SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 138


__ADS_3

Semua Terasa Indah


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Sudah seminggu berlalu sejak Nia mendapat restu dari Mama kekasih hatinya, Aisakha. Mungkin bagi sebagian mahluk hidup di planet ini masa satu minggu yang lalu sama saja seperti masa satu minggu kedepan, tidak ada perihal yang istimewa. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Nia, karena sejak peristiwa penting satu minggu yang lalu Nia merasa harinya berbeda, selalu indah, restu sang Mama benar-benar menjadi kata-kata ampuh bagi Nia untuk berani menunjukkan cinta sucinya pada Aisakha. Nia berjanji akan mengingat moment sakral waktu Mama memberi restu padanya, "selamat datang di keluarga besar Britana". Ya, kata-kata itu bagai mantara sihir terbaik bagi Nia untuk mengubur kisah masa lalunya dan berganti bergandeng tangan bersama Aisakha untuk masa depan mereka.


γ€€


SelamaΒ  satu minggu ini Nia telah mengalami banyak kejutan tidak terduga di dalam harinya, terkadang Nia malah berpikir untuk segera memeriksakan jantungnya ke Dokter spesialis. Bukan apa-apa, belakangan ini Nia sering sekali mendapati jantungnya berdetag kencang, seakan hendak keluar, sangat tidak sesuai dengan ritme seharusnya. Ya, berbagai kejutan yang Nia alami dalam kurun waktu satu minggu ini telah sukses membuat jantungnya berdegub tidak beraturan.


γ€€


Tanpa setahu Nia dan Aisakha, setelah Mama merestui mereka, calon Mama mertuanya itu datang menemui Bibi Ros. Sepertinya Mama telah mempelajari situasi kedatangannya sebelumnya. Sebab, kedatangan Mama Aisakha ini bertepatan dengan Paman, Alika dan Pandu tengah berada di ruang rawatan Bibi Ros. Sedangkan Nia, tokoh utaman penyebab Mama bertamu ke kamar Bibi Ros justru sedang tidak di tempat. Kalau di pikir ini bukan kebetulan sajakan?


γ€€


"Saya Mamanya Aisakha, saya tahu kedatangan saya ini terlalu cepat". Padahal kondisi Bibi Ros masih belum pulih benar saat itu. "Tapi...rasanya saya tidak bisa menunda lebih lama lagi". Itulah Mama, datang tanpa pemberitahuan dan berbaca langsung ke inti permasalahan, Mama terlihat sangat bersemangat. "Bapak dan Ibu tentu sudah tahu tentang hubungan anak-anak kita. Jujur saya sangat bersyukur sosok Nialah yang sukses meluluhkan hati putra saya". Mama tersenyum pada Bibi. "Karena hal tersebutlah saya memberanikan diri menemui Bapak dan Ibu yang merupakan wali Nia. Saya mau meminta izin untuk menjadikan Nia sebagai menantu di keluarga saya, saya ingin mereka segera menikah".


γ€€


Sebuah kunjungan yang membuat Bibi berurai air mata, Paman mengangguk bersemangat dan Alika yang terpaksa di peluk oleh Pandu sambil mengusap-usap pelan punggung isterinya yang sedang menangis itu. Mama sukses membuat semua orang yang mendengar penuturannya tadi terharu karena terlalu berbahagia. Dan semenjak itu Bibi Ros terlihat sangat akrab dengan Mama Aisakha, sepertinya kedua calon besan ini sedang sangat sibuk merancang bentuk pernikahan megah untuk anak mereka.


γ€€


Tidak hanya itu, menurut tim dokter yang khusus Aisakha siapakan untuk proses penyembuhan Bibi. Menyampaikan bahwa kondisi Bibi Ros saat ini benar-benar baik, sepertinya keinginan Bibi untuk segera sehat seperti sedia kala sangat besar. Hingga membuat keajaiban muncul dengan mudahnya, jika Bibi selalu dalam suasana hati sepert ini besar kemungkinan minggu depan Bibi sudah boleh pulang. Tinggal rawat jalan dan terapi untuk kaki Bibi yang patah saja lagi.


γ€€


Dan Nia lagi-lagi sangat bersyukur, keberadaan Aisakha dalam hidupnya sungguh merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga, aura kebahagian yang Aisakha berikan pada Nia dengan gampangnya menulari seluruh keluarga Bibinya. Mungkin, jika ribuan kali Nia mengucap syukur dan terima kasih pada Sang Maha Kuasa, tidak akan pernah cukup karena apa yang di berikan Tuhan padanya memang di luar akal kemampuan Nia.


γ€€


Lantas bagaimana dengan sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta itu ? Tentu saja aura cinta mereka terpancar jelas, seakan-akan bintang kejora tengah mengikuti mereka kemanapun, Aisakha dan Nia sangat berbinar terang. Nia masih sepertu biasa, masih terlalu malu saat di gandeng Aisakha kemanapun lelaki tampan itu pergi. Aisakha tentu sengaja melakukan semua itu, dia sengaja ingin memamerkan kekasih hatinya agar tiada satu orangpun kedepannya berani menganggu miliknya, wanitanya.


γ€€


Dan tentang keromantisan, pasti bisa di tebakkan siapa yang lebih romantis diantara pasangan ini ? Aisakha ternyata lelaki tampan yang romantis. Paket lengkap untuk selalu membuat Nia tertunduk malu atau malah mengigit bibir bahwanya karena apa lagi kalau bukan menahan debaran jantungnya yang terlalu ribut ingin melompat keluar karena terlalu senang. Mau contoh nyata? Dua hari yang lalu, saat Aisakha mengajak Nia untuk first date mereka pada malam minggu besok. Hanya ajakan saja sudah membuat Nia malu, Aisakha terlalu manis saat merayunya agar menjawab iya untuk kencan pertama itu.


γ€€


Begitulah sepasang anak manusia yang telah terlalu lama menahan rindu dalam duka satu sama lain ini. Jadi dalam kurun waktu satu minggu setelah Mama Aisakha merestui mereka, semua sungguh-sungguh terasa indah bagi Nia, Aisakha dan orang-orang yang sayang pada Mereka.


γ€€


***************

__ADS_1


γ€€


"Niaaaaa". Wulan berteriak senang saat mengetahui Nia telah duduk di meja kerjanya. Sudah hampir 2 minggu Wulan tidak berjumpa Nia. Persisnya setelah kedatangan Aisakha di Rumah Sakit saat Bibi Ros di operasi pasca kecelakaan.


γ€€


Kedua sahabat ini saling berpelukan, mereka melepas rindu satu sama lain bagai sahabat yang telah terpisah puluhan tahun saja. "Kamu sehat ?" Sesaat Wulan melepaskan pelukannya dari Nia, memandang Nia dari atas sampai bawah. Sedang melakukan penilaian.


γ€€


"He-eh". Nia tersenyum secerah mentari pagi.


γ€€


"Kangen". Wulan kembali memeluk Nia.


γ€€


"Sama", jawab Nia di pundak Wulan.


γ€€


"Lan, kamu lihat cowok pake baju item di....", ucapan Resya langsung berhenti. "Niaaaaa, miss you banget". Resya berjalan cepat kearah 2 sahabatnya yang sedang berpelukan.


γ€€


γ€€


"Kamu tambah cantik Nia". Resya di buat takjub dengan aura kebahagiaan Nia, kerena jelas berefek pada tampilan wajah Nia. Nia terlihat sangat cantik, sangat anggun.


γ€€


"Baru ketemu udah boong". Nia berpura-pura kesal dengan ucapan Resya tadi.


γ€€


"Beneran Nia, sungguh. Kamu tambah cantik, iyakan". Resya melepas pelukannya dari Nia, menatap kearah Wulan untuk meminta pendapat.


γ€€


"Benar, aku juga ngeras gituh tadi". Wulan setuju dengan pendapat Resya.


γ€€


"Udah ah, jangan buat aku malu". Nia mengajak kedua sahabat sekaligus rekan satu profesinya itu duduk. "Apa kabar kalian ? Anita mana ? Bowo ? Ah, aku kangen banget sama sahabat-sahabat terbaikku ini".


γ€€

__ADS_1


Resya membuka mulut, bersiap memberi semua jawaban untuk pertanyaan Nia barusan, tapi akhirnya semua urung terjadi. Keburu Anita masuk bersama Bowo, Anita berteriak tidak kalah hebohnya di banding Wulan dan Resya saat mendapati Nia ada di dalam ruang kerja mereka.


γ€€


"Nia, Niaaaaaa", Anita segera memdekat ke arah Nia. "Peluk". Anita membuka lebar kedua tangannya. "Kangen".


γ€€


"Sama aku juga kangen". Nia membalas pelukan Anita.


γ€€


"Kamu tambah cantik". Anita sibuk memandangi Nia saat pelukan mereka telah terlepas.


γ€€


"Kan benar, aku enggak boong". Resya terlihat senang karena menemukan orang yang sependapat dengannya.


γ€€


"Iya..kalian juga". Jawab Nia tersenyum.


γ€€


"Kamu sehat". Bowo mendekati Nia, mengulurkan tangannya hendak menyalami Nia.


γ€€


"Aku sehat". Nia membalas jabat tangan Bowo. "Makasih ya". Ucap Nia tulus.


γ€€


"Untuk apa ?" Bowo terlihat tidak mengerti.


γ€€


"Sudah menemani aku di saat itu".


γ€€


"Jangan sungkan. Kita semua sahabatan. Jadi sudah kewajibaku sebagai sahabat". Bowo menganggukkan kepala.


γ€€


"Iya, aku benar-benar bersyukur memiliki kalian dalam hidupku. Wulan, Resya, Bowo, dan Anita, kalian adalah sahabt terbaikku baik suka dan duka. Terima kasih banyak selalu ada untuk aku, bahkan di saat paling menyedihkan dalam hidupku". Nia menunduk hormat kearah 4 sahabatnya itu.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2