SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
153


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Sudah masuk 5 jam Nia tidak sadarkan diri, mata indahnya terpejam dan wajahnya masih saja pucat.


 


Aisakha duduk menunggu di sisi Nia, terus menggenggam tangan Nia sambil sesekali mengecup punggung tangan itu lama. Dan sesekali pula, Aisakha dengan tangan lainnya mengelus perut rata Nia, memandang sayang ke sana dengan kasih sayang begitu besarnya.


 


Peristiwa yang Nia alami hari ini, nyaris membuat dirinya kehilangan sosok istri tercintanya itu. Aisakha meneteskan air mata, entah kenapa mendadak dirinya menjadi cengeng. Kehidupan bahagianya hampir saja berakhir, sumber kehangatan senja di dalam hari-hari indahnya hampir saja pergi selama-lamannya. Bahkan, Aisakha tidak hanya nyaris kehilangan Nia. Aisakha juga nyaris kehilangan harta paling berharga yang sedang bersemayam dalam rahim Nia.


 


Aisakha tidak akan pernah lupa, rentetan kejadian saat Resya berhasil membuat Bagas melepaskan Nia dari cengkeramannya.


 


Tanpa memikirkan sekitar, Aisakha berlari membawa Nia, meninggalkan Kristo untuk menyelesaikan semua.


 


Sopir bertindak cepat, para pengawal memastikan Aisakha dan Nia aman, dan mobil pun melaju kencang. Aisakha membawa Nia ke Rumah Sakit miliknya.


 


Sebuah kode pemberitahuan tentang situasi darurat sang tuan, membuat para spesialis terbaik bersiaga. Nia segera mendapat pertolongan.


 


“Tuan “, Spesialis THT memulai bersuara terlebih dahulu. “Luka di leher nyonya muda sama sekali tidak fatal. Lukas sudah kami obati, luka itu tidak mengenai bagian penting di leher nyonya. Dan dalam waktu beberapa hari akan segera sembuh. Nanti setelah sembuh, akan saya berikan salep terbaik untuk menghilangkan bekas lukanya “.


 

__ADS_1


“Tuan “, Spesialis Penyakit Dalam berbicara. “Nyonya muda tidak apa-apa, dari hasil pemeriksaan saya semua baik-baik saja “.


 


“Tuan “, Spesialis Jantung berbicara. “Semua organ vital nyonya dalam keadaan stabil. Nyonya mengalami shock berat hingga membuat kesadarannya menurun. Tidak hanya itu, akibat muntah-muntah sebelumnya telah membuat daya tahan tubuh nona melemah. Tetapi, untuk selanjutnya dokter Kandungan yang lebih paham “.


 


“Tuan “, giliran dokter Kandungan angkat suara. “Nyonya muda sampai sejauh ini dalam kondisi baik. Rasa terkejut akibat berada di bawah tekanan atas kejadian tadi syukurnya tidak mempengaruhi janin di dalam kandungannya. Sepertinya calon anak tuan sangat kuat, hingga bisa bertahan tanpa terpengaruh atas situasi sekeliling “. Aisakha melongo, memasang tampang bingung.


 


“Tuan, apakah tuan tidak tahu kalau nyonya muda sedang hamil ?” dokter malah ikut melongo memandangi wajah kaget Aisakha.


 


“Ha, hamil ?” Aisakha bersorak riang.


 


 


“Sepertinya, kehamilan nyonya muda membuat dirinya sensitif pada bau di sekelilingnya. Sehingga itu menjadi pemicu nyonya mual dan muntah. Tetapi, selagi masih dalam batas wajar. Maka, tuan tidak perlu cemas, itu semua masuk kategori wajar “. Dokter masih tersenyum pada Aisakha.


 


“Saya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tuhan begitu menyayangi nyonya, meskipun batin nyonya sangat tertekan ada dalam situasi dramatis tadi, tetapi sama sekali tidak ada kontraksi di dalam rahimnya. Semua sangat baik, calon bayi tuan sangat kuat “. Aisakha mendengarkan dengan baik semua penjelasan dokter.


 


“Sekarang kita tinggal menunggu nyonya sadar, saya sudah memberikan suntikan penguat pada nyonya “.


 


“Apa, apa yang harus saya lakukan saat ini ?” Aisakha meminta petunjuk.

__ADS_1


 


“Tuan, apa yang nyonya alami bukanlah perkara gampang untuk dilupakan. Memori nyonya pasti masih bisa mengingat detik demi detik dirinya ada dalam tekanan batin. Tidak cuma fisiknya, bahkan fisikisnya pun sempat di buat tidak berdaya. Jadi, saya harap tuan harus menumbuhkan rasa aman bagi nyonya. Mungkin tuan tidak akan bisa menghapus ingatan nyonya tentang kejadian tadi. Tetapi, saya yakin tuan bisa memberi ketenangan batin pada nyonya. Di trimester awal kehamilan ini, tekanan batin, stres, ketakutan, cemas, beban pikiran bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin. Bahkan, bisa menjadi penyebab utama kontraksi, hingga berakhir keguguran “. Penjelasan panjang dokter membuat Aisakha menelan ludahnya dengan gelisah.


 


“Saat rahim berkontraksi, maka akan seperti saat kita meremas cucian. Bisa tuan bayangkan, bagaimana nasib janin di dalam perut nyonya kalau hal itu terjadi ?” dokter memandang serius pada Aisakha.


 


“Jadi, tolong jaga suasana hatinya. Pastikan perasaan nyonya selalu bahagia. Hindari hala-hal yang bisa membuat nyonya ada dalam beban pikiran terlalu berat !” dokter melihat Aisakha menganggukkan kepalanya.


 


“Perhatikan asupan makanan nyonya, kemungkinan di awal ini selera makan nyonya akan berubah-ubah, jadi harus sabar dan tetap harus pastikan asupan gizinya cukup. Karena ini demi perkembangan janin anda. Saya akan memastikan ahli gizi kami mengawal nyonya di masa kehamilan ini. Selanjutnya, saya mohon kerja sama dari bagian rumah tangga di tempat tinggal tuan, untuk bersama menjaga nyonya dari segi makanan “. Dokter menunduk hormat.


 


“Iya, lakukanlah segala yang terbaik untuk istriku ! Saya percaya pada anda dokter, tolong bantu kami ya “. Aisakha menepuk pelan bahu dokter spesialis kandungan itu dengan penuh rasa terima kasih. Melompat girang dan bersorak senang.


 


Segala kejadian mengerikan tadi, berita bahagia setelahnya, suasana hati Aisakha sangat gembira. Rasanya Aisakha ingin mengguncang tubuh lemah Nia, memaksa istrinya itu untuk bangun, demi berbagi kabar bahagia ini.


 


Tetapi, lagi-lagi Aisakha memilih mengelus perut Nia sambil tersenyum memandang ke sana. Rentetan memori tadi sementara akan Aisakha nikmati sendiri. Biarlah Nia tidur lebih lama lagi, Aisakha ingin istrinya itu bangun dan pulih kembali.


 


“Nak, baik-baik ya di dalam sini. Papa sangat mencintai Bundamu, dan Papa sangat menyayangi kamu “.


 


 

__ADS_1


__ADS_2