SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
121


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


γ€€


"Tolong buatkan saya roti isi, tapi rotinya harus roti gandum ya ". Pinta Kemala saat si pelayan wanitannya sudah memberikan handphone pada dirinya.


γ€€


"Ada lagi yang nona mau ?" Si pelayan sudah berdiri dari ranjang Kemala.


γ€€


Saya kepengen kue cokelat chip ", ucapa Kemala kemudian.


γ€€


"Baiklah. Nona tunggu sebentar ya ! Saya siapakan semuanya ". Ada senyum senang di wajah si pelayan. "Sambil menelepon, nona minum susu yang sudah saya buat ! Mumpung masih hangat ".


γ€€


Kemala menatap pintu kamarnya yang sudah di tutup rapat kembali, menunggu beberapa saat sampai hatinya yakin kalau pelayannya sudah jauh meninggalkan kamarnya.


γ€€


Ragu, Kemala membalik-balikkan handphonenya di dalam gengaman. Sedang berpikir apa benar dirinya perlu menelepon Edo.


γ€€


"Bagaimana kalau dia menolakmu ?" Kemala menatap perutnya yang terlihat masih sama seperti biasanya, rata.


γ€€


"Bagaimana kalau ayahmu sedang asyik bersama wanita itu di atas ranjang ?"


γ€€


"Apa kamu tahu bagaimana perasaanku sekarang ?"


γ€€


Kemala menghembuskan nafas dalam, masih menatap perut ratanya.


γ€€


"Baiklah, aku akan telepon ayahmu ! Tapi kalau dia menolakmu, kamu jangan salahkan aku kalau ini adalah pembicaraan kita yang terakhir !" Suara Kemala terdengar putus asa.


γ€€


Pelan Kemala mencari nama Edo di dalam kontak teleponnya, menemukan dan menekan layar yang bergambar telepon.


γ€€


Panggilan terdengar. Tetapi sesaat kemudian suara operator yang menyatakan nomor sedang tidak aktif atau di luar jangkauan yang di dengar Kemala.


γ€€


"Apaku bilang tadi, ayahmu sedang di ranjang bersama wanita itu ". Kembali pikiran buruk mewarnai hati Kemala.


γ€€


"Aku harus apa sekang. Bahkan Edo mematikan hapenya ?"


γ€€


Kemala kembali terdiam, perasaannya sedang campur aduk. Pikiranya sedang kacau, dia terlihat sulit membedakan mana benar dan salah. Yang ada hanya keputus asaan saja.


γ€€


"Toni, iya Toni. Toni pasti tahu cara menghubungi Edo. Toni dan Edo sangat akrab, Toni pasti tahu dimana Edo ". Kemala segera mencari nomor telepon Toni.


γ€€


Dengan terburu-buru Kemala langsung menelepon Toni, saat ibu jarinya berhasil menemukan nomor yang di cari.

__ADS_1


γ€€


"Ton, maaf aku menganggu istirahatmu ". Kemala langsung bersuara saat Toni menerima panggilan darinya.


γ€€


"Oooh, enggak ganggu kok Mala. Santai saja ! Kebetulan aku lagi kumpul sama Ardi, Dafi dan Angga ". Suara Toni terdengar ramah. "Ada apa ? Apa yang bisa aku bantu ?"


γ€€


"Aku harus bicara sama Edo ". Kemala langsung ke pokok persoalan.


γ€€


"Maksud kamu gimanaΒ  ?" Toni heran, bahkan semua lelaki di sekitar Toni pun juga ikut heran.


γ€€


"Dimana Edo ? Aku harus bicara dengannya ?" Kemala terdengar kesal.


γ€€


"Edo tidak bersama aku dan yang lain ". Toni menatap Ardi, Dafi dan Angga bergantian.


γ€€


"Iya aku tahu Edo tidak sedang kumpul bersama kalian, tetapi kamu tahukan dimana Edo dan wanita itu sekarang ?" Suara Kemala agak meninggi. "Ton, aku mohon beritahu aku dimana Edo ! Aku harus bicara dengannya !"


γ€€


"Wanita apa ?" Kening Toni berkerut.


Nia ? Jangan bercanda, Nia saja ada di sini sekarang bersama Aisakha. Jadi mana mungkin Nia kan ?Β 


γ€€


"Wanita dari masa lalunya. Dia pergi meninggalkan aku untuk bersama wanita itu ". Kemala menjawab dingin.


γ€€


γ€€


"Mala, itu tidak mungkin !" Toni menolak keras.


γ€€


"Terserah apa pendapatmu. Yang jelas seperti itu kenyataannya ! Sekarang aku harus bicara sama Edo. Ini penting !"


γ€€


"Sudah berapa lama Edo pergi ?" Toni membaca gerakan mulut Ardi.


γ€€


"Lebih 2 minggu ". Jawab Kemala cepat.


γ€€


"Ada yang aneh Mala. Ada yang aneh !" Toni sekarang menspekerkan teleponnya, semua sahabatnya bisa mendengar.


γ€€


"Aku tidak perduli Ton ! Aku cuma mau bicara sebenar saja. Hapenya mati !" Kemala setengah berteriak.


γ€€


"Aku cuma mau bilang kalau aku hamil. Itu saja ". Sekarang suara Kemala mendadak pelan. Sementara Toni, Ardi, Dafi dan Angga di buat tergangga.


γ€€


"Aku cuma mau tanya, apa dia menginginkan anak ini ? Karena saat dia melakukannnya, dia menganggap semua sebuah ketidak sengajaan !" Suara Kemala masih pelan. "Kalau dia tidak menginginkan anak ini, aku akan mengugurkannya ".


γ€€


"Tidakkkkkkk......", Toni, Ardi, Dafi dan Angga kompak menjawab.

__ADS_1


γ€€


"Jangan senekat itu Mala. Itu darah dangingmu, dia tidak bersalah ! Kamu tidak boleh melakukannya. Tidak boleh !" Angga mencoba mengajak Kemala berpikir baik.


γ€€


"Kalian semua bicaranya sangat gampang. Sementara aku, aku sangat menderita ". Kemala mulai terisak. "Aku benci wanita sialan itu. Kenapa dia sekejam itu padaku ?"


γ€€


"Tenang Mala. Tenangkan dirimu !" Dafi mencoba membujuk.


γ€€


"Mala, kamu tidak tahu kebenarannya. Jadi tolong jangan salahkan Nia ". Kemala mendengarkan di ujung telepon.


γ€€


"Baiklah, karena kamu sudah tahu. Kami hanya perlu meluruskan beberapa hal saja ". Dafi menatap Toni, Ardi dan Angga. Semua mengangguk setuju padanya.


γ€€


"Kemala, nama wanita dari masa lalu Edo adalah Nia. Syania Fira Sujoko ". Dafi diam sesaat, memberi kesempatan pada Kemala untuk berpikir.


γ€€


"Nama itu, aku pernah mendengar nama itu di televisi ". Kemala merasa ingat sesuatu. "Itu, dia...dia bukan isteri milyader muda itukan ?" Kemala tidak percaya.


γ€€


"Benar, namanya beberapa hari ini menghiasi televisi dan menjadi tranding topik. Dia adalah Nia, Nia yang kami maksud ". Kemala mengeleng tidak percaya.


γ€€


"Tapi, tapi Edo ?"


γ€€


"Mala ". Sekarang Toni yang berbicara. "Kami semua, aku, Edo, Dafi, Ardi dan Angga. Dulu kami adalah sahabat Nia. Hingga akhirnya Nia dan Edo berpacaran. Hubungan mereka sudah cukup lama, semenjak kami semua masuk di universitas yang sama. Hingga 3 tahun yang lalu, hubungan mereka berakhir dengan cara yang agak tragis. Kamu ingat kecelakaan yang menimpa Edo ?" Tanya Toni. Kemala menganggukan kepalanya seakan yakin Toni bisa melihat itu.


γ€€


"Tante Sandara memanfaatkan moment itu untuk mengusir Nia selamanya dari hidup Edo. Tante Sandara yang sangat tidak menginginkan Nia bersanding dengan Edo, mengusirnya dan memaki-maki Nia. Dan semenjak itu Nia menghilang ". Kemala tidak percaya. Dirinya tidak percaya Mama mertuanya bisa sejahat itu.


γ€€


"Setelah itu, Mamanya selalu meracuni pikiranΒ  Edo, memutar balikkan fakta dan membuat Edo sangat benci pada Nia. Tetapi Tuhan maha baik. Di saat Edo membenci Nia sedemikian hingga, Nia malah di kejar dan di cintai oleh tuan Aisakha. Hingga akhirnya tuan Aisakha berhasil mendapatkan cinta Nia dan mereka menikah ". Kemala terdiam.


γ€€


"Berarti Edo ?" Kemala bingung.


γ€€


"Edo tidak bersama Nia. Tetapi dimana Edo, kami tidak tahu ". Toni menjawab juga dengan bingung.


γ€€


"Begini saja, kami akan cari tahu tentang Edo. Dan kamu, tolong jauhkan pikiran bodoh kamu tadi !" Angga berbicara cepat.


γ€€


"Ya, tunggulah kabar dari kami !" Toni setuju dengan ucapan Angga.


γ€€


"Baiklah...aku akan menunggu kabar dari kalian !" Kemala pun memilih mengakhiri teleponnya.


γ€€


γ€€


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2