SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
69


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Tepuk tangan membahana seisi aula mewah yang telah di sulap bagai sebuah taman indah oleh para desain interior terkenal, membuat semua tamu serasa ada di taman cinta yang sangat asri.


 


Mama Miranda terlihat paling bahagia diantara banyaknya orang di dalam aula megah itu, hatinya sedang berbangga diri. Akhirnya setelah sekian lama, cita-citanya memiliki menantu yang sederajat dengan keluarganya tercapai. Wanita cantik dengan pekerjaan hebat, seorang fashion desainer terkenal yang berasal dari keluarga kaya. Sungguh sempurna untuk di pamerkan di tengah komunitas sosialita sang Mama, jiwa kaya Mama serentak bersorak riang dengan pengukuhan suci buah hatinya hari ini.


 


Lain Mama, lain pula sang suami. Papa nyaris ingin menangis menyaksikan kesempurnaan anak tunggalnya mengucap ikrar janji hidup bersama wanita yang tidak diinginkannya, tidak di cintainya. Edo begitu gamblang dan lancar mengikat Kemala dalam balutan pernikaha, padahal sang Papa tahu bagaimana gejolak penolakan di dalam hati Edo. Sungguh keras usaha sang Papa untuk bisa membuat air matanya menetes jatuh ke dalam. Sakit, itu yang terbayang oleh Papa saat ini.


Semoga ada hikmah dari ini semua nak, semogaaa....


 


 


Inilah semuanya sekarang, telah terjadi telah berlangsung, semua terjadi begitu. Sangat cepat tapi tanpa makna bagi seorang Edo. Sesaat tadi ada keraguan di hati Edo, tetapi sesaat kemudian semua berjalan sesuai rencana. Sekarang, setelah Edo menyelesaikan prosesi pernikahannya, maka sah sudah statusnya saat ini berubah sebagai seorang suami dari Kemala. Bagai petaka tapi semua harus di telan.


 


Jadilah sekarang Edo di dampingi Toni, menjalankan sisa pesta megah pernikahannya. Semua tamu undangan telah selesai dengan suasana haru, saat menyaksikan Edo mengucap sumpah di depan Tuhan. Kini waktunya melihat Edo bersanding bagai raja dan ratu sejagad untuk peresmian janji suci mereka.


 


Kemala terlihat begituh cantik, anggun dengan senyum bahagia menghiasi wajah cantiknya yang telah di poles makeup oleh pemakeup artis profesional. Sungguh pemandangan yang menakjubkan melihat sepasang suami isteri ini bersanding si pelaminan.


 


Waktu berjalan cepat, silih berganti tamu undangan mengucapkan selamat pada pasangan baru yang sukses menipu ratusan pasang mata ini, mereka terlihat bahagia, meskipun dengan senyum ala kadar mempelai pria. Tetapi semua tetap yakin dan percaya, pasangan ini menikah karena cinta.


 


"Gimana-gimana ?" Tanya Angga sangat kuat saat dia bersama Dafi dan Ardi bisa mendekati Toni.

__ADS_1


 


"Akan diusahakan..tapi masalahnya tuan Aisakha belum kasih izin ". Jawab Toni sambil mengangkat bahunya.


 


"Aaaa, padahal aku sudah tidak sabar sekali. Aku kangen Nia plus penasaran juga sih, heheheh ". Kekeh Ardi saat jujur menceritakan isi hatinya.


 


"Apa benar sekarang dia bertransformasi menjadi wanita dewasa yang sangat cantik ?" Tanya Angga pelan sambil memperhatikan sekeliling mereka. Sepertinya mereka sengaja melakukan semua itu demi tidak ada satu pun yang mendengar pembahasan mereka ini.


 


"Tapi ingat, jangan bersikap berlebihan. Tuan Aisakha itu pencemburu, dia tidak akan segan-segan mencelakaimu kalau kau berani memuji Nia. Katanya, Nia hanya miliknya. Hahahahaha, aku saja sampai salah tingkah sendiri saat mendengar nada bicaranya yang mengancam. Sadissss ". Toni sengaja melebih-lebihkan unsur ceritanya untuk membuat para teman-temannya itu yakin.


 


"Hahahaha...", tawa senang sekaligus terheran-heran meluncur pula dari mulut Dafi, Ardi dan Angga. Di satu sisi mereka sangat senang sekaligus penasaran dengan Nia, sahabat yang mereka tahu berdasarkan informasi Toni, bahwa sebentar lagi akan menjadi isteri dari milyader kaya raya yang rasanya sangat jauh dari mimpi mereka, apa lagi dunia nyata. Tetapi di sisi lain, mereka juga merasa lucu sendiri saat lagi-lagi mendapatkan informasi dari Toni, kalau seorang tuan Aisakha pemilik puluhan cabang perusahaan pada segala lini sektor industri ini memiliki tanda-tanda sebagai sosok calon suami yang bucin. Tentu saja hal itu memaksa mereka tertawa bersama-sama.


 


 


"Ya tentu saja kami membicarakanmu ", jawab Dafi cepat. "Kami lihat kamu sangat bahagia, jadi kamipun ikut bahagia ". Karang Dafi untuk membuat Edo percaya.


 


"Bahagia ? Sialan kalian semua ". Upat Edo kesal. "Jadi kalian menertawakan penderitaanku ?" Tanya Edo tidak senang.


 


"Sudahlah Do, gak usah mendramatisi. Kan kamu sendiri yang mau masuk dalam penderitaan yang berkedok pernikahan ini ", Toni terdengar malas menanggapi perkataan Edo barusan.


 


"Jangan bilang sekarang mendadak kamu sadar kalau semua ini salah ?" Toni masih saja berbicara malas sambil menatap wajah Edo.

__ADS_1


 


"Ah, aku tidak minat membahas semua itu. Lupakan saja !" Edo sengaja mengerakkan tangannya untuk membuat para sahabatnya itu berhenti membahas tentang pernikahannya. Topik yang tidak asa menarik-menariknya bagi Edo.


 


"Malam nanti kita keluar yuk !" Ajak Edo bersemangat.


 


"Keluar ? Kemana ?" Tanya Ardi tidak percaya.


 


"Ya tentu saja kita nongkrong bareng. Seperti biasa !" Jawab Edo yang sukses membuat 4 sahabat lelakinya itu tergangga tidak percaya.


 


"Gila kau do ? Malam nanti itu malam pertamamu bersama isterimu. Kamu malah pengen kita nongkrong ? Woy...otakmu kesambet ya ?" Tanpa segan Dafi bertanya heran sambil menunjuk kening Edo.


 


"Akukan sudah bilang, jangan sebut-sebut masalah pernikahan aku ! Lagi pula pernikahan ini hanya sandiwara saja, jadi di balik semua itu aku bebas menjadi diri sendiri !" Ucap Edo penuh percaya diri.


 


"Terserah kamu mau melakukan apa, mau mikir apa. Tapi setidaknya cobalah sedikit saja kamu lihat Kemala, dia tidak bersalah. Kenapa kamu malah melampiaskan kemarahanmu padanya ? Itu sangat tidak adil !" Toni masih berusaha mengingatkan Edo.


 


"Kalian ini ribut sekali ". Bentak Edo kesal. "Sudah di bilang jangan di bahas ! Tetap saja ribut mengulang-ulang kata yang sama. Membosankan sekali ". Racau Edo tidak terima.


 


"Ya sudah, kalau kami ini membosankan, bagus kau kembali saja ke singga sanamu di pelaminan. Itu, ratumu sudah terlihat sangat merindukanmu. Pergi sana...pergi ". Usir Dafi kesal.


 

__ADS_1


 


__ADS_2