SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 79


__ADS_3

Landing Di Bandara Fatmawati


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Segera telepon Pakde". Perintah Aisakha pada Kristo, sekretarisnya begitu pesawat telah berhenti dengan sempurna di Bandara Fatmawati Kota Bengkulu.


γ€€


Kristo pun menganggukan kepalanya, meminta para pengawal yang telah disiapkan dalam penjemputan Aisakha untuk bersiap, menunggu sang tuan turun. Kemudian dengan cepat Kristo mencari nomor telepon Pakde, sopir Nia.


γ€€


"Tuan, sudah tersambung". Kristo menyerahkan handphonennya pada sang majikan.


γ€€


"Hallo, tuan". Aisakha mendengar suara Pakde menerima teleponnya.


γ€€


"Bagaimana keadaan Bibi Ros?" Cepat Aisakha bertanya pada Pakde.


γ€€


"Sangat tidak baik tuan, Nyonya banyak lukanya. Trus ada tulang yang patah, sama itu tuan. Kata dokter tingkat kesadaran menurun drastis, hanya enam saja". Pakde mencoba memberi penjelasan dengan bahasanya sendiri kepada Aisakha.


γ€€


"Astaga, seburuk itukah?" Aisakha sangat tidak menyangka.


γ€€


"Tu-tuan dimana sekarang?" Masih lamakah tuan sampai? Kasihan si non?" Terdengar nada cemas dalam suara Pakde.

__ADS_1


γ€€


"Saya baru landing di bandara, saya segera berangkat ke sana. Bagaimana kondisi Nia?" Aisakha sangat cemas pada Nia, setelah mengetahui kondisi terbaru Bibi Ros.


γ€€


"Tuan, kasihan si non. Non pura-pura tegar, menutupi kesedihan dan ketakutannya dengan pura-pura kuat. Si non selalu menguatkan non Alika, bahkan tuan. Di saat non Alika pingsan pun, non Nia tetap berusah tegar. Menutup diri dari kami yang sangat ingin menghiburnya. Air matanya tidak jatuh setetes pun. Tuan, saya sangat takut melihat kondisi non yang seperti itu. Saya takut nanti malah si non yang kenapa-napa". Jelas Pakde yang sangat khawatir pada Nia.


γ€€


"Pingsan, Alika pingsan Pakde?" Aisakha tidak percaya akan hal itu.


γ€€


"Iya tuan, waktu dokter menjelaskan kondisi Nyonya Ros, non Alika langsung pingsan. Dan non Nialah yang terus menghiburnya. Sementara non Nia.....Tuan, segeralah tuan datang". Permohonan Pakde pada Aisakha.


γ€€


"Iya, iya...saya akan secepatnya ke sana. Percayalah saya akan datang secepatnya". Janji Aisakha pada Pakde. "Sekarang sedang apakah Nia?".


γ€€


γ€€


"Tolong jaga Nia ya, sebentar lagi saya sampai". Pinta Aisakha pada Pakde.


γ€€


"Pasti tuan, pasti. Dan tolong segerlah tuan datang". Ucap Pakde sebelum Aisakha mematikan teleponnya.


γ€€


Kristo sedari tadi memperhatikan sang tuan yang sedang menelepon, terlihat olehnya wajah sedih dengan penuh gambaran rasa khawatir saat ini. Ada rasa tak tega melihat kenyataan duka di wajah tampan sang presdir.Β Aku tidak menyangka, tuan begitu mencintai nona Nia. Hanya bertemu sekali tiga tahun yang lalu, kemudian berpisah kembali dalam hitungan tahun, dan setelah berjumpa kembali, sekarang malah mendapati wanita yang dicintainya malah bersedih karena musibah yang menimpa Bibinya. Ah, kasihan percintaan anda tuan, tidak dulu tidak sekarang, benar-benar pelik.


γ€€

__ADS_1


"Tuan semua sudah siap. Rombongan patroli pengawal sudah menunggu, kita berangkat sekarang tuan?" Kristo segera mengajak sang tuan berangkat.


γ€€


"Ya, dan pastikan semua lancar! Aku harus segera sampai". Perintah Aisakha pada Kristo.


γ€€


γ€€


---------------


γ€€


Hai..hallo kaka-kaka readers semua.


Spesial buat hari ini author upload tiga episode sekaligus. Semoga kaka-kaka readers suka ya.


γ€€


Uppssss...apa kaka-kaka readers, masih kurang banyak ya uploadnya?


Hehehehe, buat hari ini tiga dulu ya kaka, besok author banyakin lagi. Tenang, buat kaka-kaka readers yang budiman pasti author laksanakan. Hehehehe.


γ€€


Baiklah kaka-kaka readers semua, happy reading ya.


Jaga kesehatan dimana pun kaka-kaka readers berada dannnn jangan lupa bahagiaπŸ™


Terima kasih.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2