SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 38


__ADS_3

Terima Kasih


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Bibi dan Pakde sudah duduk dihadapan Aisakha, kedua pasangan suami istri paruh baya ini saling melirik satu sama lain, mereka berusaha menerka ada apa gerangan dengan lelaki tampan yang duduk dengan penuh wibawa. Dan itu, siapa lagi itu, lelaki muda yang diam duduk di kirsi lainnya, pikir mereka. Duduk tenang seakan-seakan menjaga si lelaki tampan. Sekali lagi, sepasang suami istri itu melirik satu sama lain, sekarang mereka merasa bagai di posisi hendak di sidang, sampai akhirnya Pakde memberanikan diri memulai bicara.


γ€€


"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?" Pakde memberanikan diri bersuara duluan.


γ€€


"Perkenalkan ini adalah tuan Aisakha Elang Britana, beliau adalah pemilik perusahaan tempat nona Nia bekerja dan.....". Belum selesai Kristo menjelaskan tiba-tiba Aisakha telah memotong kata-katanya.


γ€€


"Saya adalah kekasihnya Nia,". Ujar Aisakha sambil tersenyum bangga.


γ€€


"Hah?" Pakde terkejut, tidak percaya dengan pendengarannya. Segera Pakde menatap wajah sang istri yang terlihat tenang dan malah sedang tersenyum.


γ€€


Ibu tadi juga kaget Pak, sama seperti Bapak.


γ€€


"Apa maksud perkataan tuan itu Bu?" Terdengar suara pelan Pakde bertanya pada sang istri.


γ€€


"Iya pak, tuan tampan itu pacarnya si non". Bibi mengiyakan dengan semangat.


γ€€


"Kenapa?" Tanya Aisakha yang merasa terganggu dengan suara bisik-bisik pasangan paruh baya dihadapannya itu.


γ€€


"Oo, tidak tuan. Tidak apa-apa. Tuan, mohon maaf apa benar tuan adalah kekasih majikan kami? Bagaimana bisa? Apa tuan serius dengan si non? Jangan sakiti si non, tuan. Kasihan, si non adalah gadis baik-baik". Dengan penuh keberanian Pakde bertanya pada Aisakha.


γ€€

__ADS_1


Hebat lelaki tua ini, berani mengajukan pertanyaan konyol seperti itu pada tuan. Pake meragukan tuan lagi, sudah berencana tidak mau lihat matahari pagi besok dia, sampai sebegitu nekadnya.


γ€€


"Hahahaha", terdengar tawa Aisakha memenuhi ruang tamu tersebut. "Kenapa anda bertanya seperti itu? Apakah anda tidak percaya pada saya?" Tanya Aisakha kemudian.


γ€€


Rasakan, berani sama tuan sih. Coba kalau tidak ada tuan, sudahku hajar kau orang tua.Β Kristo.


γ€€


"Bu-bukan, aduh..bukan begitu tuan. Maafkan saya tuan, maaf saya sudah lancang. Saya, saya". Pakde tiba-tiba menjadi tergagap untuk menjawab pertanyaan Aisakha.


γ€€


"Lantas?" Tanya Aisakha sambil tersenyum


γ€€


"Tuan, mohon maaf sebelumnya. Saya dan istri", sambil menunjuk pada Bibi. "Kami tidak mengenal tuan, saya sendiri baru kali ini berjumpa dengan tuan. Kami ini orang-orang bodoh tuan, pendidikan kami sangat rendah. Tetapi kami sangat menyayangi si non, si non itu gadis yang baik. Kami sudah menganggap si non layaknya anak sendiri, jadi kami tidak mau kalau tuan nantinya hanya akan membuat si non menjadi bersedih. Kami gak rela tuan, karena itu tuan, tolong, tolong jangan permainkan si non. Saya dan istri enggak rela. Maaf tuan, maaf atas kelancangan saya." Pakde pun langsung menundukkan kepalanya di hadapan Aisakha.


γ€€


"Kauuuu..lancang sekali kata-ka.....". Terdengar suara Kristo yang tidak terima.


γ€€


γ€€


Astaga, berani sekali sopir tua ini berbicara demikian pada tuan. Sangat tidak tau diri. Tuan, tuan, kenapa anda menjadi lemah? Kenapa anda biarkan orang tua itu berbicara sembarangan pada anda. Ah, aku jadi ngeram melihat semua ini. Tuan sekarang berubah. Kristo.


γ€€


"Pakde dan Bibi, kalian berdua dengarkan saya baik-baik. Saya sangat mencintai Nia, saya akui perasaan itu baru saya mengerti setelah tiga tahun ini saya habiskan waktu untuk mencari Nia. Nia begitu berarti bagi saya, tiga tahun saya kehilangan dia. Jadi kalian boleh pegang janji saya, saya tidak akan pernah menyakitinya, dia terlalu berharga bagi kehidupan saya, saya malah akan menjaganya dengan segenap jiwa saya. Kalian harus percaya kalau saya tulus". Aisakha berbicara panjang pada Pakde dan Bibi.


γ€€


Pakde menatap Bibi kembali seakan-akan bertanya apakah benar semua yang diucapkan Asakha barusan? Apakah benar, orang yang kelihatannya sangat berpengaruh dan kaya raya itu tulus mencintai majikan mereka? Pakde pun mendapatkan anggukan pelan dari Bibi untuk semua pertanyaannya. Seakan Bibi tahu semua isi hati suaminya itu dan Bibi pun memilih menganggukan kepala untuk menyakinkan Pakde.


γ€€


"Saya tahu kalian berdua orang baik. Sebelum di sini, kalian bekerja pada pasangan dokter di Argamakmur bukan? Kalian bekerja di sana sudah hampir dua puluh satu tahun, semenjak anak semata wayang kalian meninggal. Kemudian kalian berhenti bekerja dari pasangan dokter itu karena mereka pindah ke Banjarmasin. Kalian lebih memilih tetap di sini agar selalu bisa menziarahi makan anak kalian, dari pada mengikuti majikan yang lama pindah. Setelah itu, asisten rumah tangga Bibi Ros, tantenya Nia yang memperkenalkan kalian pada Nia. Dan saat Nia pindah dari rumah Bibi Ros dan memilih apartemen ini, kalian pun ikut dengannya sampai sekarang". Aisakha membeberkan semua informasi yang didapatnya dari handphone Kristo sebelumnya.


γ€€

__ADS_1


Pakde dan Bibi terperanjat, mereka terkejut. Tuan yang mengaku sebagai kekasih majikan mereka itu bisa tahu sebegitu lengkapnya informasi tentang mereka.


γ€€


Tidak salah, tuan ini memang orang hebat. Bibi.


γ€€


Benar tebakanku, tuan ini orang penting dan berpengaruh, dia bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudahnya. Aku kagum pada tuan. Pakde.


γ€€


"Jadi, tujuan saya berjumpa kalian saat ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menyayangi Nia dan menjaganya dengan baik selama ini. Terima kasih sudah menganggap wanita yang sangat saya cintai itu seperti anak sendiri. Saya harap kalian selalu bisa menjaganya seperti saat ini karena dia begitu percaya pada kalian". Ucap Aisakha tulus.


γ€€


"Tuan, hiks..hikss..hiksss". Bibi menangis terharu mendengar ucapan terima kasih Aisakha pada mereka.


γ€€


Baik sekalia anda tuan, anda memang tulus mencintai si non kami. Semoga langgeng tuan sampai ajal memisahkan. Bibi.


γ€€


"Tuan begitu baik, semoga Tuhan memanjangkan jodoh tuan dan si non. Terima kasih banyak tuan atas penghargaannya pada kami". Pakde mewakili bibi berbicara.


γ€€


"Sudah-sudah, jangan menangis. Saya tidak mau Nia mendengar pembicaraan kita. Ini hanya pembicaraan antara kita saja. Baiklah, di sini ada nomor telepon saya dan sekretaris saya". Sambil menunjuk pada Kristo. "Saya minta simpan baik-baik, kalau ada apa-apa dengan Nia, apa pun itu dan kapan pun itu segera hubungi nomor ini!" Perintah Aisakha sambil memberikan secarik kertas pada Pakde. "Kemudian Bibi, setelah ini buatkan Nia segelas susu hangat. Berikan padanya, saya yakin sekarang dia tidak bisa tidur karena perasaannya campur aduk atas pengalamannya hari ini. Bilang padanya, berikan saya kesempatan untuk bisa membuat dia percaya". Perintah Aisakha khusus pada Bibi.


γ€€


Kristo menggelangkan kepala tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


γ€€


Tuan benar-benar aneh, bisa-bisanya berpikir tentang segelas susu hangat. Dan dengan santainya menitipkan pesan pada si Bibi. Aduhhhhh, gawat ini. Lama-lama tuan bisa bertindak tidak seperti seharusnya seorang presdir yang berpengaruh. Gawat ini..gawat.


γ€€


Sepertinya Kristo tidak bisa merelakan sikap Aisakha yang sekarang mendadak berubah. Dia tidak mengerti kenapa majikannya yang sangat berkuasa itu tiba-tiba menjadi pribadi yang tidak seperti biasanya, menjadi begitu lembut pada Nia. Kristo takut hal ini bisa mempengaruhi pandangan publik tentang seorang presdir dari Sunjaya Company.


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2