
πππππ
γ
γ
Nia berjalan cantik dalam gandengan Aisakha. Siang ini mereka mengenakan baju dengan warna senada. Nia memakai kemeja polos berwarna navy dengan jaens hitam mengantung di atas mata kaki. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan sentuhan jepit biru muda di sisi kanan kepalanya.
γ
Sedang Aisakha, mengenakan baju kaos navy lengan panjang juga dengan jeans hitam yang membuat warna matanya sangat mendominasi tubuh altetisnya. Seperti biasa, Aisakha selalu saja tampan dalam balutan pesonanya.
γ
Aisakha berjalan gagah, bagai kesatria yang sedang melindungi keluarganya, harta paling berharga dalam hidupnya.
γ
Di belakang mereka, berjalan Kristo dengan aura kesal. Dalam hatinya Kristo benar-benar tidak habis pikir, tidak menyangka kalau lelaki yang akan di temui nyonya mudanya ini akan sangat nekat seperti saat ini.
γ
Kristo pikir, sosok penelepon Nia itu, akan bisa berpikir panjang tentang betapa berharga nyawanya yang cuma satu. Tetapi apa mau di kata, lelaki itu malah mengajak nyonya mudanya berjumpa dan membuat sang tuan murka.
γ
Jadilah sekarang, Kristo mengekor pelan di belakang Aisakha dan Nia bersama 8 orang pengawal lainnya. Mereka sedang memastikan tempat pertemuan itu sepi, kosong dari para pengunjung yang lain, dan kemudian akan berakhir dengan sangat tenang.
γ
"Niaaaaa ", suara riang Edo. Si penelepon Nia pagi tadi, lelaki masa lalu Nia yang mengajak dirinya ketemuan siang hari ini. Edo memandang takjub, jantungnya berdebar tidak percaya, Nia begitu cantik, berpuluh-puluh kali lipat lebih cantik dari 3 tahun lalu. Nia sangat anggun, wajahnya, tubuhnya, Nia sempurna.
γ
Aisakha sedang menahan keras amukkannya, realita yang mengantarkan dirinya bisa berhadapan langsung dengan Edo siang ini, membuat dia ingin menghajar Edo habis-habisan, sampai lelaki itu tidak bisa lagi melihat mentari terbit esok pagi. Tetapi apa mau di kata, Nia telah membuatnya berjanji tidak akan memulai keributan jenis apapun, kecuali memang Edo yang memulai.
γ
Jadilah Aisakha memasang tampang permusuhan terdalamnya saat Edo memberi tatapan penuh cinta pada isterinya.
γ
"Apa kabar kamu ?" Tanya Edo tanpa dosa, tanpa menganggap Aisakha yang sedang di gandeng mesra oleh Nia ada, berada di sana.
γ
Nia memperhatikan Edo dengan seksama. Melihat tampilan lelaki itu dari atas hingga bawah. Ada rasa iba di hatinya, hanya iba saja tanpa perasaan lainnya. Iba melihat betapa tidak terurusnya Edo sekarang. Jambang di wajah, pertanda entah kapan dia membersihkan diri sempurna. Mata sayu, tampilan lusuh dan, dan Edo sedikit lebih tua dari usia sebenarnya. Sepertinya Edo sedang menanggung beban berat hingga terlihat sangat berbeda.
γ
"Apa kabar kamu ?" Edo kembali mengulang pertanyaanya.
γ
"Aku baik, aku sangat bahagia sekarang bersama suamiku ", jawab Nia singkat sambil duduk di tempat yang telah di pesan Edo.
__ADS_1
γ
Sedang Aisakha, dia terduduk di sisi Nia sedang berusaha menahan gejolak amarahnya.
γ
"Baiklah, hentikan basa basinya. Ada apa ?" Nia bertanya dengan perasaan yang biasa saja.
γ
"Aku masih mencintaimu ". Tanpa menghargai sosok Aisakha suami Nia, Edo langsung berbicara lantang tentang perasaannya.
γ
"Do ", Nia menarik nafas dalam. "Antara kamu dan aku, itu adalah masa lalu. Kamu pernah sangat berharga bagi hidupku, aku tidak memungkiri itu. Tetapi itu dulu, dan hanya di masa itu. Sekarang kita sudah tidak akan kembali ke masa lalu. Aku punya masa depan, aku punya suami yang sangat aku cintai dan aku punya keluarga yang ingin aku bangun. Begitu juga dengan kamu, kamu juga memiliki isteri dan kekuarga sendiri ".
γ
"Lupakan aku. Hiduplah dengan masa depanmu. Di antara kita sudah tidak ada apa-apa lagi, sudah selesai dalam 3 tahun lalu ". Nia tersenyum, begitu mudah hatinya mengucapkan semua. Begitu lancar Nia mengutarakn isi hatinya. Ternyata Edo memang bukan apa-apa lagi dalam hidup Nia.
γ
Nia menatap mata biru Aisakha, "aku mencintai suamiku, sangat mencintainya ".
γ
"Tapi aku juga masih sangat mencintaimu ". Tolak Edo tidak terima, apa lagi melihat tatapan sayang mendalam Nia pada Aisakha.
γ
γ
"Aku, sampai kapanpun tidak akan memilih kamu. Dan jangan paksa aku untuk memilih, karena kamu pasti tahu aku aku akan terus menjawab, aku memilih suamiku. Kamu yang melepaskan aku, kamu yang menyia-yiakan waktumu untuk membenciku. Kamu sendirlah yang sudah mengambil keputusan, sekarang jalanilah itu !Β Kembalilah bersama isterimu dan jangan kembali dalam hidupku lagi, selamanya jangan pernah masuk dalam hidupku lagi !" Suara Nia tegas. "Maaf, kita sudah selesai. Semua sudah berakhir, terimalah kenyataan !"
γ
Edo mengeleng keras, dia menolak, dia sangat tidak terima.
"Maafkan aku Nia, aku memang salah. Aku seharusnya mendengar hati kecilku, aku harusnya tidak percaya begitu saja pada semua perkataan Mama. Maafkan aku, Nia ! Tetapi aku janji, aku akan tinggalkan semuanya, aku akan membahagiakan kamu ".
γ
Tangan Aisakha terkepal, pengendalian dirinya mulai goyah. Aisakha sudah bersiap akan memukul Edo sampai amarahnya mereda.
γ
"Selamat tinggal Do, aku harap kamu melupakan semuanya. Masa lalu biarkan berlalu dan aku ingin hidup dalam masa depanku ". Tiba-tiba Nia memeluk Aisakha, membuat perasaan Aisakha cukup hangat dengan sikap manja isterinya.
γ
"Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, kami permisi ". Nia dan Aisakha berdiri, berjalan dalam rangkulan penuh kasih. Nia terlihat sangat lega, semua yang ingin di utarakannya telah tersampaikan dengan baik. Aisakha tahu isi hatinya, suaminya melihat seberapa besar rasa cinta Nia untuknya.
γ
Sekarang, saat ini Nia hanya ingin hidup dalam masa depan bersama Aisakha saja.
__ADS_1
γ
"Terima kasih ". Ucap Nia sambil mencium pipi kanan suaminya tepat sebelum masuk ke dalam mobil yang telah di bukakan pintunya oleh Kristo.
γ
Aisakha tersenyum bangga sambil memegang pipinya, tempat dimana bibir mungil Nia mengecup sayang padanya.
γ
Dengan tenang, tanpa di sadari Nia. Aisakha membuat sebuah gerakan pelan dengan tanganya pada Kristo. Memberi sebuah tanda.
γ
Mobil pun berjalan, membawa Nia yang terlihat sangat senang, membawa Aisakha yang melihat langsungΒ bahwa Nia sudah melupakan masa lalunya, Nia benar-benar telah menerima cinta dirinya utuh. Aisakha merangkul Nia dan menarik isterinya itu dalam dekapanya.
γ
"Terima kasih telah memilihku Nia ". Ucap Aisakha sambil mengecup dalam puncak kepala Nia.
γ
***************
γ
EPILOG...
γ
"Lalaki itu berani menelepon Nia, berani bilang rindu dan cinta pada isteriku ". Suara dingin Aisakha saat berbicara bersama Kristo.
γ
"Aku ingin melenyapkannya dulu, tetapi kau melarangku Kristo. Sekarang lihat akibat kebaikkan hatimu, dia berani tidak menganggapku, suami sah Nia ". Suara marah Aisakha membuat Kristo merasa sangat bersalah.
γ
"Maafkan saya, tuan ". Ucap Kristo penuh penyesalan.
γ
"Kali ini saya akan menyelesaikan semuanya serapi mungkin. Tuan jangan khawatir. Hari ini, adalah hari terakhir baginya untuk melihat nona. Saya jamin tuan, setelah ini dia tidak akan pernah muncul lagi dalam kehidupan nona, apa lagi dalam rumah tangga tuan ". Kristo bersungguh-sungguh.
γ
"Aku pegang janjimu, Kris. Jangan buat aku kecewa ". Aisakha segera mendapat anggukan janji dari Kristo dengan sepenuh jiwa.
γ
"Saya berjanji tuan ".
γ
γ
__ADS_1