
Hentikan Lamunan Anda
πππππ
γ
γ
"Ooohhh, Mas..Mas..akhirnya kamu datang". Wajah putus asa Nia berubah menjadi bahagia. Dengan penuh pengharapan dan cinta Nia terlihat berlari memeluk lelaki yang di panggilnya Mas itu. Sang lelaki pun mengembangkan tanganya penuh kebahagiaan, penuh percaya diri, menyambut Nia dalam pelukan yang sepertinya penuh dengan janji-janji akan melindungi Nia sebaik mungkin.
γ
Nia menangis tersedu-sedu, sambil mengucapkan kata terima kasih berkali-kali.
γ
"Terima kasih Mas, terima kasih, terima kasih banyak. Untunglah ada kamu, aku sangat senang sekarang. Oh, Mas...kamu lelaki yang sangat aku harapkan datang menemuiku sedari tadi".
γ
"Oohhh, Nia..sayangku, aku tidak menyangka ternyata kamu menungguku". Rasa bangga si lelaki semakin menjadi-jadi mendapatkan kata-kata indah dari Nia. Sepertinya memang kata pengharapan dan pengakuan itulah yang di tunggu si lelaki tersebut dari Nia.
γ
Dengan penuh percaya diri, si lelaki semakin mempererat pelukannya pada tubuh Nia, seakan takut kalau-kalau Nia segera mengakhiri adegan yang sangat di tunggu-tunggu sekian lama dalam kisah penantiannya pada cinta Nia.
γ
Nia hanya menangis dan menangis, si lelaki sibuk memeluk Nia sambil tersenyum bangga pada semua orang yang ada di sana.Β Lihat, aku berhasil membuat dia mencintaiku. Memang Tuhan selalu berpihak padaku, senangnya..
γ
Begitulah kira-kira isi kepala si lelaki menyombongkan diri pada sekitarnya, bahkan tanpa rasa berdosa, dengan penuh kesombongan. Si lelaki berani mencium kening Nia, sekali, dua kali, lengkap dengan senyum bangganya yang terus mengembang sedari tadi, menghiasi wajahnya menghadap kesemua orang yang tengah memandang adegan tersebut.
γ
Dan kali ketiga, kembali si lelaki mendaratkan ciumannya di kening Nia. Nia hanya diam, membiarkan semua itu, hanya menangis saja dan terus menangis.
γ
Iya..menangislah terus, aku suka..aku suka sekali semua ini. Ah, kenapa baru sekarang semua ini terjadi, kenapa tidak dari dulu-dulu saja.
__ADS_1
γ
"Maaf". Terdengar suara Profesor Yandi.
γ
Apa lagi ini? Mau apa Profesor tua ini. Menganggu aku dan Nia saja.
γ
"Maaf Pak". Kembali Profesor Yandi memanggil.
γ
Bicara sekali lagi, akanku hajar kamu orang tua. Berhentilah menganggu aku dan Nia.
γ
"Pak Bagas, Pak Bagas..maaf saya menganggu". Ujar Profesor sambil menguncang bahu kiri Bagas.
γ
"Hah...apa, apa?" Suara Bagas meninggi.
γ
γ
"Apa Bapak baik-baik saja? Ada yang bisa saya bantu?". Tanya Profesor penuh tanda tanya.
γ
"A-aku, aku...ada apa ini?" Bagas balik bertanya.
γ
"Hahaha, sepertinya anda melamun Pak". Jawab Profesor. "Apakah sekarang anda sudah kembali ke dunia nyata ? Sudah menghentikan lamunan anda?" Profesor merasa geli sendiri.
γ
"Aku? Melamun?" Tanya Bagas tidak percaya pada Profesor.
__ADS_1
γ
"Iya Pak, hasil pengamatan saya begituh". Jawab Profesor singkat.
γ
Sial, sial, sial..semua hanya imajinasiku saja ya. Ahhh, kenapa aku jadi kesal sekali.
γ
"Ada apa sebenarnya Pak Bagas di depan ruangan para peneliti saya?" Profesor merasa heran sekarang.
γ
"Oo, itu..itu..saya mencari anda Prof". Jawab Bagas Asal.
γ
"Iya ada apa Pak Bagas mencari saya?" Profesor bersiap mendengarkan jawaban Bagas.
γ
"Saya, saya mau tanya tentang Nia". Hanya itu jawaban Bagas.
γ
"Nia tadi izin Pak". Jawab Profesor singkat.
γ
"Ya sudah kalau begitu". Bagas segera berlalu, meninggalkan Profesor yang merasa heran sendiri dengan tingkah aneh Bagas.
γ
"Mau apa dia sebenarnya kesini?" Guman Profesor, merasa ada yang tidak beres dengan sikap Bagas.
γ
γ
γ
__ADS_1
γ