aisakha tidak menyukai itu.


 


"Sayang sudah ya !" Nia mulai jengah melihat ulah kekasihnya itu bersama sekretaris kepercayaannya. Mereka saling olok dan saling menertawakan, hingga akhirnya si tuan kesal dan si sekretaris hanya bisa merutuk dalam hati. Selalu saja seperti itu, padahal sopir telah menjalankan kemudi hampir satu jam penuh menuju makan ayah, ibu dan nenek Nia. Tetapi 2 orang lelaki yang duduk persis di sebelah dan di depannya itu masih jadi sibuk saling mengejek dengan gaya bahasa masing-masing.


 


"Dan kamu Krsito, berhenti menertawakan calon suami saya !" Ucapan Nia marah yang membuat Aisakha bangga.


 


"Tuh..dengar tuh !" Aisakha merasa mendapat pembelaan.


 


"Dan kamu sayang, tolong berhenti memarahinya ". Sekarang giliran Kristo yang bersorak senang di dalam hatinya, merasa mendapat pembelaan dari calon nyonya muda.


 


Yessssssss....


Senyum kemenangan menghiasi wajah Kristo.


 


Awas kau, tunggu pembalasanku.


Sumpah Aisakha kesal di dalam hati.

__ADS_1


 


Untung saja, kegaduhan sang majikan dan sekretarisnya ini sama sekali tidak menganggu kinerja si sopir. Lelaki kepercayaan Aisakha ini tetap tenang memastikan jalannya kendaraan di jalur teraman untuk sang tuan dan pasangannya. Sekali, hanya sekali si sopir tersenyum lucu melihat begitu mudahnya calon nyonya mudanya itu akrab dengan seisi rumah sang tuan. Bahkan, dengan mudahnya bisa membuat sang tuan terdiam saat ini meskipun dengan wajah yang jelas menahan kesal. Istimewa, itulah sudut pandang si sopir terhadap Nia.


 


 


****************


 


"Bawa semua kebutuhan nona ke atas. Apapun yang dia mau, kau penuhi !" Edo memanggil seorang pelayan wanita ke ruang baca.


 


"Jangan pernah ceritakan tentang hal ini pada siapapun, termasuk Papa dan Mama ! Jika ada yang tahu, maka saya pastikan itu adalah hari terakhir kamu hidup tenang ". Ancam Edo.


 


Si pelayan wanita hanya bisa menganggukan kepalanya, tidak mengerti isi perintah Edo, apa lagi paham penyebab Edo mengancamnya. Tetapi demi masa depan pekerjaannya, wanita ini memilih mengiyakan saja semua keinginan Edo.


 


 


Sesekali Edo memijat pelan keningnya dan sesekali Edo mengerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan, saat Edo berhasil menemukan kebenaran kejadian semalam, maka di saat itu Edo berusaha menghenyahkan semua. Sejujurnya, Edo telah berhasil mengingat semua urutan kemarahan dirinya yang telah dilampiaskannya pada Kemala. Tetapi jujur pula,  Edo sedang berusaha menolak semuanya. Meskipun dirinya tahu Kemala telah menjadi korban kemarahannya, tetapi Edo terlalu angkuh untuk mengakui semua.


 


Setelah sekian lama, aku masih tidak bisa membohongi hatiku. Aku masih sangat mencintaimu. Meskipun kau tidak punya hati padaku, tetapi bodohnya aku begitu tulus mencintaimu.


 


****************


 


"Ayo ". Aisakha mengengam erat tangan Nia saat mereka telah sampai di kawasan pekuburan di daerah Jakarta Selatan. Aisakha begitu tenang, senyum percaya diri terkembang, dia menuntun langkah sang pujaan hati.

__ADS_1


 


"Ayah, Ibu....ini Nia, Nia datang ". Dengan menggunakan lututnya, Nia duduk di tepi makan Ayah dan Ibu tersayangnya.


 


"Hari ini Nia datang. Maafkan Nia, sudah sangat lama baru datang melihat ayah dan ibu ". Tangan Nia bergerak membersihkan makam tersebut dari beberapa lembar dedauan. Sepertinya makam kedua orang tua Nia ini cukup terawat, bersih dan rumputnya tertata rapi.


 


"Nia selama 3 tahun ini tinggal bersama Bibi Ros. Ayah dan Ibu pasti tahukan kenapa Nia bisa sampai di sana ?" Nia masih saja berbicara sambil mengumpulkan dedauan kering.


 


"Tetapi itu dulu Yah, sekarang Nia sudah baik-baik saja. Sangat baik malah, Nia sudah kembali ke sini lagi ". Senyum terkembang di wajah Nia. "Sekarang Nia memiliki seseorang yang sangat mencintai Nia. Semua kesedihan itu telah di gantikannya dengan cinta, dia menjaga Nia sepenuh jiwa ".


 


"Sekarang dia ada di sebelah Nia, dia sangat ingin kenal sama Ayah dan Ibu. Nia mohon restui kami ya Bu, Nia ingin menghabiskan seluruh masa depan Nia bersamanya ". Nia mengusap-usap nisan sang Ibu.


 


"Ayah, Ibu...salam ". Sekarang giliran Aisakha yang mulai bersuara. "Saya Aisakha Elang Britana, saya sangat mencintai gadis cantik, permata kalian ini. Saya harap Ayah dan Ibu merestui hubungan kami, tidak lama lagi saya akan menikahi Nia. Saya ingin menjadikan Nia ratu di kehidupan saya, dan Nia hanya menjadi milik saya ".


 


"Nia sangat cantik, hatinya begitu tulus. Saya berjanji akan membahagiakan Nia hingga akhir masa saya ". Nia memandang haru pada Aisakha.


 


"Dan kedepan, kami akan sering mengunjungi Ayah dan Ibu. Kami akan menetap di sini, jadi kami akan sering kemari. Keluarga kita tidak akan terpisah-pisah lagi ". Aisakha merangkul Nia.


 


Ayah dan Ibu lihatkan, dia begitu mencintaiku. Aku sungguh jatuh cinta padanya. Dia lelaki yang luar biasa.


 


 

__ADS_1


__ADS_2