
Kamu Berlian Bukan Kesialan (2)
πππππ
γ
Aisakha telah membuat Nia kembali duduk di sofa seperti semula. Meski Aisakha dapat merasakan Nia saat ini tengah ketakutan, bahkan tangan gadis cantiknya itu mulai terasa dingin.
γ
"Tanganmu dingin". Ujar Aisakha sambil memegang erat ke dua tangan Nia. Melepaskan buku tebal yang sedari tadi di peluk Nia.
γ
"Tu-tuan". Nia mulai merasakan nafasnya semakin pendek saja.
γ
"Lihat aku Nia, aku mohon". Ujar Aisakha sambil mengangkat wajah Nia agar menatap kearahnya.
γ
"Tuan, jangan..."
γ
"Jangan apa?" Jawab Aisakha sabar.
γ
"Tuan, tuan adalah orang yang baik, tuan adalah orang penting. Jangan sampai saya membawa kesialan saya pada anda". Jawab Nia cemas.
__ADS_1
γ
"Lihat aku, tatap mataku". Pinta Aisakha kembali.
γ
Nia memberanikan diri menatap mata biru dari lelaki tampan di hadapannya itu. Tenang sekali mata itu, teduh memberikan kehangatan padanya.
γ
"Dengarkan aku baik-baik. Aku bukan manusia yang percaya pada kesialan, aku hanya percaya pada semua yang telah di atur oleh Yang Maha Kuasa. Dia telah mengariskan suka dan duka dalam hidup kita sebagai hambanya. Nia, baik dan buruk dirimu semua sudah jalan yang harus kau lalui. Apa pun itu, Tuhan telah menyusunnya untukmu. Dan begitu pula dengan aku atau siapa pun itu. Kebahagianku, kesedihanku, atau mungkin dukaku suatu saat nanti semua sudah di rancang-Nya. Kita tinggal melaksanakan dan memastikan telah melakukan yang terbaik. Aku tahu dulu pernah ada orang yang picik yang begitu kejam hingga menyalahkanmu untuk duka mereka. Tapi dengarkan aku, Nia. Itu dulu, itu masa lalumu. Itu adalah orang bodoh yang sangat picik, yang hanya tahu cara menyakitimu bukan menyayangimu. Percayalah padaku, kamu adalah berlian bukan kesialan. Siallah bagi mereka yang telah menyakitimu, siallah bagi mereka". Sambil memegang wajah Nia dengan kedua tanganya, Aisakha berusaha keras membuat Nia percaya padanya.
γ
Nia hanya diam, mendengar kata demi kata yang diucapkan Aisakha sambil terus menatap mata biru itu. Mencari apakah ada ketakutan pada diri Aisakha padanya atau mungkin kebohongan, bisa jadi Aisakha hanya berusah menghiburnya saja bukan? Tetapi Nia dapat melihat dengan jelas sebuah ketulusan, mata Aisakha jujur padanya. Mata itu tulus berusaha membuat Nia merasa berharga, bukan pembawa sial seperti yang selama ini di simpan rapat di dalam hatinya. Sesaat kemudian Nia tersadar, betapa luar biasa baiknya lelaki tampan itu padanya. Betapa tulusnya Aisakha padanya.
γ
γ
Nia tersenyum, matanya telah berubah hangat. Ada binar bahagia di sana, nafasnya telah berhembus dengan teratur. Terlihat jelas dia tidak ketakutan lagi, dia mulai nyaman, bahkan mulai tenang.
γ
Tuhan, aku percaya padanya. Aku percaya padanya, aku yakin dia lelaki baik yang Engkau kirim untukku sejak tiga tahun yang lalu. Tuhan, jagalah dia, jangan biarkan hal buruk terjadi padanya. Aku percaya pada semua yang telah Engkau gariskan untukku. Terima kasih Tuhan atas kehangatan ini.
γ
"Tuan". Tanpa di beri aba-aba Nia langsung memeluk Aisakha, menempelkan wajah cantiknya pada dada bidang Aisakha. Tenang menghirup wangi tubuh lelaki yang telah membuat dia merasa berarti, berharga dan layak ada di dunia ini. Tanpa malu tanganya mengenggam bahu Aisakha, ingin merasakan, mamastikan kehangatan ini semua nyata. Aisakha memang nyata, bukan hanya harapan yang sebentar kemudian akan menguap keudara.
γ
__ADS_1
Mendapati pelukan mendadak dari Nia membuat Aisakha sangat bahagia. Dia tersenyum sambil membelai rambut hitam wanita yang dicintainya itu.Β Selangkah lagi sayang, aku akan membuatmu mencintaiku.
γ
"Mulai detik ini, hilangkanlah pikiran tentang kesialan itu dari hatimu, henyahkan dari hidupmu. Kamu terlalu berharga untuk hal konyol seperti itu. Ingatlah ada aku di sisimu, apa pun itu suka dan dukamu, ada aku di sisimu. Kamu hanya perlu memegang janjiku. Berjanjilah padaku". Pinta Aisakha pada Nia.
γ
Nia mengangakat wajah yang tadi di tengelamkannya dalam dada bidang Aisakha, dia memandang lurus mata biru itu tanpa melepas pelukannya. "Iya, iya, iya tuan dan terima kasih untuk semua". Jawab Nia tulus sambil menatap lekat Aisakha dan menyertakan senyum cantik di sudut bibir tipisnya.
γ
γ
-------------------------
γ
Terima kasih gess tetap menjadikan nnovelku sebagai kisah favorite untuk menghibur hari kalian.
Mohon dukungannya ya gess, LIKE dan COMENT jangan lupaπ€©
Aku selalu menunggu loh Like dan Coment nyaπ
Happy reading gess, sehat selaku dan jangan lupa berbahagia π€
γ
γ
γ
__ADS_1
γ