SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
35


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Nia terdiam sesaat, meskipun keterkejutannya tadi sudah berlalu tetapi bibirnya masih diam terkunci. Ada rasa ragu dalam hatinya, jelas Nia khawatir terhadap kondisi sahabatnya, Bowo. Apa yang Aisakha lakukan pada Bowo tadi bukanlah hal sepele. Pandangan dan pendengarannya belumlah terganggu, Nia bisa melihat kalau Bowo kesakitan dan itu memang jelas-jelas terjadi.


 


Kalau aku tanya tentang Bowo apa Mas tidak akan marah ya ? Jelas-jelas tadi Mas sempat mengamuk. Tapi kalau didiamkan saja, semua akan semakin runyam. Semua akan berakhir dengan kesalahan pahaman.


 


"Mas....", masih dalam pelukan Aisakha, Nia mencoba bersuara. Tetapi entah kenapa suara yang keluar dari mulutnya masih terdengar bergetar pelan padahal jangan di tanya bagaimana usaha keras Nia agar dirinya bisa tenang kembali.


 


"Suuuttttthhhh, Mas ada di sini. Jangan takut lagi ya ". Dan benar saja Aisakha masih terlihat salah paham hanya dengan mendengar suara Nia barusan.


 


***************


 


"Kau benar-benar merepotkan saja. Padahal tujuanmu baik, tapi lihat hasil yang kau dapat, akhir yang buruk bukan ?" Kristo masih menunggui Bowo yang sedang di periksa dokter di Rumah Sakit milik sang tuan.


 


"Terima kasih Pak, Bapak mau mengampuni saya ". Meskipun rasa sakit masih menjalar di sekujur tubuhnya, tetapi Bowo cukup tahu diri. Dia sangat berterima kasih pada sekretaris Presdirnya itu karen mau memberinya kesempatan untuk menjelaskan peristiwa sebenarnya tentang hilangnya kekasih Presdir mereka akibat ulah dirinya.

__ADS_1


 


"Aku lakukan semua ini demi Ibumu. Jadi kedepannya pakai otakmu ini !" Menggunakan telunjuknya yang menempel di kepala Bowo. Kristo memberi perintah tegas pada lelaki yang baru saja membuat kehebohan dunia sang tuan. "Nona Nia bukan orang sembarangan, jadi jangan bermain dengan nyawamu meskipun itu demi orang yang sangat kamu sayangi. Karena kamu hanya akan menyesal, tuan sangat membenci orang yang berani menganggu miliknya, wanitanya !" Bowo menganguk cepat.


 


"Tidak ada hal serupa lagi Pak, sungguh, janji ", Bowo meletakkan tangan kanannya yang masih terlihat gemetaran menahan sakit di dada kirinya. "Ini kali pertama dan terakhir saya melakukan kebodohan ". Geleng Bowo kuat. "Terima kasih Pak, terima kasih ". Bowo memegang erat tangan Kristo sebagai wujud tulus hormatnya pada Kristo, lelaki baik yang telah membawanya ke Rumah Sakit.


 


***************


 


EPILOG.....


 


 


"Saya mohon, ampunilah nyawa saya. Tolong Pak, demi Ibu saya. Kasihanilah saya Pak ". Sekuat tenaga Bowo mengiba pada Kristo yang terlihat tidak mudah tersentuh dengan suara memilukannya.


 


"Saya bodoh telah melakukan semua ini, tapi Pak sumpah, saya bersumpah saya tidak menyentuh apa lagi menyakiti Nia. Justru Nialah yang telah menyelamatkan nyawa Ibu saya ". Nekat, Bowo memeluk kaki Kristo. "Nia datang di detik-detik Ibu saya memilih mati Pak. Nia penyelamat keluarga saya, saya tidak pernah menyakitinya Pak ". Bowo merasa amarah Kristo sedikit berkurang. Kepalan tangan Krisro telah terlepas.


 


"Ibumu masih belum sembuh juga ?" Tanya Kristo penuh selidik. Dan Bowo mengeleng cepat dengan kedua tangan masih memeluk kaki Kristo.

__ADS_1


 


"Sudah seminggu ini malah semakin parah, Ibu menolak makan dan meminum obat-obatnya. Menurut dokter yang merawat Ibu, beliau sudah tidak memiliki semangat hidup lagi. Bahkan tadi Ibu saya sempat pingsang Pak karena kekurangan nutrisi ". Bowo masih terus berusaha menyakinkan Kristo.


 


"Dan kamu membawa nona untuk membujuk Ibumu ?"


 


"Iya Pak, benar ". Bowo menganguk pelan.


 


"Bodoh ". Dengan menarik paksa kerah baju Bowo, Kristo menghadiahkan bogem mentah di pipi kanan lelaki yang sudah terlihat tidak berdaya tersungkur di lantai parkir.


 


"Apa dengan cara membawa nona diam-diam ?" Bowo menyadari kalau Kristo berjalan kearahnya, dengan sisa tenaga Bowo berniat menjauh. Sungguh, Bowo tidak sanggup lagi menerima hukuman atas kesalahannya membawa Nia diam-diam. Bowo sangat yakin, sekali lagi dia menerima kekerasan tangan atau kaki Kristo, maka itu adalah kali terakhir dirinya bisa bernafas di atas dunia ini.


 


"Bawa Dia !" Perlahan kesadaran Bowo menurun, dirinya hanya bisa merasa ada beberapa tangan kekar mengangkat tubuhnya, pandangan Bowo mulai kabur, sekujur tubuhnya terasa sangat sakit. Bowo terlihat memejamkan matanya tepat di saat 2 orang pengawal yang mendampingi Kristo mendudukkan tubuh penuh memar dan darah itu di kursi belakang mobil yang mengikuti Kristo dalam pencarian calon isteri majikan mereka.


 


Ternyata Bowo berhasil mengugah hati nurani Kristo, semua penjelasannya tentang segala penyebab kebodohannya hari ini bisa membuat Krisro percaya. Akhirnya, demi menyudahi segala keributan yang menguras energinya sore ini, Krisro memilih membawa Bowo ke Rumah Sakit sang tuan, jelas Bowo harus segera mendapatkan perawatan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2