
πππππ
γ
γ
Aisakha menatap wajah Nia sesaat sebelum dirinya berniat menutup rapat pintu kamar mereka. Kamar masa kecil Nia yang telah di ubahnya menjadi kamar pengantin mereka versi impian Nia semasa sekolah. Versi khayalan liar remaja, akibat pengaruh novel romantis yang di bacanya.
γ
Aisakha tersenyum, jelas dirinya telah membuat Nia lelah. Mata dengan jejeran rambut lentik itu bersatu, tertutup akibat rasa letih karena ulah dirinya. Entah kenapa, pengendalian Aisakha pagi ini hilang begitu saja. Tanpa ampun, dirinya membuat Nia menjeritkan lagi namanya dalam sebagai saksi penyatuan mereka. Tidak menyesal, Aisakha justrus sangat senang.
γ
"Baiklah, aku tinggal sebantar ya. Kamu istirahatlah dulu. Aku hanya satu jam sayang, tidak lama ". Ucap Aisakha masih sambil tersenyum, pada Nia yang tertidur pulas.
γ
Aisakha segera memanggil Kristo, mereka duduk di ruang tamu. Sengaja agak jauh dari kamar tempat Nia sedang terlelap demi tidak menganggu sang isteri tercinta.
γ
Pekerjaan penting versi Kristo di mulai, yang jelas merupakan versi kegiatan yang menganggu rencana indah Aisakha yang telah di susunnya untuk Nia. Tetapi apa mau di kata, seperti janji Kristo, kalau dirinya serius dan fokus. Maka, kurang dari satu jam dia bisa kembali ada di ranjang yang sama bersama Nia.
γ
Aisakha tekun, diam mempelajari 2 buah arsip file tebal yang telah di susun Kristo untuknya. Waktu mulai berjalan.
γ
Sementara Nia terlelap dalam kebahagian di dalam kamar pengantinya.
γ
Seorang lelaki dari masa lalunya masih terbaring dalam tidur panjangnya. Sudah seminggu Edo belum sadarkan dari koma, mata menutup dengan banyak alat penunjang kehidupan di sekitarnya.
γ
Papa Rendra, Papa kandung Edo ini terlihat sangat tidak berdaya. Tubuh rentah di usia paruh bayanya mulai merasakan rasa takut tidak terkira. Seminggu, dan Edo belum menunjukkan perkembangan apa-apa. Hatinya mulai di rundung kecemasan.
γ
"Nak, Do...", panggil Papa pada wajah pucat yang hanya terpejam itu. "Kapan matamu akan terbuka ?"
γ
"Apa kamu enggak kasihan sama Papa ?" Mata Papa mulai berkaca-kaca. "Papa kangen sama kamu, buka matamu, Do !"
__ADS_1
γ
"Do, bilang apa yang harus papa lakukan ? Papa pengen kamu seperti sedia kala ! Papa mau kamu bangun dan panggil Papa lagi ". Sebutir kristal bening jatuh di sudut mata tua itu.
γ
"Hati Papa hancur nak, Papa gak siap ada dalam situasi ini ". Kristal bening kedua jatuh kembali di sudut mata Papa.
γ
"Do...Edooooo..... ", suara Papa mulai meninggi. Papa mulai di serang rasa frustasi.
γ
"Kasihani Papa, Do. Hanya kamu anak Papa satu-satunya. Buka matamu !" Papa mulai menguncang tangan Edo.
γ
"Do....", panggil Papa sekali lagi dan Edo tetap diam dalam komanya.
γ
"Sandara, aku sangat benci kamu. Kamu sosok Ibu yang kejam ". Hardik Papa pada tembok kamar rawatan Edo. "Lihatlah akibat keegoisanmu, aku hanya bisa memegang tangan anak kita. Tetapi dia hanya diam saja ".
γ
γ
*******************
γ
"Nona sudah merasa lebih baik sekarang ?" Tanya pelayan wanita Kemala saat melihat sang nona sedang makan dengan lahapnya.
γ
"Hu-uh ", jawab Kemala singkat dengan mulut yang penuh.
γ
"Ada lagi yang nona mau ? Saya bisa siapkan ?" Pelayan wanita ini sangat senang mendapati majikannya dalam 2 hari ini sudah tidak terlalu parah muntah-muntahnya.
γ
"Emmm, boleh minta tolong buah bengkoang di kasih saos kacang di atasnya ". Ucap Kemala setelah selesai menelan makan yang memenuhi mulutnya.
γ
__ADS_1
"Maksud nona, buah bengkoangnya di iris-iris, terus di kasih bumbu rujak ? Begitu ?" Si pelayan mencoba menafsirkan keinginan Kemala.
γ
Kemala diam, dia sedang berpikir. "Saya belum pernah coba bumbu rujak. Tapi enggak papah, buatkan saja seperti itu ". Senyum manis Kemala.
γ
"Hanya bengkoang saja ? Apa nona enggak mau di tambah irisan buah lain ?" Si pelayan mulai menyelidiki sesuatu. Sesungguhnya sudah seminggu Kemala kembali ke rumah keluarga besarnya, pelayan wanita Kemala ini bisa merasakaan kalau sang nona sebenarnya bukan terserang penyakit biasa.
γ
"Enggak ". Tolak Kemala cepat. "Saya cuma pengen bengkoang saja. Jangan campur buah lain ya Bi ".
γ
"Kalau minumnya gimana ?" Si pelayan masih semangat bertanya guna melengkapi penyelidikannya. "Nona mau saya siapkan minuman apa ?"
γ
"Saya sebenarnya pengen banget minum susu yang rasa ada rasa youghertnya gituh ". Jawab Kemala jujur. "Kayaknya seger, asem-asem gimana gituh ". Senyum Kemala dalam khayalannya.
γ
γ
γ
*****************
γ
Malam kaka-kaka readers yang budiman semuanya. Untuk hari ini seginih dulu ya kak.
Maaf kalau episodenya nggak up sekaligus, harus pisah-pisah jamnya. Hehehehe.
Harap kaka-kaka readers yang budiman maklumi, karena ada proses review dari pihak Manga.
Episode selanjutnya Sabtu ya kak. Akan author up dalam jumlah banyak kembali.
Terima kasih kaka buat koment-komentnya, buat likenya dan buat setianya kaka-kaka readers budiman sama perjalanan SBUS ini. Kaka-kaka semua terthe best dalam semangat author menulis.
γ
Sehat selalu kaka dimana pun berada dan jangan lupa untuk berbahagiaπ
γ
__ADS_1
γ