SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 31


__ADS_3

Terasa Manis


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Jangan panggil aku tuan!" Suara berat Aisakha mengajukan permintaan pada Nia sambil tangannya kembali membelai rambut panjang yang sangat wangi di indra penciumannya itu.


γ€€


"Tapi tuan, anda adalah majikan saya. Anda presdir, raja di dunia bisnis dan industri. Saya jelas-jelas adalah karyawan anda". Ujar Nia sambil melepaskan pelukannya dari Aisakha.


γ€€


Dan kamu adalah pemilik hatiku sayang. Hati Aisakha bersenandung bangga.


γ€€


"Lantas?" Tanya Aisakha seakan tidak mengerti.


γ€€


"Ya wajarkan tuan saya memanggil anda tuan?" Tanya Nia dengan polosnya. "Atau anda ingin saya panggil Boss atau Pak Boss? Mana yang anda suka tuan?"


γ€€


"Hahahahaha". Tawa Aisakha membuat Nia binggung


γ€€


Ada yang lucu ya?


γ€€


"Mulai sekarang biasakan memanggilku sayang". Terdengar suara berat Aisakha mengajukan permintaan kembali pada Nia.


γ€€


"Hah?". Nia merasa salah dengar, dia tidak percaya dengar pendengarannya barusan.


γ€€


"Iya, S A Y A N G". Ujar Aisakha mengulangi permintaannya tadi dengan pengucapan yang tegas di tiap hurufnya.


γ€€


Mendadak wajah Nia bersemu merah, Nia merasa takjub dengan susunan huruf yang disebutkan Aisakha. Rasanya dia baru saja meminta Tuhan menjaga Aisakha dalam doanya, tetapi dia tidak percaya Tuhan secepat itu memberikan dia sesuatu yang belum dipintanya. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya bakal bisa dianugerahkan Tuhan padanya.


γ€€

__ADS_1


Aisakha terpesona melihat kedua pipi Nia berubah menjadi kemerahan,Β cantik sekali sayang membuat aku ingin menciumnya. Membuatmu semakin merona.


γ€€


"Kenapa?" Tanya Aisakha sambil membelai pipi yang seakan telah di beri perona oleh makeup artis itu.


γ€€


"Tuan, saya tidak mengerti dengan maksud anda". Nia mengakui kebingunggannya sekarang.


γ€€


"Apa yang tidak kamu mengerti?". Aisakha suka membiarkan Nia berlama-lama di situai ini.


γ€€


"Tuan adalah presdir saya, kanapa saya harus memanggil, emmm...sayang". Ucap Nia malu.


γ€€


"Karena aku menyayangimu". Ujar Aisakha sambil menatap lekat mata Coklat Nia.


γ€€


Tatapan itu membuat Nia salah tingkah, pelan Nia ingin melepas tangan Aisakha yang sekarang telah berada pas di kedua pipinya. Mata biru itu mengikat Nia, membuat dia tidak punya ruang untuk menghindar. Nia diam, dia masih butuh waktu mencerna semua ini. Kata-kata Aisakha barusan bagai sebuah pemandangan senja yang indah yang dihadiahkan Tuhan padanya.


γ€€


γ€€


"Kamu gak salah dengar". Ujar Aisakha seakan tahu isi kepala Nia.


γ€€


"Hah?" Kembali Nia di buat takjub dengan kejujuran Aisakha.


γ€€


"Iya, kamu gak salah dengar. Aku menyayangimu, percayakah kamu sayang?". Ujar Aisakha sambil sedikit demi sedikit mendekatkan wajah tampannya pada wajah cantik Nia yang kini telah terjebak di kedua tangannya.


γ€€


Entah mendapat ilmu dari mana, mendapati wajah Aisakha hanya berjarak beberapa mili meter dari wajahnya, spontan Nia memejamkan matanya. Dan hembuhan nafas Aisakha tengah dinikmati Nia,Β Wangi banget nafasmu tuan.


γ€€


Aisakha dengan lembut membiarkan bibir bergaris tegas miliknya mengecup lembut bibir tipis Nia. Pelan, lembut tanpa nafsu tanpa menuntut lebih. Hanya kelembutan yang ingin ditunjukan Aisakha pada wanita yang didambanya itu. Hanya kecupan lembut untuk memberi tahu Nia betapa merindunya dia.Β Sekarang jarak Nia dan Aisakha telah terputus, wajah mereka benar-benar tanpa penghalang, dekat sangat dekat.


γ€€

__ADS_1


Nia menahan nafasnya, kecupan tadi terasa sangat manis. Dia merasa terbang. Aisakha sangat lembut, sangat menghargainya, tidak menuntut apa lagi memaksa. Rasanya benar-benar menyenangkan, sangat manis sekali perlakuan Aisakha padanya.


γ€€


"Bernafaslah sayang", ujar Aisakha di bibir Nia. "Aku tidak akan menyakitimu". Ucapa Aisakha sambil mengecup pelan kening Nia, lalu turun ke mata kanan dan kirinya, ke puncak hidung mancung Nia dan berakhir di bibir tipis Nia. Lagi kecupan lembut yang sangat memabukkan bagi Nia, Nia mulai merasa bibir Aisakha adalah candu baginya, terlalu manis terlalu lembut. Nia mulai terbuai dengan kebahagiannya saat ini.


γ€€


"Maukah kau membalas kecupanku sayang". Ucap Aisakha kemudian.


γ€€


Pipi Nia kembali merona, detak jantungnya tak tentu irama, cepat dan berpacu. Terdengar sangat keras ditelinganya, tetapi dia mulai berpartisipasi saat Aisakha mengecup lembut bibirnya, dengan mata yang masih dipejamnya, Nia mulai berani membalas kecupan lembut bibir Aisakha. Entah dari mana dia mendapat keberanian itu. Nia merasa gila, dia merasa tidak ada yang salah, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dia sangat percaya pada Aisakha, dia sangat yakin pada Aisakha. Setidaknya untuk saat ini biarlah demikian.


γ€€


Apakah aku telah jatuh cinta Tuhan? Bolehkan aku mencintai lelaki tampan ini Tuhan? Bolehkan aku memilikinya, hanya aku Tuhan?


γ€€


"Nia, kamu begitu manis sayang, begitu lembut". Ujar Aisakha sambil menyudahi kelembutan yang dirasakannya dari bibir mungil Nia. Dia yakin, andai tidak segera menyudahinya, Aisakha pasti akan melakukan lebih. Pertahanan dirinya akan melemah, dia akan menuntut lebih, lebih dari sekedar kecupan lembut tadi. Dia baru saja mendapatkan kepercayaan dari Nia. Dia harus perlahan agar segera bisa mengikat Nia dalam cintanya.


γ€€


Setelah Nia mulai bisa menguasai dirinya, mulai bisa mengatur nafasnya, mulai bisa memastikan jantungnya berirama sebagaimana mestinya. Akhirnya dia pun memberanikan diri membuka matanya, menatap mata biru Aisakha, menatap hidung mancung Aisakha, menatap rahang tegas yang tengah ditumbuhi rambut-rambut halus, dan akhirnya menatap bibir yang tadi sempat membuat dia merasa kecanduan.


γ€€


Astaga bibir itu manis sekali. Aku tidak egoiskan Tuhan, berharap dia hanya menjadi milikku..bolehkah Tuhan, hanya menjadi milikku.


γ€€


γ€€


--------------------------------------


γ€€


Terimakasih tetap sabar menunggu upload terbaru novelku ini gess.


Mohon dukungannya ya gess, LIKE dan COMENT selalu di tungguπŸ™


Happy reading gessπŸ€—


γ€€


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2