SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
108


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


γ€€


"Sudah siap ?" Tanya Aisakha sambil memandangi wajah cantik isterinya. Wajah teduh yang sangat di cintainya itu tersenyum secerah mentari menatap mata birunya. Hari ini Nia sangat cantik, dengah sweater berlengan panjang berwarna hijau, jatuh bagus hingga mendekati lututnya. Kali ini Nia memadukan atasannya dengan bawahan celana putih santai yang mengantung di atas mata kakinya. Tampilan kasual tapi hasilnya sangat mempesona. Apa lagi dengan rambut yang Nia biarkan tergerai begitu saja.


γ€€


"Sudah siap sayang ". Jawab Nia sambil berjalan ke arah Aisakha yang berdiri santai dengan bersandar di pintu kamar. Nia begitu mengagumi sang suami, Aisakha mengenakan kaos abu-abu yang di tutupi sweater senada dan gulungan skarf rajut di leher. Tangan Aisakha sedang bersantai di dalam saku jeans hitamnya, terlihat jelas kalau si pemilik mata biru ini sangat sabar dalam membimbing Nia akan cinta tulusnya.


γ€€


"Kita mau kemana sayang ?" Nia mengelayut manja di lengan Aisakha.


γ€€


"Aku punya hadiah pernikahan untukmu, Nia ". Jawab Aisakha sambil mengecup kening Nia.


γ€€


"Benarkah ?" Nia terlihat agak terkejut, dia sungguh tidak menyangka. "Apa ?" Ekspresi Nia terlihat bersemangat.


γ€€


"Rahasia dong, kejutan ". Aisakha menoel puncak hidung Nia.


γ€€


"Ihhhhh....kok pake rahasia segala sih sayang ?" Rajuk Nia sambil menatap mata sang suami.


γ€€


"Karena ini adalah hadiah yang sangat spesial. Jadi harus aku rahasiakan ". Aisakha menuntun Nia menuruni anak tangga.


γ€€


"Tapi sayang, aku gak punya hadiah buat kamu ". Nia membuat langkah kaki mereka terhenti. "Maaf ".


γ€€


"Kamu adalah hadiah terbaik Tuhan dalam hidupku. Aku gak perlu hal lain Nia, cukup kamu saja dan cintai aku selamanya ". Ucap Aisakha sambil mengelus punggung tangan Nia.


γ€€


Mata Nia berkaca-kaca, dia memeluk erat Aisakha. Hatinya terharu hingga membuat Nia lupa cara berbicara, Nia mengangukkan kepala cepat di dada Aisakha, hingga nyaris meneteskan air mata. Sungguh pernyataan yang sangat indah yang begitu tulus hingga membuat Nia terbang ke angkasa cinta.


γ€€


"Maaf tuan dan nyonya Aisakha, itu adegan pelukan di tangganya apakah masih lama ?" Mama berdiri di ujung bawah tangga dengan tangan di lipat di depan dada. "Kalau masih lama, Mama mau ke mini market dulu beli cemilan ".


γ€€

__ADS_1


Ya ampun....kenapa kepergok mama lagi sih. Aduh, malunya. Aku harus gimana ya ?Β Nia.


γ€€


"Udah selesai kok Ma, soalnya Mama ganggu sih ". Jawab Aisakha acuh. "Padahal tadi hampir masuk ke adegan hot loh Ma, tapi yahhh...apa boleh buat. Batal deh ".


γ€€


Ya Tuhan...ini Mas gomong apa coba.


Aku boleh pura-pura pingsan nggak ya ? Kok rasanya aku malu banget sama Mama.


Wajah Nia sudah memanas karena malu.


γ€€


"Ooo, kalau gituh ulang lagi saja. Mama gak masalah kok, biar sampe ke adegan hotnya ". Ucap Mama bersemangat.


γ€€


Apah ? Ulang lagi. Astagaaaaaa, kok Mama bisa sama seperti Mas sih ?


Ini ibu sama anak kok kompak banget. Nggak atau apa kalau mukaku udah serasa orang lagi demam ?


Ah, aku pura-pura pingsan aja deh.


Nia membatin saking malunya.


γ€€


γ€€


"Wah...Nia marah ya sama Mama. Sudah merusak momentnya tadi ?" Mama bersuara seakan merasa bersalah.


γ€€


"Eh, eng, enggak kok Mama. Itu tadi bukan apa-apa. Mama jangan dengerin mas, kami enggak ngapa-ngapain kok Ma. Kami cuma pelukan saja, udah Ma itu saja ". Kepolosan Nia membuat Mama mertuanya sulit menahan tawa.


γ€€


"Sudah, sudah ". Mama menutup mulutnya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya bergerak ke kanan dan ke kiri. Mama benar-benar berusaha keras menahan tawanya. Sementara Aisakha tersenyum lucu dengan kepolosan sang isteri. Begitu mengemaskan, itu kata hati Aisakha.


"Sekarang lekas pergi. Nanti keburu malam !"


γ€€


"Mama kenapa gak ikut kami ?" Tanya Nia saat sudah berdiri di samping Mama mertuanya itu.


γ€€


"Mama hari ini di rumah aja ya nak, Mama mau nonton drakor terbaru ". Jawab Mama asal demi mendapatkan jawaban terbaik untuk membuat menantunya itu melupakan rencana untuk mengajak dirinya.


Mama ingin malam ini anak dan menantunya itu berdua saja. Hanya berdua.

__ADS_1


γ€€


"Drakor ?" Nia menatap Mama dan Aisakha bergantian, heran dan tidak percaya.


γ€€


"Iya, drakor ". Jawab Mama tegas. "Kan Mama juga gaul Nia, Mama nggak cuma suka drakor, mama juga suka Soju, BTS dan blackpink ". Mama menyebutkan nama group musik korea yang kebetulan tadi baru saja Mama lihat promo iklannya di televisi. Sekilas Mama mendengar kalau para group musik ini akan mengadakan konser di akhir tahun ini.


Percaya, ayooo...percaya Nia. Ayooo, bilang kamu percaya.


γ€€


"Wah...aku nggak nyangka ternyata Mama super gaul. Keren banget, aku sampe kalah loh sama Mama ". Ucap Nia terkagum-kagum.


γ€€


"Ya udah...pergi sana ". Usir Mama sambil mengerakkan tanganya. "Jangan buat Mama ketinggalan tontonan penting Mama, gih..gih...".


γ€€


"Ayo isteriku, kita berangkat sekarang. Kita jangan sampai menganggu Mama ". Aisakha menuntun Nia berjalan menuju teras, tempat sedan mewahnya telah terparkir dan Kristo yang telah menunggu.


γ€€


Kristo menunduk hormat pada tuan dan nyonya mudanya, Nia masuk ke dalam mobil dan Aisakha mengedipkan mata sambil tersenyum pada Mama. Sepertinya ibu dan anak ini punya sebuah rencana yang jelas tidak di ketahui Nia.


γ€€


Mobil melaju stabil, kecepatan terjaga. Nia duduk di bangku belakang bersama Aisakha. Jelas Nia sedang penasaran kemana tujuan sang suami membawanya, tetapi Aisakha memang sangat konsisten. Jangankan memberitahukan tujuan mereka, sekedar memberi bayangan saja Aisakha tidak mau.


γ€€


Mobil terus berjalan di antara lalu lolang kehidupan tiada henti Kota Jakarta. Kristo hanya duduk diam di bangku depan, diam dalam perasaan yang sebenarnya cukup deg-degan. Karena sedikit banyak, Kristo juga terlibat dalam hadiah pernikahan sang tuan untuk nyonya mudanya.


Semoga saja nona suka, semoga saja semua sesuai impian tuan.


γ€€


γ€€


*******************


γ€€


"Kenapa kamu lamban sekali ?" Suara keras Kepala Personalia membuat lelaki muda itu ingin sekali memukulinya. Hidup sebagai staf biasa, jauh dari glamor dirinya dulu. Menahan kesal, bahkan kadang amarah. Jelas dulu dirinya cukup berpangkat, posisinya membuat dirinya dihormati. Usia muda dan dia sangat berprestasi.


γ€€


Tetapi lihat sekarang, dirinya hanya pegawai biasa yang harus siap menerima amarah atasan kapan saja. Sekali lagi lelaki muda ini mengukuti Aisakha, menyusun sumpah serapah pada lelaki tampan yang sedang berbahagia itu.


γ€€


Aku akan membalasmu, aku akan membuat kau tahu rasanya menderita seperti aku. Akanku pisahkan kau dari NiaΒ ku, selamanya. Kau dengar tuan Aisakha yang terhormat. Aku akan mengambil miliku lagi, Niaku...cintaku.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2