
Jangan Menangis
πππππ
γ
"Sudah puas memandangiku" ujar Aisakha membuat Nia segera menundukkan kepalanya.
γ
"Maafkan saya tuan" hanya itu kata yang mampu diucapkan Nia saat ketahuan tengah memandangi wajah tampan dan tubuh atletis Aisakha.
γ
"Buat apa?" Tanya Aisakha sambil tersenyum jahil.
γ
Yang di tanya hanya diam tanpa berani menjawab apa lagi menatap Aisakha.
γ
"Aku ada dihadapamu bukan di lantai, jadi tatap mataku saat aku berbicara!" Perintah Aisakha pada Nia.
γ
"Maafkan saya tuan", lagi hanya itu kata yang di rasa Nia paling aman untuk diucapkan.
γ
"Kamu tahu siapa aku?" Tanya Aisakha kemudian.
γ
"Tentu saja tuan, tuan adalah presdir Sunjaya Company, tuan adalah tuan Aisakha Elang Britana. Pengusaha muda yang sukses merajai dunia bisnis dan industri di negara kita bahkan sampai ke mancanegara". Ujar Nia dengan bangganya.
γ
"Apah, kamu bilang, apah?"Β Rasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya Aisakha kembali meminta Nia mengulang kata-katanya barusan.
γ
Apa ada penjelasanku yang salah ya, atau adakah yang belum aku sebutkan? Rasanya memang seperti itu deh cerita Wulan, Bowo, Resya dan Anita. Aku masih ingat semuanya. Tapi sudahlah.Β Kembali Nia mengulang penjelasannya tentang siapa Aisakha seperti di awal. Dan tetap Nia bisa melihat raut wajah tidak suka dari Aisakha atas semua susunan kata-katanya.
__ADS_1
γ
Masih salah juga ya atau ada yang terlupa kuucapkan? pikir Nia mendapati wajah sang presdir tetap tidak suka.
γ
"Selain itu, apa lagi yang kamu ingat tentang aku?" Aisakha mulai putus asa.
γ
"Apa, apa maksud anda tuan?" Sekarang Nia benar-benar bingung.
γ
"Jangan panggil aku tuan, Nia. Dan kenapa kamu tidak bisa mengingat aku? Ini bukan kali pertama kita bertemu, apa sebegitu mudah kamu melupakan aku? IYA? Jawab aku?" Sepertinya Aisakha mulai hilang kesabaran menghadapi Nia.
γ
Sungguh bukan pertemuan seperti ini yang diharapkanya. Selama ini dia berkhayal, saat berjumpa dengan wanita yang telah membuat hidupnya tidak menentu selama tiga tahun belakangan ini, akan berlangsung haru. Mereka akan berjabat tangan penuh kehangatan, bercerita tentang rasa kehilangan setelah sekian lama terpisah, bahkan mungkin ada adegam pelukannya segala, ada adegan air mata penuh kebahagiaan. Tetapi kenyataannya tidak sesuai harapan. Realita selalu lebih menyakitkan dari harapan dan lihatlah kenyataan, Nia tidak mengenalinya.
γ
Ada rasa takut di dalam diri Nia sekarang, entah apa yang salah pada otaknya sampai-sampai dia di tuduh melupakan sesuatu. Apa itu? Apa yang harus diingatnya tentang presdirnya. Dia baru tiga tahun bekerja di perusahaan ini? Apa mungkin selama masa tiga tahun bekerja ini dia telah melangar aturan. Nia memilih untuk diam, takut kalau akan membuat Aisakha tambah marah padanya.
γ
γ
"Kemarilah", hanya kata itu yang terdengar oleh Nia dan benar saja kurang dari satu menit kemudian pria yang tadi mengikuti Aisakha ke laboratorium dan memanggilnya dengan sebutan nona telah masuk dan menutup pelan pintu ruang kerja Aisakha.
γ
"Tuan", suara pria tersebut yang di dengar Nia.
γ
"Kristo, dia tidak mengenalku". Jawab Aisakha pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela besar tersebut.
γ
Ooo, jadi namanya Kristo.
γ
__ADS_1
Kristo berjalan ke arah sofa tempat Nia berada sekarang. "Nona, benarkah anda tidak mengenali tuan?" Tanya Kristo penuh selidik.
γ
"Maafkan saya tuan, tentu saja saya mengenal tuan Aisakha. Ya walaupun saya akui,Β waktu di laboratorium tadi saya memang tidak mengenal tuan Aisakha, tetapi barusan saya sudah menjelaskan pada presdir semua yang saya tahu tentang beliau, lantas salah saya apa tuan? Saya jadi bingung, ini sebenarnya ada apa?" Nia sudah tidak tahu cara apa lagi yang harus dilakukannya untuk meyakinkan Aisakha bahwa dia telah tahu siapa gerangan lelaki tampan itu.
γ
"Panggil saya Kristo saja nona", pinta Kristo pada Nia, "lantas apa yang anda ingat tentang tuan Aisakha dari tiga tahun yang lalu nona?" Tanya Kristo kemudian.
γ
"A-a-pa maksud anda dari tiga tahun yang lalu?" Suara Nia terputus-putus. Tangan yang dari tadi di tautnya mulai terasa dingin.
γ
"Di dalam pesawat penerbangan Jakarta-Bengkulu, tiga tahun yang lalu nona? Kristo berusaha mengembalikan ingatan Nia pada tiga tahun yang lalu.
γ
Pandangan Nia turun ke tangannya, tangan itu benar-benar sudah terasa dingin sekarang, rawut wajahnya mulai membeku, Nia sedikit pucat mendengar kata tiga tahun yang lalu. Di awal dia merasa Kristo hanya salah mengucapkan kata, tetapi tadi jelas tidak salah,Β Pesawat, penerbangan Jakarta-Bengkulu, tiga tahun yang lalu.
γ
Tanpa terasa butiran hangat jatuh di sudut matanya, tubuh Nia mulai terguncang, terdengar isak tangisnya. Bayangan kisah tiga tahun yang lalu, Edo, kecelakaan Edo saat pendakian, makian dan hinaan tante Sandara, kata pembawa sial, merasa terbuang dan tidak pantas untuk kekasih hati yang sangat dicintainya. Semua kenangan lama yang Nia pikir telah terkubur rapi di lobang terdalam hatinya, ternyata dengan mudah sekarang terbuka dan memperlihatkan slide demi slide kisah pahit yang telah membuat dia terpuruk dan hidup dalam duka teramat sangat.
γ
Lagi, suara isak tangis Nia terdengar dan air mata jatuh membasahi pipinya. Mendapati Nia begitu sedih, begitu terluka, begitu ketakutan, begitu hancur. Aisakha langsung berlari menghampirinya, dia tidak percaya gadis cantiknya akan sehancur ini hanya dengan diingatkan tentang pertemuan mereka tiga tahun yang lalu. Apa yang sebenarnya telah dialami Nia? Aisakha di buat penasaran.
γ
Aisakha menarik Nia dalam pelukannya, melindungi Nia dalam dada bidangnya. Membelai lembut rambut panjang yang sangat wangi di indra penciumannya dan sesekali mengecup lembut puncak kepala gadis cantiknya. "Jangan menangis, sudah jangan menangis, ada aku di sini. Aku telah berjanji padamu akan menjagamu. Kamu ingat? Sudah jangan menangis". Aisakha berusaha menenangkan Nia.
γ
--------------------
Terimakasih atas kesetiaan para kaka-kaka readers terhadap novelku ini.
Mohon dukungannya selalu, like dan comentnya sangat ku tungguπ€©
Happy selalu readers, sehat dan jangan lupa berbahagiaπ
__ADS_1
γ
γ