SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 50


__ADS_3

Pertemuan Di Mall


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Nia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, matanya menatap lurus keluar jendela mobil. Aura bahagia terpancar jelas di wajah cantiknya. Diam-diam si sopir melirik Nia dari kaca kecil di atas setir mobil, nona terlihat bahagia. Berarti tuan sudah tidak kawatir lagi sekarang, sukur-sukur hampir saja aku di suruh menghubungi aparat Kepolisian tadi. Hahahaha, sepertinya tuan sangat menyanyangi nona ini. Batin si sopir yang juga ikut merasakan aura kebahagiaan Nia saat ini.


 


Tenang, laju mobil mengarah ke Mall di kawasan Pantai Pantai seperti permintaan Nia. Nia menikmati setiap jengkal perjalanan sambil membayangkan wajah tampan Aisakha. Nia teringat pengalaman pertama mereka bertemu, tiga tahun lalu di dalam pesawat. Dialah orang yang pertama menyapa Aisakha, memberitahukan pada lelaki itu bahwa posisi duduknya di dalam, di sebelah Aisakha di dekat jendela.


 


Tuhan memang maha kuasa.


 


Sementara itu di dalam mobilnya yang sedang melaju membelah lalu lintas kota Jakarta, Aisakha teringat pembicaraannya bersama Nia barusan. Sama halnya seperti Nia, semua orang dapat melihat dengan jelas, dapat merasakan aura bahagia yang memenuhi wajah tampan Aisakha saat ini. Mata birunya berbinar penuh kasih, mungkin seperti itulah mata lelaki yang sedang di mabuk cinta.


 


Akhirnya, Nia mau membuka hatinya padaku. Rasanya aku ingin terbang, langsung kembali padanya. Memeluk dia, menyembunyikan wajahnya di dalam dadaku. Bahagianya, tapi, tunggu..Bowo, nama itu sedikit mengangguku.


 


"Kristo", panggil Aisakha pada sekretarisnya yang duduk tenang di sebelah sopir.


 


"Ya tuan, ada apa?" Cepat Kristo membalas sahutan Aisakha.


 


"Siapa Bowo?" Tanya Aisakha singkat.


 

__ADS_1


Bowo, Bowo, Bowo? Kristo mencoba berpikir. Ohh iya, tuan tadi habis teleponan dengan nona Niakan? Berarti ini adalah Bowo rekan seprofesi nona Nia.


 


"Apakah yang tuan maksud adalah Bowo, salah satu pegawai pada lembaga penelitian tuan di Bengkulu?" Kristo mencoba menebak.


 


"Cari semua informasi tentang dia!" Perintah Aisakha pada Kristo sekaligus pembenaran atas pertanyaan Kristo barusan.


 


Benar dugaanku, Bowo rekan kerja nona Nia. Apa yang telah dilakukannya? Kenapa tuan ingin tahu tentang dia?


 


"Baik tuan", Kristo segera mengiyakan perintah sang majikan. Tidak butuh hitungan detik, Kristo sudah sibuk dengan chat di handphonenya. Kristo pun menghubungi orang kepercayaannya untuk menyiapkan semua informasi tentang Bowo, rekan seprofesi Nia sekaligus salah satu pegawai Aisakha yang bekerja sebagai peneliti di Kota Bengkulu.


 


Aisakha pun kembali pada dua buah map hitam yang tadi sempat diletakkan Kristo didekatnya saat pemberhentian karena lampu merah. Sekarang Aisakha terlihat cermat membaca satu persatu lembaran di dalam map pertama. Dia telah kembali fokus pada pekerjaannya, berharap agar bisa segera menyelesaikan semua ini dengan cepat dan segera bisa kembali menemui pujaan hatinya yang terpisah jauh dari dirinya.


 


 


Nia bersiap menaiki eskalator, hendak menuju lantai dua Mall yang khusus menjual keperluan bayi. Sebenarnya sejak tiga hari ini Nia selalu teringat pada si tampan Alex, keponakan tersayangnya itu. Mungkin karena rasa rindu pada si kecil yang mengemaskan itu, Nia jadi kepikiran terus padanya. Rencananya, besok sepulang bekerja, Nia ingin kerumah Bibi Ros, ingin bersama sang Bibi dan ingin melepas rindu pada ponakan kesayangannya. Jadi Nia sengaja membeli hadiah buat Alex,  beberapa lembar baju bayi dan beberapa macam mainan bayi.


 


Pasti Alex senang. Pikir Nia sambil tersenyum membayangkan wajah gembul Alex saat membongkar hadiah darinya besok.


 


Sampai di lantai dua, Nia sudah melangkahkan kakinya ke arah perlengkapan bayi. Terlihat Nia sangat bersemangat, ingin memborong hadiah yang bagus-bagus untuk Alex. Tetapi saat Nia melihat ke arah kiri, di bagian lain Mall tersebut, tampaklah seorang ibu yang kelihatan sedikit kesusahan dengan troli belanjaannya. Satu tangan memegang troli, tangan satu lagi memegang sesuatu dan sebuah dompet.


 

__ADS_1


Kasihan, sepertinya si ibu itu agak kepayahan.


 


Nia berjalan, mengurungkan sesaat niatnya membeli hadiah buat Alex, Nia melangkah menjauh dari area perlengkapan bayi menuju si ibu.


 


"Apakah saya boleh membantu nyonya?" Tanya Nia saat telah berdiri dihadapan si Ibu.


 


Masih terlihat jelas aura kecantikan ibu ini, sepertinya di masa mudanya, beliau sangat cantik. Tetapi kenapa beliau berbelanja sendiri. Kalau di lihat belanjaanya aneka bahan masakan, kemana keluarganya?


 


"Terima kasih ananda, Mama memang perlu bantuan nak". Si ibu yang menyebut diirinya Mama, sangat bersyukur ada orang yang mau membantunya. Karena jelas-jelas dia sedikit kerepotan dengan troli serta benda lain di tangannya.


 


Setelah menyerahkan troli belanjaannya pada Nia, si ibu pun berjalan di sisi kanan Nia.


 


"Nyonya ingin membali apa lagi, mari saya temani nyonya berbelanja" ucap Nia sambil tersenyum ramah pada si ibu.


 


Cantik, sangat cantik. Gadis cantik yang baik hati.


 


"Maafkan Mama sudah membuat kamu menjadi repot". Ujar sang ibu merasa terharu dengan kebaikan hati Nia.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2