SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 143


__ADS_3

Fokus Bekerja


๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ


ใ€€


Nia terlihat sangat tenang dengan segala coretannya pada papan tulis putih ukuran sedang yang sekarang telah di dominasi warna biru yang berasal dari alat tulis di tangan kanannya. Jelas suasana di sekitar Nia cukup tenang, tapi sebenarnya bukan yang tenang-tenang amat ya dan hebatnya Nia sama sekali tidak terpengaruh dengan hal disekitarnya. Nia dapat dipastikan akan menjadi Nia seperti biasa kalau sudah berkutat dengan pekerjaannya. Dia akan tengelam dalam pikirannya sendiri, asyik dengan apa yang di hitungnya dan fokus di duniannya. Di luar itu, percayalah Nia akan mengabaikan semuannya. Ya, begitulah Nia. Semua orang-orang dekatnya sudah sangat tahu kebiasaan Nia yang super ajaib ini, bahkan kekasih hatinya Aisakhapun sudah tahu kebiasaan Nia yang rada unik untuk hal yang satu ini.


ใ€€


Resya dan Anita sedang mengukur berat volume sampel seperti hasil perhitungan Nia. Pelan kedua sahabat ini tengah menakar pada pipa ukur untuk mendapatkan jumlah paling akurat. Sesekali Resya memprotes Anita karena menurut Resya, Anita ceroboh dan kurang teliti saat meletakkan satu persatu sampel kedalam alat ukur. Sempat ada sebutir beras merah yang telah lolos dari larutan perekat terjatuh kelantai. Otomatis sampel yang jatuh itu di anggap gagal, tidak bisa di pakai. Resya meradang dan perdebatan tidak dapat dielakkan antara 2 anak manusia ini. Tetapi ajaibnya, perdebatan antara Resya dan Anita sama sekali tidak mempengaruhi Nia. Nia terlihat masih setia dengan duniannya sendiri, tidak terganggu dunia tetangga. Wkwkwkwk.


ใ€€


Satu jam menjelang jam makan siang, sampai sejauh ini semua peneliti di laboratorium masih sibuk dengan pembagian tugas masing-masing. Sepertinya keberadaan Nia benar-benar bisa memperbaiki atmosfir kinerja Wulan, Resya, Anita dan Bowo, mereka semua bahu membahu demi pencapain hasil inovasi terbaik yang sempat molor dari jadwal yang direncanakan.


ใ€€


Damar, pengawal yang ditugaskan Aisakha untuk menjaga Nia sempat beberapa kali menatap takjub pada wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi isteri tuannya itu. Bagaimana tidak, keseriusan seorang Nia dalam bekerja berbanding terbalik dengan sikap malunya tadi saat Damar menuturkan penyebab alasan Aisakha meminta agar handphone Nia di pegang oleh Damar. Saat ini terlihat sosok Nia yang tegas dan penuh dedikasi, tidak seperti gadis pemalu yang mendadak bisa salah tingkah hanya dengan sedikit di goda oleh kekasih hatinya. Cantik dan pintar, itulah kesimpulan Damar pada diri Nia. Diam-diam Damar merasa salut dengan sang tuan, Aisakha Elang Britana yang bisa memiliki calon isteri begitu mempesona dan cerdas luar biasa.


ใ€€


"Sudah puas memandangi calon isteri saya ?" Damar terlonjak kaget, spontan berdiri dan menunduk penuh hormat begitu mendengar suara kesal Aisakha tepat di samping kirinya.ย Bagaimana bisa tuan sudah di berdiri saja di sebelahku ? Perasaan gak ada pemberitahuan deh, kok tiba-tiba sudah di sini saja. Mati aku, ketahuan sedang memandangi nona. Apa alasan yang bagus ya biar aku selamat ? Aduh, gimana ini ? Mana cicilan rumah masih 7 bulan lagi. Nasib, nasib....


ใ€€


"Kenapa diam ?" Aisakha maju tepat kedepan wajah Damar, sepertinya Aisakha sangat kesal. Membuat Damar semakin tertunduk dalam. "Saya mempercayakan kamu buat jaga Nia, bukan buat pandangi dia. Kau sudah bosan bekerja sama saya, Hah?" Aisakha membentak Damar. "Atau malah kau sudah bosan hidup". Ada nada ancaman dalam kata-kata terakhir Aisakha pada Damar. Wajah Damar memucat.


ใ€€


Kristo yang memandangi adegan emosi Aisakha terhadap Damar hanya bisa mengeleng pelan di belakang sang tuan. Sepertinya Kristo tidak berencana menyelamatkan siapapun dari aroma perang yang mungkin akan segera terjadi antara Damar atau Aisakha. Bukan apa-apa, kalau di tanya jujur Kristo sangat enggan terlibat dalam masalah sang tuan yang sedang jatuh cinta itu. Semua yang dia atau orang lain lakukan bisa mendadak salah di mata sang tuan kalau itu menyangkut tentang Syanianya, jadi bukankan lebih baik mengalah saja, bila perlu menjauh saja. Begitu kira-kira pendapat Kristo. Contohnya saja tadi, beberapa saat yang lalu. Kristo terdiam karena merasa diposisikan sebagai si pelaku kesalahan oleh Aisakha.


ใ€€


***************


ใ€€


Di ruang kerja Aisakha beberapa saat sebelumnya...


ใ€€


"Tuan". Kristo sudah hampir 10 menit berdiri di depan meja kerja Aisakha, menunggu Aiskaha memberi keputusan pada tugas mendesak yang harus segera di kerjakannya.


ใ€€


"Ya". Hanya itu kata yang keluar dari mulut Aisakha tanpa memandang ke wajah Kristo yang mulah lelah menunggu.


ใ€€


"Bagaimana tuan ?" Kristo mulai heran, dalam waktu nyaris 10 menit dia berdiri di depan meja kerja Aisakha itu, terlihat Aisakha hanya sibuk senyam-senyum sendiri menatap layar handphonenya.


ใ€€


"Apa ?" Tanya Aisakha datar.

__ADS_1


ใ€€


"Tentang kerja sama kita dengan.....",


ใ€€


"Lihat, dia imutkan dalam balutan jas labnya ? Dia sedang serius ini". Dengan bangganya Aisakha mengangkat handphonenya dan memamerkan wajah cantik seorang wanita dengan jas lab yang sepertinya sedang serius tapi Kristo tidak tahu serius terhadap apa. Melihat adagan barusan yang di tunjukkan Aisakha cukup membuat Kristo merinding, seharusnya aku sudah menduga apa penyebab tuan senyum-senyum sendiri. Nona Nia...anda sukses membuat tuan Aisakha menjadi norak. Ahh, ternyata jatuh cinta itu mengerikan. Aku jadi bersyukur belum memiliki pujaan hati, kalau tidak kelakuanku pasti seaneh tuan. Akhirnya Kristo lebih memilih membatalkan melanjutkan kalimatnya yang di potong Aisakah tadi.


ใ€€


"Kenapa diam, kamu terpesona ya sama Nia ?" Aisakha memasang wajah tidak suka pada Kristo.


ใ€€


Kan, pasti aku salah..ih, mengerikan sekali ya ternyata orang yang sedang jatuh cinta. Bisa kehilangan cara pikir logis.


"Tidak tuan". Kristo berusaha memilih jawaban teraman.


ใ€€


"Apa?" Tingkat kekesaln Aisakha meningkat. "Maksudmu Nia tidak mempesona, iya? Kalau begitu pergilah ke dokter mata. Sepertinya matamu bermasalah". Aisakha menunjuk pintu keluar.


ใ€€


Hah ? Mata saya bermasalah. Ya Tuhan, apakah saya akan lama terjebak dalam keseharian tuan yang sedang di landa cinta ini ?ย Jadi pengen nangis.


ใ€€


"Baik tuan". Lagi-lagi Kristo memilih kata singkat saja. Dia sedang tidak ingin berdebat dengan Aisakha.


ใ€€


ใ€€


"Maaf menganggu tuan". Mencoba tenang agar Aisakha tidak tahu bahwa sebenarnya Kristo mulai bingung menghadapi sikap Aisakha yang semakin aneh menurut sudut pandangnya.ย Sudah berdiri diam dan dicuekiย  selama 10 menit hingga akhirnya di anggap menganggu. Tuan, boleh gak bilang aku tuh sedih di gituin.


ใ€€


"Pihak Winata Major sudah menunggu jawab dari tuan. Kira-kira jawaban apa yang akan saya sampaikan pada pihak mereka tuan ?" Kristo berusaha setenang mungkin.ย Sabarrrrrr.....


ใ€€


"Kau ini, tugas penting begitu kenapa tidak dari tadi disampaikan. Ini malah ikut-ikutan memandangi foto Nia. Mangkanya punya pacar sendiri sana !" Tanpa dosa Aisakha memarahi Kristo. Wajah Kristo mendadak sangat sedih.ย Kira-kira kalau aku mengajukan surat pengunduran diri sekarang, bagus gak ya?


ใ€€


"Maafkan saya tuan..saya lalai ". Kristo hanya bisa pasrah sebagai pihak yang dinyatakan bersalah. Walaupun semua juga tahu siapakah yang sebenarnya salah di sini.


ใ€€


Dan dari pengalamannya tadi, Kristo yang sekarang berada diantara sang tuan dan Damar, pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Nia, lebih memilih untuk tidak terlibat dalam kehebohan yang akan di buat Aisakha. Kira-kira dalam hatinya mengatakan kalau dirinya memilih netral saja. Hahahahaa....


ใ€€


"Maaf tuan, maafkan saya. Saya bukan memandangi nona. Sungguh". Ada aura ketakutan di wajah Damar. Sepertinya nyali Damar sudah menciut.

__ADS_1


ใ€€


"Lantas tadi itu apa ? Kau pikir aku buta ?" Level kekesalan Aisakha naik satu tingkat lagi.


ใ€€


Wulan, Resya, Anita dan Bowo berlari kearah pintu laboratorium, sepertinya mereka penasaran dengan suara ribut yang berasal dari luar. Serta merta mereka tinggalkan semua pekerjaan mereka dan memilih mencari tahu ada apa gerangan hingga suasana mendadak tidak kondusif.


ใ€€


"Tuan.....", betapa terkejutnya staf bagian penelitian ini saat tahu kalau sumber keributan di luar ruang kerja mereka berasal dari suara kekesalan sang Presdir.


ใ€€


Gawat... Melihat ekspresi tidak percaya dari Wulan, Resya, Anita, dan Bowo, cepat Kristo maju. Naluri melindungin kekonyolan sang tuan yang tengah di mabuk cinta itu langsung muncul di otaknya. Kristo tidak ingin siapapun tahu betapa anehnya sang tuan kalau berhubungan dengan wanita yang membuat dirinya tergila-gila itu.


ใ€€


"Tuan, yang dilakukannya tadi hanyalah memastikan bahwa dia tidak pernah kehilangan nona sedetikpun. Dia ingin membuktikan pada tuan kalau dia bisa tuan percaya untuk menjaga nona dengan seluruh nyawanya".ย Percaya ya tuan, plisss. Kalau tidak mereka akan menertawakan tuan nanti. Tuan terlalu bucin soalnya.


ใ€€


"Benar begitu ?" Aisakha menaikkan alis kirinya, sepertinya dia masih curiga pada Damar.


ใ€€


"Benar tuan, persis seperti itu". Cepat dan tegas, Damar langsung menjawab.


ใ€€


"Ooo...kenapa tidak bilang dari tadi?" Sikap Aisakha berubah santai, sangat santai malah seperti tidak terjadi apapun. Berbanding terbalik dengan Damar dan Kristo saling berpacu menarik nafas lega.


ใ€€


"Kalian lanjutkan pekerjaan seperti biasa !" Kristo berniat menghalau semua rekan sekerja Nia agar tidak terlalu lama mereka berdiri dan membuat spekulasi tentang kejadian barusan.


ใ€€


"Baik tuan", jawab Wulan, Resya dan Anita berbarengan. Sedang Bowo, dia hanya memilih mengangguk saja sebagai wujud jawabannya atas perintah Kristo.


ใ€€


Aisakha masuk ke dalam laboratorium setelah semua rekan-rekan Nia telah kembali pada posisi awal masing-masing, ya walaupun sejujurnya sekarang tidak ada satu pun diantara Wulan, Resya, Anita bahkan Bowo mampu mengembalikan konsentrasi mereka seperti seharusnya tanpa bertanya-tanya dalam hati masing-masing, ada apa dengan sang Presdir ? Jelas mereka semua penasaran.


ใ€€


Lantas bagaimana dengan Nia ? Boleh percaya boleh tidak, tapi sungguh ajaib. Nia sama sekali tidak bergeming dari dunia rumus dan angkanya. Jelas Nia tidak menyadari apa lagi terganggu dengan keributan barusan. Nia sangat tenang seperti biasa. Khas seorang Nia saat telah berada di dunia kerjanya.


ใ€€


Hahahaa...di luar hampir terjadi pertumpahan darah nona, dan anda terlihat tidak terganggu sedikitpun. Kristo.


ใ€€


Lihat..dia imutkan saat sedang serius gituh. Apaku bilang tadi. Aisakha.

__ADS_1


ใ€€


ใ€€


__ADS_2