SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
137


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Astaga, badanku sakit semua. Batin Nia saat membuka matanya di pagi kedua bulan madu dirinya dan Aisakha. Aku benar-benar di makan Mas habis-habisan. Nia memandang wajah tampan sang suami yang terlihat tidur tenang.


 


Nia mengerakkan badannya pelan, berusaha melepaskan pelukan Aisakha dari tubuhnya. Dia sangat ingin ke kamar mandi saat ini.


 


“Mau ke mana ?” Hebat, meskipun sudah bergerak sangat perlahan, tetap saja Aisakha bisa tahu kalau Nia sedang menjauh dari dirinya.


 


“Aku mau ke kamar mandi sayang “. Jawab Nia sambil berusaha menutupi tubuh polosnya dengan handuk yang semalam sempat melilit tubuhnya.


 


“Cepat kembali, kamu harus istirahat istriku ! Bulan madu kita masih panjang “. Aisakha melihat Nia yang terperangah tidak percaya.


 


“Lagi ?” Nia benar-benar tidak percaya.


 


“Iya dong..lagi “. Ucap Aisakha sukses membuat Nia lupa menutup mulutnya.


 

__ADS_1


“Tapi badanku sudah serasa remuk semua sayang “. Suara Nia di buat semengiba mungkin.


 


“Tenang, aku seharian ini bisa kamu sewa menjadi tukang pijat pribadimu “. Tawar Aisakha dengan suara yang di buat semenyakinkan mungkin untuk Nia.


 


“Enggak mau “. Tolak Nia sambil cepat berlalu ke arah kamar mandi. “Kamu itu tukang pijat yang isi kepalanya mesum, ogahhhhh.... “.


 


“Buahahahaha “. Nia bisa mendengar tawa bahagia sang suami dari dalam kamar mandi.


 


“Dasar kamu Mas “. Nia hanya bisa bergumam dan menggeleng pelan. Tidak pernah terpikir olehnya selama ini, kalau suaminya itu ternyata sangat tergila-gila pada tubuhnya. Pada setiap inci lekukan di setiap bagiannya. Aisakha memuja dirinya, membuat Nia merasa berharga. Tetapi juga membuat Nia lelah dalam teriakan dalamnya.


 


 


Kristo sudah bangun sedari pagi, sudah satu jam yang lalu. Hari ini dirinya sudah menyusun rencana kegiatan untuk dirinya sendiri.


 


Sudah bisa di pastikan, sang tuan dan istri tercintanya itu akan mengikuti agenda bulan madu yang sudah dirinya siapkan untuk hari ini. Paling-paling nanti sang tuan yang akan berulah, merubah susunan acara dan menggantinya dengan rencana mengurung nyonya muda mereka di kamar. Untuk bagian itu, Kristo tidak mau berkomentar. Sebagai jomblo yang mengawal bulan madu sang tuan, Kristo terlihat cukup nelangsa. Sendiri di tengah Pulau indah ini, menjaga sepasang suami istri yang saling mencinta dan memastikan bulan madu mereka lancar semua.


 


Ahhh.....

__ADS_1


Helaan nafas dalam meratapi nasib sendiri.


 


“Kerja, kerjaaaaa...ayo sudahi bersedihnya ! Kerja lagi Kristo, itu berkas segunung yang kau bawa perlu sentuhanmu “. Guman Kristo menyemangati dirinya sendiri.


 


“Tapi aku iri sama tuan “. Gumaman berikutnya, wujud kejujuran hati kecilnya.


 


“Jangan iri ! Besok kalau kamu punya istri bawa ke sini juga bulan madunya “. Kristo menasehati hatinya.


 


“Maunya sih “. Kristo menggeleng. “Tapi aku berat di ongkos, mahal......”, Kristo menepuk keningnya menyadari ketidak mampuannya tentang impiannya barusan.


 


“Sudahlah, besok-besok saja aku pikirkan ! Sekarang aku kerja saja dulu. Semoga nanti saatnya Tuhan menganugerahi aku seorang istri, dia bisa setulus nona Nia pada tuan Aisakha “. Doa Kristo sebelum melangkah keluar dari cottagenya.


 


Pakaian santai lengkap dengan setumpuk berkas, Kristo membawa semua tugasnya itu ke arah pantai. Berencana menyendiri menikmati laut dan alam sekitar sambil menyelesaikan pekerjaan yang sudah menunggu.


 


Kristo tersenyum. “Setidaknya aku bisa kerja dengan kostum biasa, sambil menikmati anugerah Sang Maha Kuasa di tengah hamparan terbaik destinasi wisata ini. Ini sungguh pengalaman berharga ".


 

__ADS_1


 


__ADS_2