SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
119


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Dimana Kemala ?" Tanya sang dokter yang di tunggu oleh Mamanya Kemala begitu si empunya rumah menyambut kedatangannya.


γ€€


"Di kamarnya, tadi aku tinggalkan sedang istirahat ". Mamanya Kemala langsung mengajak si dokter ke arah Kamar sang anak.


γ€€


"Apa kamu yakin Claudia ?" Tanya dokter wanita ini, Mamanya Kemala sampai berhenti mendadak mendengar pertanyaan dari temannya itu.


γ€€


"Aku belum pernah melihat secara langsung, tetapi seperti itulah penjelasan pelayan wanita yang selalu menemaninya. Semenjak dia kembali ke rumah ini, aku memang melihat tubuhnya lebih kurus di banding sebulan yang lalu ".


γ€€


"Dengar Clau !" Dokter menatap serius pada Mamanya Kemala. "Kalau hasil pemeriksaanku nanti sama seperti dugaanmu. Carilah waktu, secepatnya bawa Kemala ke Rumah Sakit ! Dia harus di periksa lebih baik lagi !"


γ€€


"Dimana suaminya, menantumu itu ?" Tanya si dokter sambil melanjutkan langkahnya menuju lantai 2.


γ€€


"Sedang menyelesaikan proyeknya di luar kota ". Jawab Mamanya Kemala cepat.


γ€€


"Sudah berapa lama ? Apa dia tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Kemala ? Kenapa dia bisa pergi keluar Kota kalau kondisi Kemala seperti ini ?" Dokter itu tampak kesal. Pertanyaannya cukup banyak.


γ€€


"Aku rasa baik Kemala dan suaminya tidak menyadari semua ini ". Ada helaan nafas dalam saat Mamanya Kemala menjawab pertanyaan temannya itu.


γ€€


Pintu kamar Kemala di buka, terlihat Kemala sedang duduk bersandarkan kepala ranjang. Matanya sedikit sembab.


γ€€


"Nyonya ". Pelayan wanita Kemala berencana memberi banyak ruang untuk sang nyonya dan temannya.


γ€€


"Apa yang terjadi ?" Tanya Mamanya Kemala berbisik pada pelayan anaknya.


γ€€


"Muntah lagi, nya ". Jawab di pelayan juga berbisik.


γ€€


"Apakah setelah itu ada yang dimakannya ?" Sekarang si dokter juga ikut berbisik. Bergabung bersama Mamanya Kemala dan pelayannya.


γ€€


"Tidak bu, sudah saya bujuk. Tetapi kata nona tidak ada yang dia mau ". Pelayan itu mengeleng.


γ€€


"Adakah minuman yang disukainya ?" Si dokter masih bertanya.

__ADS_1


γ€€


"Susu dengan rasa yougert. Nona sangat suka itu sudah 2 hari ini nona selalu meminta saya membuatkan itu ". Sebuah informasi penting bagi si dokter


γ€€


"Bagus. Buatkan itu untuknya dan tolong dalam kondisi hangat !" Perintah dokter yang langsung di sanggupi oleh pelayan Kemala ini.


γ€€


"Mala, masih ingat tante Yuni ?" Tanya Mama sambil berjalan mendekati Kemala yang terlihat mengerutkan keningnya dengan si sikap bisik-bisik semua orang di sekitarnya.


"Mama mengundang tante Yuni ke sini ".


γ€€


Kemala memasang sikap waspada.


γ€€


"Iya aku ingat tante Yuni. Tante Yuni teman Mama, seorang dokter ". Kemala sedikit mengeser tubuhnya menjauh dari sang Mama dan temannya yang semakin dekat ke arah ranjang.


Mau apa Mama bawa teman dokternya ke sini ?


γ€€


"Hallo ". Si dokter bersikap ramah. "Lama nggak ketemu ya Mala ?"


γ€€


"Tante malah sampe lupa sama kamu waktu masuk tadi. Kamu sudah sangat dewasa sekarang, cantik lagi ". Si dokter duduk di tepi ranjang.


γ€€


"Iya, sudah sangat lama. Mungkin 10 tahun tante ". Jawab Kemala masih waspada.


γ€€


"Ah, itu menandakan kalau tante sudah tambah tuan. Sampai berapa lamanya saja bisa lupa ". Sikap ramah sang dokter berhasil membuat Kemala sedikit tenang.


γ€€


"Kamu ingat Dodo, anak tante ?" Dokter tersenyum pada Kemala.


γ€€


"He-eh ", jawab Kemala singkat


γ€€


"Dia sudah tidak pake kawat gigi lagi loh. Sekedar informasi ". Suara dokter itu senang. Membuat Kemala tersenyum.


γ€€


"Berarti aku sudah tidak bisa mengejeknya lagi ". Senyum Kemala berubah menjadi tawa kecil.


γ€€


"Ee-ee ", dokter itu mengerakkan jari telunjuk kanannya di depan wajah Kemala. Sambil beringsut-ingsut mendekatkan diri lebih dekat lagi pada posisi duduk Kemala. Sepertinya benteng kewaspadan Kemala mulai kendor, cerita si dokter berhasil membuat Kemala lebih rileks.


γ€€


"Maaf ya nak, sekarang kamu harus cari cara lain untuk menjahili Dodo ". Tanpa sikap permusuhan atau penolakan, Kemala membiarkan si dokter memeriksa dirinya.


γ€€

__ADS_1


"Apakah wajah Dodo masih ada jerawatnya tante ?" Kemala menahan tawa.


γ€€


"Oooo, sekarang Dodo sudah pintar memakai pembersih wajah. Jadi kamu tetap harus cari celah lain untuk menjahili dia ". Dokter itu hampir selesai memeriksa Kemala. Sepertinya perhatian Kemala sedang terpecah dengan semua cerita masa kecilnya bersama anak si dokter. Kemala terlihat lebih konsentrasi mendengar cerita si dokter.


γ€€


"Wah...apa lagi ya ?" Kemala sedang berpikir. Tanpa di sadarinya dokter selesai memeriksa dirinya.


γ€€


"Bagaimana kalau kalian ketemuan ? Mungkin kamu bisa melihat dari sudat mana lagi kamu bisa menjahili Dodo ?" Si dokter mengemasi kembali peralatan pemeriksaannya.


γ€€


Kemala hanya tersenyum. "Mungkin nanti tante ".


γ€€


"Tidak masalah, kapan saja Mala. Ajak Edo ya. Biar saat Dodo menjahili kamu, kamu ada yang bela ". Sampai di sini, mendadak suasana hatinya Kemala kembali gundah. Perasaan yang sesaat tadi tenang dengan mengingat cerita lucu masa kecil, menjadi kacau lagi.


γ€€


Kemala mencoba tersenyum, sebentuk senyum palsu.


γ€€


"Baiklah Mala. Ini sedikit informasi awal tante setelah memeriksa kamu ". Saat dokter berbicara, mamanya Kemala telihat mendudukkan diri di sebelah Kemala, menyimak.


γ€€


"Ini baru pemeriksaan awal. Tante tetap harus melakukan pemeriksaan lebih baik di Rumah Sakit ". Si dokter memandang Kemala.


γ€€


"Serta satu lagi, kapan terakhir kamu datang bulan Mala ?" Tanya si dokter pelan.


γ€€


"Bulan lalu tanggal.........", Kemala terdiam.


γ€€


"Baiklah, mungkin ini masih dini. Tetapi Claudia ", si dokter memandang mamanya Kemala. "Aku rasa kamu bakal menjadi nekmud sebentar lagi. Nenek muda ". Si dokter tersenyum.


γ€€


"Kemala, hasil pemeriksaan tante tadi, kamu sepertinya sedang hamil memasuki usia 3 minggu ". Sekali lagi dokter itu tersenyum.


γ€€


Mama memeluk Kemala bahagia, si pelayan wanita Kemala yang masuk di moment kabar bagus itu juga terlihat bahagia. Benar sudah semua dugaannya selama ini. Dia sudah merasakan hal itu sejak awal.


γ€€


Dan bagaimana dengan Kemala ?


γ€€


Wajahnya membeku, tanpa eksperi tanpa suara. Kemala merasa satu beban berat baru saja di lemparkan ke atas bahunya. Kemala tertunduk diam, dan kali ini isi perutnya kembali di buat kacau.


γ€€


Β Cepat Kemala berjalan ke kamar mandinya, menundukkan kepala di atas wastafel dan melakukan hal sama seperti biasa. Padahal isi perutnya sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2